news
LIGA 2
Seru, Persaingan di Zona Degradasi Wilayah Barat Liga 2 2019
20 September 2019 15:17 WIB
berita
Aksi pemain PSPS Riau (kostum biru) dalam sebuah laga. PSPS terus berjuang hindari degradasi/Foto: PT LIB
CIAMIS - Persaingan tim-tim di zona merah atau area degradasi Liga 2 2019 semakin memanas. PSPS Riau, PSGC Ciamis, dan Persibat Batang harus mati-matian berjuang agar selamat. Bahkan Aceh Babel United yang berada pada peringkat ketujuh klasemen Wilayah Barat, statusnya kini harap-harap cemas tergelincir ke zona degradasi.

Empat tim papan bawah yang bersaing ketat itu adalah Persibat pada peringkat ke-9 dengan 16 poin, disusul PSPS juga 16 poin. Lalu pada peringkat ke-11 ada PSGC (13 poin), terakhir tim di dasar klasemen Bandung United dengan 11 poin.




Baca Juga :
- PSPS dan PSGC Perbaiki Performa jelang Berjumpa Sabtu Ini
- Kalahkan PSCS Cilacap, Pelatih Persibat Batang Tetap Tidak Puas




Beda nasib dengan Aceh Babel United, meski di posisi ketujuh dengan 26 poin, Babel hanya menyisakan dua laga kandang dan tiga tandang. Jika menang sisa kandang dan kalah sisa tandang total poin Babel hanya 32. Jumlah ini bisa disusul Persibat dan PSPS jika kedua  tim bisa menang kandang dan mencuri poin tandang.

"Ya, sebenarnya laga penentu itu saat kami melawan Persibat kemarin dan PSPS Riau nanti. Sayangnya  melawan Persibat di kandang kami diimbangi 1-1. Ini merugikan kami," kata I Putu Gede, pelatih Aceh Babel United, Kamis (19/9).


Baca Juga :
- Sriwijaya FC Tampil Luar Biasa
- Meski Perbedaan di Klasemen Mencolok, Sriwijaya FC Pantang Remehkan PSGC Ciamis


Untuk itulah, Putu mengaku timnya akan fokus  melawan PSPS  di kandang Sabtu (21/9) nanti dan wajib memenangkan laga yang  secara kualitas masih seimbang Sebab dalam laga kandang terakhir  Sabtu (12/10) mendatang timnya akan bertemu pemuncak klasemen sementara Sriwijaya FC.

"Selain itu, kami akan mengatur taktik  lagi untuk mengambil poin di tandang, agar posisi kami aman dari zona degradasi," katanya.  Sementara itu, asisten pelatih PSGC, Dicky Jong mengaku, tim pelatih sudah berdiskusi dan menghitung-hitung peluang selamat dari zona degradasi.

"Kami sekarang berpacu dengan dua tim, PSPS dan Persibat Batang, menghadapi  kedua tim inilah kami anggap final. Kunci agar kami bisa selamat, kami harus menang  di kandang keduanya nanti," kata Dikcy.

Selebihnya PSGC akan memaksimalkan laga kandang dan berusaha mengimbangi permainan  dalam satu laga tandang terakhir melawan PSCS. "Kalaupun kami tidak menang dan mendapatkan hasil imbang melawan PSPS atau Persibat, kami tetap bersyukur dan berharap mereka tergelincir di sisa laga mereka," katanya.

Pelatih PSPS Raja Akhram Shah mengatakan, untuk selamat dari zona degradasi, selain harus menang di sisa kandang lawan PSGC dan Persibat, timnya menargetkan minimal mendapatkan satu kemenangan tandang dari PSCS atau Perserang atau Aceh Babel United.

"Tapi kami ingin fokus laga per laga dulu, terdekat kami melawan Aceh Babel United Sabtu (21/9) di Babel. Saya tidak berpikir untuk mencuri satu poin di Babel, tapi tiga poin. Saya sampaikan ke para pemain, jangan berpikir satu poin saja cukup, tapi harus main maksimal untuk menang melawan Babel United," katanya.

Jika melihat performa timnya di empat laga terakhir Raja optimistis melawab Babel United, karena timnya sudah terlihat progres positif dalam beberapa laga terakhir. "Kami hanya kecolongan saat melawan Sriwijaya FC, tapi kami bisa mengimbangi permainan SFC, meski kami kalah 1-0," kata Raja.

Raja mengaku, strateginya untuk cleansheet laga kandang dan mencuri poin di laga tandang, tidak lain hanya memompa motivasi pemain, membangkitkan mental pemain lalu memperbaiki kesalahan laga per laga. "Saya ingin mereka bermain enjoy saja, tidak tertekan, fokus, dan punya motivasi menang setiap pertandingan," ucap dia.*Agustian Pratama

loading...
news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news
news