LIGA 1
Masih Ada 15 Laga Lagi, Tetapi Bali United Sudah di Atas Angin
20 September 2019 11:13 WIB
berita
Pemain Bali United bergembira seusai membobol gawang Persija di Stadion Patriot, Kamis (19/9) - TopSkor/Ady Sesotya
BEKASI – Sejarah membuktikan, saat selisih poin antara pemuncak klasemen dengan tim di bawahnya sampai dua angka, status juara sudah di depan mata. Situasi di atas angin ini tengah dialami Bali United, setelah menumpas Persija dengan skor 1-0, di Stadion Patriot Candrabhaga, Kamis (19/9).

Dengan tiga poin dari kandang Macan Kemayoran ini, Bali United memimpin klasemen semantara Liga 1 2019 dengan 44 poin dari 18 pertandingan. Pada saat bersamaan, PSM menumbangkan Tira Persikabo, pesaing utama Bali United. Selisih poin Bali United dan Tira pun menjadi 10. Itu belum termasuk satu laga tunda Srdadu Tridatu.




Baca Juga :
- Biasa Bermain dengan Pria, Azra Zifa Ingin Membawa Persija dan DKI Berprestasi
- Ambisi Memutus Rekor Menggelayuti Pikiran Teco dan Gomez




Pesaing lainnya Madura United, juga sedang labil. Meski bertabur bintang, tim yang kini diasuh Rasiman itu tak konsisten. Karakter Madura United seperti dua musim sebelumnya, yang tampil kedodoran pada putaran kedua, terlihat lagi. Ini menunjukkan belum ada mentalitas juara dalam manajemen Madura United.

“Kami punya awal yang sangat bagus pada putaran pertama. Bisa selesai di posisi nomor 1 dan sekarang sudah jalan dua pertandingan di putaran kedua, dua kali away kami bisa dapat poin. Saya pikir jika kami bisa tetap konsisten pasti kesempatan yang besar buat tim ini (juara),” kata Stefano “Teco” Cugurra, pelatih Bali United.


Baca Juga :
- Edson Tavares: Persija Harus Melupakan Gelar Juara Kompetisi Musim Lalu
- Nirwan Dermawan Bakrie dalam Hatinya Mendukung Saya, Tetapi Praktiknya Tak Bisa


Menghadapi Persija, Bali United sejatinya tidak dalam performa terbaik. Tidak terlihat agresivitas yang kerap ditunjukkan para pemain Bali sepanjang pertandingan. Teco tampaknya sengaja menginstruksikan para pemainnya bermain dengan tempo lambat dan menunggu di daerah sendiri lantas menyerang balik.

Kecerdikan Teco mengunci dua pemain utama Persija, Marko Simic dan Riko Simanjuntak, terbukti berhasil. Keduanya tidak banyak membahayakan gawang Wawan Hendrawan. “Saya sudah tahu Persija pasti lebih menyerang, lebih terbuka. Saya bilang ke pemain, kami cuma butuh satu gol buat menang,” ujar Teco.

Sementara itu, awan kelam masih menyelimuti Persija. Kendati turun dengan skuat komplet, Macan Kemayoran bermain tanpa taring. Tak banyak yang bisa dilakukan Persija untuk menembus lini pertahanan tim Serdadu Tridatu. Malahan Melvin Platje, berhasil memperdaya barisan pertahanan, pada menit ke-72.

“Saya mewakili tim pelatih memohon maaf, khusunya untuk The Jakmania (fan klub Persija) karena hasil pertandingan yang tidak bagus. Secara keseluruhan para pemain sudah luar biasa untuk meraih kemenangan,” kata pelatih kiper Ahmad Fauzi, yang mewakili Julio Banuelos, pelatih Persija, saat jumpa pers.

Hal senada diungkapkan kapten Persija Andritany Ardhiyasa. “Lagi-lagi kami belum bisa mendapatkan hasil yang terbaik, kalah di kandang. Tapi teman-teman semua sudah berjuang untuk mendapatkan hasil terbaik. Tapi ya mau gimana lagi, memang kami belum mendapatkan itu,” ucap Andritany.* Furqon Al Fauzi 

news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.