LIGA SPANYOL
Courtois Meragukan, Terlihat Rapuh Menjaga Gawang Madrid
20 September 2019 13:21 WIB
berita
Kemampuan Thibaut Courtois dalam menjaga gawang Madrid mulai dipertanyakan. –Topskor/Ist
PARIS – Terlepas dari fakta Real Madrid gagal melepas tembakan akurat apalagi gol, sorotan tajam juga mengarah ke kiper mereka, Thibaut Courtois. Ia dibuat babak belur oleh Paris Saint-Germain (PSG) yang padahal tak diperkuat oleh Neymar Junior, Kylian Mbappe, ataupun Edinson Cavani. Portero asal Belgia ini malah terus tampil meragukan karena terlihat sangat rapuh menjaga gawangnya.

Investasi 35 juta euro (sekitar Rp559,7 miliar) tak dibalas dengan performa baik di atas lapangan. Eks pejaga gawang Chelsea FC ini belum bisa mencatatkan clean sheet (laga tak kebobolan), dan ada sembilan gol kemasukan dari lima laga yang dimainkan. Di Liga Champions, ada empat kegagalan beruntun dan tiga di antaranya berakhir kalah.




Baca Juga :
- Update Hasil Pertandingan Liga Champions, Rabu Dini Hari WIB
- Tahun Gelap Modric, Performa Menurun dan Tak Masuk Nominasi Ballon D'Or 2019




Total sejak mendarat di Santiago Bernabeu, 9 Agustus 2018, Courtois sudah menjalani 40 pertandingan (3.600 menit main) resmi Los Merengues, julukan Madrid. Dari situ ia hanya memiliki 10 clean sheet, dan gawangnya telah dibobol 57 kali atau punya rasio kemasukan 1,4 gol per laga. Itu cukup menjelaskan tingkat kerapuhannya.

Sebaliknya di Stadion Parc des Princes, di sisi lawannya Keylor Navas sukses “balas dendam” ke Madrid. Ia yang didepak musim panas lalu itu berhasil menjaga gawang PSG tak ternodai (terlepas dari gol Gareth Bale yang dianulir). Doa sang kiper, berlutut di tanah dengan lengan ke atas, kini melindungi gawang lainnya.


Baca Juga :
- Real Madrid Sudah Pikirkan Transfer Musim Panas, Mbappe Jadi Target Utama
- Jika PSG Butuh Lepas Dua Pemain untuk Datangkan Eriksen, Real Madrid Butuh Tiga!


Perbincangan soal penjaga gawang Madrid pun kembali menyeruak di kalangan pengamat dan fan (dahulu pernah panas saat Iker Casillas dibuang klub). “Thibaut tak terlihat brilian. Dia belum membuktikannya di Madrid. Dia bukan kiper yang bisa memberi poin saat tim menderita,” ucap Alvaro Benito menganalisis di Carousel Deportivo.

Navas sendiri sejatinya sudah menunjukkan tajinya selama memperkuat Los Merengues. Ia adalah bagian kunci dari keberhasilan tim memenangkan tiga gelar Liga Champions beruntun. Menariknya pelatih di era tersebut, Zinedine Zidane, pula lah yang “membuangnya”, dengan memutuskan Courtois akan menjadi kiper utama Madrid.

“Di sini kami sumua berada di kapal yang sama. Saya tidak akan menunjuk siapa pun (terkait penyebab kekalahan). Sekarang kami lebih baik melupakan hasil ini dan fokus untuk pertandingan berikutnya. Ketika kalah, itu adalah kesalahan semua orang,” kata pelatih yang akrab disapa Zizou itu melindungi kipernya, selepas laga.

Tak kalah dari sang pelatih, Courtois pun membela diri. “Kami harus menyerang dengan 11 pemain, pun begitu untuk bertahan. Semua orang punya bagiannya untuk bertahan. Bertahan bersama. Sebagai kiper, Anda pasti frustrasi ketika menemui hasil seperti ini. Tapi Anda harus melihat ini sebagai kerja tim, bukan hanya satu pemain.”* TAUFANI RAHMANDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

ANGKA

5

Courtois kemasukan tiga gol melawan PSG dari lima sepakan tepat sasaran yang diterimanya.

D
Penulis
Dini Wulandari