INFOGRAFIS
Bukan David Vs Goliath, Tetapi Persija Tertinggal Jauh dari Bali United
19 September 2019 11:23 WIB
berita
JAKARTA – Inilah ujian sesungguhnya Julio Banuelos Saez, pelatih Persija. Sebab, menang melawan PSIS, yang tak tampil dengan komposisi terbaik, sudah sepantasnya. Bila pria Spanyol itu bisa menaklukkan Bali United di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Kamis (19/9) sore ini, itu baru pencapaian.

CEO Persija Ferry Paulus memastikan, posisi Banuelos belum sepenuhnya aman. Bukan tak mungkin, jika kekalahan mendera pada pertandingan pekan ke-19 ini, Banuelos akan dievaluasi. Karenanya, Ismed Sofyan dan kawan-kawan harus tampil lebih garang dari biasanya. Posisi Banuelos jadi pertaruhannya.




Baca Juga :
- Biasa Bermain dengan Pria, Azra Zifa Ingin Membawa Persija dan DKI Berprestasi
- Edson Tavares: Persija Harus Melupakan Gelar Juara Kompetisi Musim Lalu




Namun, Banuelos tampak tenang. Dalam sesi jumpa pers sebelum pertandingan, Rabu (18/9), sama sekali tak tampak mimiki kepanikan. Menjamu pemuncak klasemen sementara Liga 1 2019, yang diarsiteki mantan pelatih Persija Stefano “Teco” Cugurra, baginya malah memompa motivasi.

Beruntungnya, Macan Kemayoran bisa tampil dengan skuat terbaik. Hanya Ryuji Utomo yang dipastikan absen. Namun, situasi ini tak berpengaruh, sebab sudah ada bek tangguh lainnya, yakni Fachrudin Aryanto dan Alexandre “Xandao” Reame. Bahkan, bek kanan Ismed Sofyan dipastikan siap tampil.


Baca Juga :
- Nirwan Dermawan Bakrie dalam Hatinya Mendukung Saya, Tetapi Praktiknya Tak Bisa
- Jadwal Siaran Langsung Liga 1 2019, Rabu 16 Oktober


“Kami dalam momentum bagus,” kata Banuelos. “Besok (hari ini) adalah pertandingan yang tidak mudah, di mana kami tahu Bali United di puncak klasemen. Kami tahu pertandingan ini penting bagi saya dan semua pemain. Kami akan berusaha tampil lebih baik lagi untuk mendapat tiga poin,” ia menambahkan.

Mengenai Teco, yang disebut sudah hapal karakter pemain-pemain Persija, termasuk cara mamatikan Marko Simic dan Riko Simanjuntak, dinilai tak semudh itu. Sebab, meski komposisi Persija musim ini tak jauh berbeda dibanding musim lalu, taktikal dan strategi permainan klub berusia 91 tahun ini telah berubah.

“Saya tahu Teco dua tahun di sini (Persija). Tahun kedua dia bawa tim ini juara. Tapi itu masa lalu. Sekarang tim ini saya yang tangani, beda karakter, dan kami fokus pada strategi kami,” ucap Banuelos. Malahan, Banuelos mengaku sudah mengantongi cara untuk membungkam Bali United.

Baginya, trio Stefano Lilipaly, Ilija Spasojevic, dan Melvin Platje, merupakan kombinasi lini depan berbahaya, tetapi pertahanan Persija telah kokoh. “Lilipaly pemain bagus, saya kenal dia di timnas. Yang penting kami konsentrasi pada tim sendiri dan bagaimana bisa bikin tim solid tanpa harus pikirkan lawan,” katanya.

Sementara itu, Teco sama sekali tak memandang Persija sebagai tim “pesakitan” yang sedang bertengger di papan bawah. Situasi yang dihadapi Persija saat ini, sebaliknya bisa menjadi senjata mematikan. Teco sadar betul dengan mentalitas pemain Persija saat mendapat tekanan hebat.

Itu seperti yang dialaminya pada awal 2017. Ketika itu Persija sedang oleng karena tak kunjung menang. Setelah mendapat ultimatum, permainan Persija meningkat dan akhirnya bisa mengakhiri kompetisi di empat besar. Hal serupa bukan tak mungkin akan terulang kembali.

“Saya pikir besok (hari ini) jadi pertandingan yang bagus. Kedua tim butuh poin. Kedua tim pasti berani menyerang. Saya sudah tahu kualitas pemain Persija. Waktu hilang bola kami harus konsentrasi dalam bertahan, punya marking yang bagus. Saya pikir akan banyak suporter yang datang,” ucap pelatih asal Brasil itu.*** Furqon Al Fauzi 

news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.