news
UMUM
Bima Sakti Sempat Marah Saat Timnas U-16 Bantai Mariana Utara 15-1
19 September 2019 13:32 WIB
berita
JAKARTA - Timnas U-16 Indonesia kembali menang besar dalam laga kedua Grup G Pra-Piala Asia (PPA) U-16 2020. Pasukan Bima Sakti itu menang 15-1 atas timnas Kepulauan Mariana Utara U-16.

Mengincar banyak gol memang menjadi target Garuda Muda. Namun hal itu tidak menjadi tujuan utama yang ingin digapai. Bima ingin selain mencetak banyak gol, proses terjadinya gol juga harus sesuai game plan yang dimainkan.




Baca Juga :
- Hari-hari Fakhri Husaini di Bontang Sambil Menunggu Kepastian
- Timnas U-22 Indonesia Vs Iran Imbang, Thailand Susah Payah Kalahkan Myanmar




Menurut Bima, secara umum para pemainnya sudah tampil sesuai arahan. Hanya saja mereka masih terkesan terburu-buru sehingga tak jarang gol yang dicetak pun tidak berawal dari hasil kolektivitas para pemain.

“Saya selalu bilang ke pemain, kemenangan itu penting. Tapi prosesnya bagaimana yang paling penting. Saya bertemu Xavi Hernandez, dia katakan umur 15 bukan diajari untuk juara. Tapi di sini bagaimana mencetak gol yang baik serta tetap respek kepada lawan dan prosesnya bagaimana,” kata Bima.


Baca Juga :
- Gol Ezechiel N'Douassel Gagal Hindarkan Chad dari Kekalahan Lawan Namibia
- Kamis Padat, Timnas Indonesia Uji Coba Lawan PKNS U-21 dan Tonton Malaysia Vs Thailand


Dari sekian banyak gol yang tercipta, beberapa di antaranya berawal dari aksi individu pemain. Marselino Ferdinan menjadi penyumbang gol terbanyak dengan lima kali merobek gawang Mariana.

Diikuti striker Ahmad Athalah yang mencetak empat gol. Sedang Wahyu Pratama dan Ruy Arianto turut menyumbang dua gol masing-masing di babak kedua. Serta Aditya Daffa dan bek Mikael Alfredo Tata turut mencatatkan namanya di papan skor. Kendati menang besar, Bima menggarisbawahi kinerja lini belakang yang sempat kebobolan jelang babak pertama berakhir.

Hilang fokus dan konsentrasi diakui Bima menjadi penyebab terjadinya gol balasan lawan yang dicetak oleh Jim Kurt. “Saya terima kasih kepada semua pemain. Cuma saya sempat marah kepada mereka, karena kami kobobolan pada laga tadi (kemarin),” kata Bima.

“Saya mengingatkan kepada mereka, boleh menyerang tapi jangan lupa pertahanan. Ini sebenarnya kerugian buat kami, karena untuk ke depannya kami harus menang pada dua pertandingan terakhir."

Dengan kemenangan ini timnas U-16 untuk sementara menduduki peringkat pertama di atas Cina. Sama-sama mengumpulkan poin enam dari dua kemenangan, Indonesia unggul agresivitas gol atas Cina. Kedua tim baru akan bentrok dalam laga penentuan pada Minggu (22/9) mendatang, di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan. Tapi, Jumat (20/9), Indonesia lebih dulu harus menghadapi Brunei.

Sementara pelatih Mariana Utara Mita Michiteru mengapresiasi penuh perjuangan anak asuhannya selama 90 menit. Meskipun bukan hasil yang normal di dalam sepak bola, namun paling tidak para pemainnya memperlihatkan keinginan kuat untuk berjuang sampai akhir.

“Saya ucapkan selamat kepada anak-anak karena bisa mencetak gol melawan tim terkuat, Indonesia. Kami adalah tim yang sangat muda, ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi anak-anak,” kata Mita. “Tahun lalu kami kalah 0-18 tapi sekarang 1-15. Memang bukan skor sepak bola, tapi anak-anak sudah memberikan yang terbaik untuk pertandingan ini.”*FURQON AL FAUZI

loading...
R
Penulis
Rizki Haerullah
news
news