LIGA CHAMPIONS
Klopp dan Liverpool Dapat Kecaman karena Shaqiri
19 September 2019 13:58 WIB
berita
Winger Liverpool Xherdan Shaqiri mendengarkan instruksi pelatih Juergen Klopp sebelum masuk ke lapangan dalam sebuah pertandingan./AFP
NAPOLI – Liverpool FC boleh mampu mencatat rekor 100 persen di awal Liga Primer musim ini dengan memenangi seluruh lima pertandingan. Tetapi di Eropa, The Reds langsung tersandung pada laga pertama mereka untuk mempertahankan gelar Liga Champions. Menjalani laga pertama Grup E di kandang SSC Napoli, Stadion San Paolo, Selasa (17/9) malam atau Rabu dini hari WIB, Liverpool menyerah 0-2 berkat gol penalti Dries Mertens dan sontekan striker veteran, Fernando Llorente.

Kecaman pun datang dari fan The Reds terkait performa pemain dan strategi pemilihan pemain yang dilakukan pelatih Juergen Klopp. Adalah keputusan pelatih asal Jerman itu yang memasukkan winger Xherdan Shaqiri hanya tiga menit sebelum waktu normal peluit panjang babak kedua.




Baca Juga :
- Jadwal Pertandingan Liga Primer Inggris Pekan 9, Sabtu-Selasa 19-22 Oktober 2019
- Ujian Setan Merah Sesungguhnya




Dengan waktu sesempit itu, hampir mustahil penyerang sayap 27 tahun tersebut menunjukkan kemampuan terbaiknya. Jangankan menyamakan kedudukan, Liverpool justru kebobolan lewat gol Llorente di masa injury time yang diwarnai kesalahan “aneh” bek tengah Virgil Van Dijk.

Lewat media sosial, sejumlah penggemar Liverpool menilai pilihan pemain Klopp sangat buruk. Mereka mempertanyakan mengapa saat membutuhkan gol penyeimbang, penyerang sayap sekaliber Shaqiri baru dimasukkan tiga menit jelang bubaran.


Baca Juga :
- Mane dan Salah Mengaku Sudah Akur, Penampilan di Lapangan Memperlihatkan Fakta Berbeda
- Empat Tahun bersama Klopp, The Reds Berevolusi Fantastis


“Dengan waktu kurang dari lima menit, Shaqiri bisa apa?” kata akun @saif__97. “Ikut prihatin untuk Shaqiri karena Klopp belum juga percaya kemampuannya. Shaqiri terlalu bagus untuk diturunkan pada menit ke-87 dan diharapkan mampu membalikkan keadaan. Ia tidak mungkin efektif hanya dengan lima kali menyentuh bola,” tutur akun @Mhlolo_Is_Real.

Sejak bergabung dengan Liverpool pada Juli 2018, Shaqiri memang sulit menjadi starter. Solidnya performa trio ini depan The Reds yang diisi Sadio Mane, Roberto Firmino, dan Mohamed Salah, menjadi penyebab utama. Strategi dan formasi Klopp juga disebut-sebut tidak sesuai dengan karakter permainan winger timnas Swiss tersebut.

Selama sekitar setahun di Anfield, Shaqiri baru 34 kali dimainkan di semua ajang. Dari jumlah itu, ia hanya 15 kali menjadi starter (dua di Liga Champions, 11 Liga Primer, serta masing-masing sekali di Piala FA dan Piala Liga). Dari lima laga Liga Primer musim ini, Shaqiri baru 11 menit dimainkan dari pengganti di dua pertandingan.

Musim lalu, Shaqiri mencetak enam gol (semua di Liga Primer) dan lima assist (empat di Liga Primer) dari 30 kali dimainkan di semua ajang. Musim ini, ia belum membuat gol atau assist karena hanya diturunkan selama 25 menit dalam empat laga semua kompetisi.

Kritik menyusul kekalahan Liverpool dari Napoli juga merembet ke kebijakan transfer mereka pada musim panas lalu. Kepergian bek Alberto Moreno dan striker Daniel Sturridge tidak diantisipasi dengan membeli penggantinya.

Membiarkan Andrew Robertson sebagai satu-satunya bek kiri senior juga jadi sorotan. Bek sayap timnas Skotlandia itu pun menjadi satu-satunya pemain senior yang bisa dirotasi tanpa mengurangi performa The Reds secara signifikan. James Milner atau Joe Gomez bisa “dipaksakan” menjadi bek kiri. Jika kurang bagus, Adam Lewis atau Yasser Larouci bisa ditarik dari tim U-23.   

Saat melawan Napoli, Klopp juga tidak memiliki banyak pilihan untuk lini depan. Divock Origi masih cedera dan Rhian Brewster bahkan tidak ada di daftar cadangan. Krisis bek kiri dan penyerang hanyalah beberapa posisi yang riskan dalam komposisi pemain Liverpool musim ini.*TRI CAHYO NUGROHO

 

 

I
Penulis
I Gede Ardy E