LIGA 1
Sangat Sah untuk Meragukan Kualitas Farri, Pemain Baru Persija yang Lama di Qatar
19 September 2019 11:33 WIB
berita
Syaffarizal Mursalin Agri saat di[erkenalkan - Istimewa/Media Persija
JAKARTA – Syaffarizal Mursalin Agri, melengkapi skuat Persija untuk putaran kedua Liga 1 2019. Pria asal Aceh yang lama berkarier di Qatar tersebut jadi rekrutan kelima tim ibu kota pada bursa transfer putaran kedua. Sejatinya, tidak banyak yang mengenal apalagi mengetahui rekam jejak Farri, sapaan karibnya.

Rekam jejak terjelasnya hanya sebagai pemain binaan Akademi Aspire. Perekrutan Farri bisa dibilang perjudian dari manajemen Persija. CEO Persija Ferry Paulus mengatakan, pria 28 tahun itu didatangkan atas rekomendasi tim pelatih, terutama asisten pelatih Eduardo Perez, yang sempat berkarier di Qatar.




Baca Juga :
- Wahai Para Peragu, Ingat Ya, Edson Tavares Bukan Pelatih Level Guru Penjaskes
- Update Hasil dan Klasemen Liga 1 2019, Minggu Malam




“Pertama, pastinya soal kebutuhan tim. Jujur saya gak paham soal pemain ini. Karena pemain baru yang didatangkan hampir semua domain-nya pelatih. Itu hierarki yang tepat saya pikir,” Ferry menjelaskan, saat jumpa pers perkenalan pemain di kantor Persija, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (18/9).

“Pelatih memberi rekomendasi. Paling kami koreksi. Ada beberapa pemain yang  kami rekomendasi tapi pelatih merasa tak cocok dengan sistemnya. Kemudian kami lihat rekam jejaknya. Memang, pemain ini (Farri) pernah diinginkan Qatar untuk dinaturalisasi. Tapi dia gak mau,” Ferry menambahkan.


Baca Juga :
- Jadwal Siaran Langsung Liga 1 2019, Minggu 20 Oktober
- Laga PSM Vs Persija Bisa Digelar, Juga Boleh Dihadiri Penonton


Soal posisi, Farri disebut bisa bermain untuk tiga posisi berbeda. Memulai karier sebagai striker, Farru kini bertranformasi menjadi seorang gelandang serang. Ia pun mengaku tak masalah jika pelatih memainkannya di posisi penyerang tengah atau penyerang sayap.

“Kalau tentang assist dan gol, waktu junior saya main sebagai striker, tapi ketika di tim utama, pelatih bilang lebih bagus saya main di gelandang. Karena saya dibilang memiliki kemampuan umpan-umpan akurat. Sejak itu saya main di gelandang. Saya bisa main di posisi nomor enam, delapan, dan 10,” ujar Farri.

Klub terakhir Farry adalah tim kasta kedua liga Qatar, Al Makhiya. Namun, tidak mudah menemukan statistik penampilannya pada 2018/19. Bahkan, Transfermatkt dan Soccerway tak mencatat namanya sebagai bagian tim. Ia hanya tercantum membela tim kasta utama Qatar, Al Ahli, yakni dua kali tampil dalam dua musim.

Farry pun belum tentu menjalani debutnya bersama Macan Kemayoran saat menjamu Bali United, Kamis (19/9). "Soal kapan saya siap tampil, itu tergantung pelatih. Saya belum bicara dengan pelatih soal kesempatan bermain, dan saya rasa itu tergantung pada pelatih soal siapa yang main,” katanya.

Sebagaimana diterangkan FP, sapaan Ferry Paulus, Farri dikontrak selama empat bulan dengan opsi perpanjangan pada akhir musim. Artinya nasibnya di ibu kota tergantung penampilannya saat diberi kesempatan. Sebaliknya, jika tak memuaskan ia harus segera mencari pelabuhan baru.

“Farri ini menjadi rekrutan terakhir Persija di putaran kedua. Farri sudah kami pantau dalam satu bulan terakhir, dan sudah juga bicara dengan Julio (Banuelos) dan Eduardo (Perez) yang juga pernah melatih di Qatar lewat video call. Jadi sudah sedikit banyak tahu soal Farri,” kata Direktur Marketing dan Bisnis Persija Andhika Suksmana.* Furqon Al Fauzi 

news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.