LIGA SPANYOL
Los Blancos Tumpul di Paris
20 September 2019 11:56 WIB
berita
Penyerang andalan Madrid, Karim Benzema mati kutu di kandang PSG dengan gagal menciptakan peluang mencetak gol, Rabu (18/9).-Topskor/ist
PARIS – Real Madrid harus mengawali langkahnya di Liga Champions 2019/20 dengan sangat buruk. Kekalahan 0-3 diterima saat tandang melawan Paris Saint-Germain (PSG), Rabu (18/9) atau Kamis dini hari WIB. Kembalinya Zinedine Zidane nyatanya tak dapat memberi jaminan performa baik. Sebaliknya di Stadion Parc des Princes mereka malah tampil tumpul.

Madrid harus pasrah menjadi juru kunci klasemen sementara Grup A. Kekalahan pun memutus rangkaian 12 pertandingan selalu menang di pembuka Liga Champions. Hasil pahit yang didapatkan tim di Paris kemarin tidak lepas dari buruknya sektor serangan. Untuk kali pertama dalam satu dekade terakhir, Madrid tak mampu melepas tembakan tepat sasaran.




Baca Juga :
- Leeds Dikabarkan Jadi Incaran Pemilik PSG
- Perkembangan Hazard Positif




Tim berjuluk Los Merengues ini telah memainkan 578 laga resmi dalam 10 tahun terakhir, dan semua selalu ditandai dengan setidaknya satu sepakan on target. Namun tidak saat melawan PSG.  Padahal lini depan diperkuat dengan trio baru yang jadi harapan; BBH (Gareth Bale-Karim Benzema-Eden Hazard).

Hazard tampil dengan kualitasnya, namun ada kekurangan di fisik dan ia terlalu terpaku pada sayap kiri. Benzema seolah mengalami sindrom, meski tak pernah lelah mengejar bola. Sedang Bale, jadi paling menonjol di antara ketiganya dengan paling banyak menembak (tiga tapioff target). Ia pun mencetak gol tapi dianulir karena handball (bantuan VAR).


Baca Juga :
- Banyak Pemain Muda Los Blancos Dipanggil Timnas
- Cavani Ingin Kembali ke Italia, tapi Bukan untuk Napoli


Nahasnya, bantuan dari lini tengah pun tak datang meski ada James Rodriguez, pemain agresif yang juga bisa menjadi winger. Malam itu, kreativitasnya mengalami kebuntuan. Pergantian yang dilakukan pun tak kunjung menghasilkan, walaupun yang masuk adalah pemain-pemain agresif lainnya; Luka Jovic, Lucas Vazquez, dan Vinicius Junior.

“Saya pikir masalahnya di intensitas. Ketika ada bola lepas, Anda seharusnya memasukan kaki (berjuang) dan memenangkan duel, maka Anda bisa memenangkan laga. Mereka (lawan) lebih baik dari kami di segala hal dan yang paling mengganggu saya adalah intensitasnya. Sulit jika Anda tak memulai dengan kuat di kompetisi ini,” kata Zidane setelah laga.

Saat serangan tak berfungsi, Madrid juga harus dihadapkan pada buruknya pertahanan. Padahal, PSG tampil tanpa para bintang besarnya; Neymar Junior, Kylian Mbappe, dan Edinson Cavani. Tapi mereka mampu mencetak dua gol dari Angel Di Maria dan satu Thomas Meunier.

Duet jantung pertahanan yang digalang Raphael Varane-Eder Militao tak berhasil tampil solid. Kehilangan Sergio Ramos tampaknya sulit diantisipasi Madrid. Tanpa sang kapten, Los Merengues terus menelan kekalahan pada lima laga terakhirnya di Liga Champions. Total ada 31 kebobolan dari 34 pertandingan yang dijalani tanpa kehadiran El Capitan.

Hanya Finalis

Penderitaan kian komplet, sebab tim yang kalah pada pertandingan pertama Liga Champions tidak pernah bisa menjadi juara. Sejak kemunculan kompetisi itu di 1992/93, tim yang keok di awal hanya bisa jadi sebatas finalis. Itupun sebatas tiga kontestan; Borussia Moengchengladbach (1976/77), FC Barcelona (1993/94) dan Tottenham Hotspur (musim lalu).

Satu-satunya hal positif yang bisa dipegang adalah jika bercermin di keseluruhan kompetisi, termasuk saat masih bernama Piala Eropa (per 1955). Pasalnya di masa lalu ada dua tim yang kalah di laga awal namun bisa juara dan salah satunya adalah Madrid. Tepatnya pada 1966, saat tim menjuarai Piala Eropa keenam (satu tim lainnya AC Milan di 1969).*** TAUFANI RAHMANDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

           

D
Penulis
Dini Wulandari