FORMULA 1
5 Momen Tak Terlupakan dari Grand Prix Singapura
19 September 2019 21:56 WIB
berita
Perseteruan Felipe Massa dan Lewis Hamilton pada 2011
Grand Prix Singapura seringkali merupakan balapan terpanjang dalam satu musim. Pun salah satu balapan paling menuntut secara fisik dalam kalender F1. Meskipun balapan hanya ada di kalender sejak 2008, lintasan yang menuntut telah menghasilkan beberapa momen yang mengesankan selama bertahun-tahun.

# 5 Momen Mark Webber (2013)
Pada 2013, Sebastian Vettel memenangkan Grand Prix Singapura untuk ketiga kalinya berturut-turut. Tetapi pada akhir lomba, kamera berada di rekan setimnya Mark Webber.




Baca Juga :
- Rossi dan Hamilton Rencanakan Tukar Profesi di Akhir Tahun
- Hamilton Sebut Perkembangan Mesin Mercedes di Musim 2019 Kurang Bagus




Fernando Alonso yang berada di urutan kedua berada di pangkuan pendinginan ketika ia melihat Webber di tengah Turn 7 setelah mobil Aussie terbakar di lap terakhir perlombaan. Webber menginginkan tumpangan ke pit dan Alonso. Itu adalah saat yang dinikmati para penggemar tetapi pelayan berpikir sebaliknya.

Kedua pengemudi diberi teguran atas tindakan mereka dan itu terbukti mahal untuk Webber pada khususnya. Itu adalah teguran ketiganya musim ini dan itu memicu hukuman grid sepuluh tempat otomatis pada balapan berikutnya di Korea.


Baca Juga :
- Momen Charles Leclerc Tabrak Max Verstappen di Lap Pertama GP Jepang
- Tabrak Verstappen, Leclerc: Itu Kesalahan Saya


# 4. Perseteruan Felipe Massa dan Lewis Hamilton (2011)
Felipe Massa dan Lewis Hamilton memiliki momen yang adil termasuk putaran terakhir yang mengejutkan dari Grand Prix Brasil 2008 di mana Hamilton secara dramatis memenangkan kejuaraan pembalap.

Pada 2011, perseteruan mereka meningkat setelah pasangan itu terlibat dalam tabrakan di Monako dan Silverstone. Di Singapura, Hamilton menusuk ban belakang kanan Massa dan merusak sayap depannya sendiri. Pembalap Inggris itu diberikan penalti drive-through. Tetapi ia masih finis di tempat kelima sementara Massa harus puas di tempat kesembilan.

Setelah perlombaan, Massa pergi ke Hamilton, menepuk pundaknya dan dengan sinis mengatakan 'pekerjaan bagus, bagus' di depan media. Lewis membalas dengan 'jangan menyentuhku, kawan'.

GP Singapura bukanlah akhir dari perseteruan mereka pada 2011 karena pasangan itu terlibat dalam kecelakaan di Jepang dan India.

# 3. Bencana Ferrari (2017)
Sejak 2014, Mercedes telah mendominasi Formula 1 terlepas dari upaya terbaik Ferrari. Prancing Horse telah kebobolan posisi pole. Tetapi di Singapura pada 2017, yang pertama mendapatkan pole melalui Sebastian Vettel sementara dua mobil yang terakhir berada di tempat kelima dan keenam.

Kimi Raikkonen di tempat keempat mendapat awal yang sangat baik dan mencoba menembus sisi kiri Max Verstappen. Tetapi ban belakang kiri Verstappen mengenai Ferrari Raikkonen. Pembalap Finlandia itu lepas kendali, menabrak rekan satu timnya sebelum mengenai Verstappen lagi di tikungan pertama. Awalnya, Vettel mampu melanjutkan meskipun ada kerusakan tetapi dia berputar dan kemudian pensiun.

Lewis Hamilton memanfaatkan kemalangan tiga pembalap yang mengalami kecelakaan di lap pertama dan meraih kemenangan ketiganya di Singapura.

# 2. Bencana Renaut (2008)
GP Singapura perdana menetapkan yang akan datang di Sirkuit Marina Bay. Itu adalah Grand Prix pertama kalinya di bawah lampu dan Fernando Alonso memenangkan perlombaan dan pertama buat Renault musim ini.

Pada Agustus 2009, Nelson Piquet Jr. yang merupakan rekan satu tim Alonso di Renaut tahun sebelumnya mengungkapkan bahwa ia mengikuti perintah tim dan sengaja menabrakkan mobilnya di Singapura untuk membantu Alonso menang.

Piquet berada di bawah tekanan di Renault pada 2008. Dia mengikuti perintah tim mempertahankan tempatnya untuk musim 2009. Namun, ia dipecat setelah Grand Prix Hongaria 2009. Setelah itu ia mengaku kepada FIA tentang keterlibatannya dalam kecelakaan di Singapura dengan imbalan kekebalan tubuh.

FIFA menangguhkan direktur pelaksana Renault, Flavio Briatore tanpa batas waktu dan direktur eksekutif teknik, Pat Symonds, diberi larangan lima tahun.

# 1. Man on track (2015)
Bahaya olahraga motor didokumentasikan dengan baik dan peraturan terus diubah atau ditambahkan untuk memastikan keselamatan semua orang yang terlibat dalam suatu perlombaan. Misalnya, mobil keselamatan dikerahkan ketika marsekal berada di trek.

Namun, di GP Singapura 2015, seorang pria dengan santai berjalan ke trek ketika balapan berlangsung! Pemenang balapan akhirnya, Sebastian Vettel, terdengar di radio sambil berteriak, "ada seorang pria di trek".

Rekaman CCTV menunjukkan bahwa pria itu masuk melalui area pagar yang terbuka dan melintasi lintasan saat sebuah mobil mendekat. Pria yang kemudian diidentifikasi sebagai Yogvitam Pravin Dhokia ditangkap dan dikirim ke penjara karena membahayakan keselamatan pengemudi.*

news
Penulis
Suryansyah