LIGA 1
Adios Banuelos
20 September 2019 11:23 WIB
berita
Julio Banuelos (kiri) dan Eduardo Perez dipecat dari kursi pelatih Persija, Kamis (19/9) - TopSkor/Ady Sesotya
BEKASI – Kebersamaan Persija dengan Julio Banuelos hanya bertahan 102 hari. Pada Kamis (19/9) sore, selepas pertandingan menghadapi Bali United, yang berakhir dengan skor 0-1, pelatih asal Spanyol itu tak muncul di ruang jumpa pers. Dalam sesi resmi itu, malah pelatih kiper Muhammad Fauzi yang tampil.

Sejurus kemudian, CEO Persija Ferry Paulus muncul. Seperti tanpa beban, FP, sapaannya, menyebut karier Banuelos bersama Macan Kemayoran dicukupkan. Adios Banuelos. Ini sama sekali tak mengejutkan, sebab performa Persija selama ditangani eks asisten Luis Milla Aspas, pelatih timnas Indonesia, itu sangat labil.




Baca Juga :
- Update Klasemen Liga 1 2019, Jumat 18 Oktober Malam
- Hasil Liga 1 2019, Jumat 18 Oktober, Bali United Dibantai 6 Gol, Persib Menang




Dari total 18 pertandingan yang sudah dilakoni, termasuk melawan Bali United, Persija hanya membukukan lima kemenangan. Dua kemenangan dibukukan dalam ajang Piala Indonesia 2018/19, dan tiga laga dalam Liga 1 2019. Akibat performa ini, Persija gagal juara di Piala Indonesia dan terdampar di papan bawah kompetisi.

Tak hanya Banuelos, asisten pelatih Eduardo Perez Moran, juga angkat kaki. Untuk sementara, Andritany Ardhiyasa dan kawan-kawan akan diasuh asisten pelatih Mustaqiem, sebagai karteker. Mustaqiem akan didampingi pelatih Persija U-20, Sudirman, juga asisten pelatih Antonio “Toyo” Claudio.


Baca Juga :
- Jadwal Pertandingan La Liga Spanyol Pekan 9, Sabtu-Senin 19-21 Oktober 2019
- Jadwal Siaran Langsung Liga 1 2019, Jumat 18 Oktober


“Kami sudah komunikasikan dengan keduanya (Julio Banuelos dan Eduardo Perez). Dengan hasil  kurang baik ini (kalah dari Bali United) dan sudah diberikan kesempatan di dua pertandingan lalu, hari ini (kemarin) adalah hari yang tentunya mau tidak mau kami harus buat keputusan,” kata FP.

Pengusaha berdarah Manado ini tak lupa mengucap terima kasih kepada Banuelos dan Perez. “Persija mengucapkan terima kasih kepada Julio dan Edu, di mana banyak warna baru, banyak hal baru, dalam penerapan sepak bola modern. Namun, bukan hanya metode baru yang dibutuhkan Persija saat ini, tapi hasil akhir,” katanya.

Lantas siapakah pelatih yang akan diamanatkan menyelamatkan Persija dari jurang degradasi? Lokal atau asing? FP belum bisa memastikan. Namun, kemungkinan terbesarnya pelatih asing. Sebab, pelatih lokal yang ada saat ini dinilai belum mumpuni untuk menjamin keselamatan Persija.  

“Tapi arahnya dan banyak dari agen yang menyampaikan beberapa usulan sejak minggu lalu. Dari source itulah jadi pertimbangan kami untuk pelatih yang kami tunjuk nantinya. Kalau lihat pelatih yang ada saat ini, memang sampai hari ini kami belum melihat ke arah ke pelatih yang ada di sini (lokal),” kata FP.

Dari sejumlah agen yang dikontak TopSkor, beberapa nama muncul. Dari beberapa nama tersebut, Dejan Antonic cukup diperhitungkan. Pasalnya, eks pelatih Madura United itu sedang kosong. Apalagi, Manajemen Persija sempat ingin mengontrak Antonic pada 2014, yang sayangnya gagal.

Melihat kondisi saat ini, hal paling realistis untuk dilakukan Persija adalah mendatangkan pelatih yang sudah hapal dengan sepak bola Indonesia dan karakter pemain Persija. Sudah tak cukup waktu bagi pengganti Banuelos untuk beradaptasi, sebab Persija sudah diambang degradasi.

Namun, bukan berarti pula pelatih lokal tak punya kesempatan. Mengingat ada banyak pelatih lokal yang kini mengantongi lisensi Pro AFC, hal tersebut bisa dikedepankan. Hanya saja, pelatih tersebut harus bisa menjamin penampilan Persija langsung moncer. Persija tak butuh pelatih yang cengeng.*** Furqon Al Fauzi 

news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.