LIGA ITALIA
Lukaku Mulai Frustrasi
20 September 2019 13:27 WIB
berita
Striker FC Internazionale Romelu Lukaku merasa tertekan.-Topskor.id/istimewa-
MILAN – Dua laga tanpa gol setelah awal mengesankan, Romelu Lukaku mengalami kesulitan perdana bersama FC Internazionale. Sebagai pemain simbol yang didatangkan melalui rekor transfer, ini situasi yang tak boleh dibiarkan berlarut. Striker asal Belgia itu harus segera bangkit demi mempertahankan optimisme awal musim, terutama jelang derbi versus AC Milan, akhir pekan nanti.

Mungkin terpengaruh pelecehan rasialis atau tersiksa cedera punggung, yang jelas performa Lukaku menurun pasca jeda internasional. Memang sulit menampilkan aksi terbaik ketika mental dan fisik tak berada dalam kondisi prima. Pemuda 26 tahun itu coba menanggulangi salah satunya dengan menggunakan painkiller saat bermain, tapi itu juga tak banyak membantu.




Baca Juga :
- Milan Tak Kunjung Sehat
- Barrow Siap Mengorbit Kembali




Lukaku frustrasi tak bisa memberi kontribusi maksimal dalam dua laga terakhir. Usai tertahan oleh SK Slavia Praha di Liga Champions, Selasa (17/9) kemarin, dia sempat berbicara dengan rekan-rekan di ruang ganti, meminta lebih banyak kreativitas. Dia menilai performa Inter saat itu sangat jauh di bawah standar, harusnya bisa lebih agresif sesuai arahan pelatih Antonio Conte.

Namun, kritik Lukaku tak diterima dengan baik oleh Marcelo Brozovic, merasa dirinya secara tidak langsung jadi sasaran. Di sinilah kemudian muncul pertengkaran yang memaksa para pemain lain menengahi keduanya. Beruntung konflik selesai saat itu juga, mencegah terjadinya saga panjang seperti musim lalu (Mauro Icardi, Ivan Perisic, Radja Nainggolan).


Baca Juga :
- Sanchez Kembali ke Lapangan pada 2020
- Juve Tak Tertandingi


Bisa dipahami kekecewaan yang dirasakan para pemain Inter. Tapi berselisih satu sama lain bukan jalan keluar. Lebih baik lampiaskan semuanya ketika menghadapi rival sekota Milan di San Siro nanti. Terutama Lukaku, yang belakangan tampak kehilangan irama. Dia perlu mengasah kebugaran dan kekuatan fisik agar bisa kembali tajam di kotak penalti.

Saat melawan Slavia, Lukaku memainkan 27 bola—tidak buruk untuk ukuran striker tunggal. Namun, yang jadi masalah adalah kualitas produknya. Jumlah tersebut tak memberi pengaruh signifikan terhadap serangan Inter, sama sekali tak ada ancaman. Sepanjang 90 menit, Lukaku hanya mampu melepaskan satu tembakan ke gawang lawan.

Agar bisa tampil lebih baik, Lukaku perlu bermain rileks, memanfaatkan ruang gerak dan akselerasi. Dia punya postur kokoh, bisa digunakan untuk memenangkan duel di kotak penalti. Setelah menguasai bola, ada pilihan menembak atau memberi peluang kepada rekan—ini harus dilakukan secara cermat. Tak ada penyerang lain dalam skuat Inter yang punya kualitas seperti Lukaku, jadi dia mesti segera bangkit untuk membuat perbedaan dalam derbi.

Rabu siang, Conte sudah mengumpulkan kembali para pemainnya di Pinetina untuk memulai persiapan lawan Milan. Semua kesalahan yang terlihat versus Slavia dievaluasi, tak boleh terulang lagi saat derbi. Permainan pasif dan minim kreativitas adalah dosa terbesar, membuat semua elemen dalam tim tak berfungsi. Lukaku akan tetap jadi poros serangan, kali ini dipastikan bakal mendapat servis memuaskan.* Dari berbagai sumber

 

X
Penulis
Xaveria Yunita