LIGA CHAMPIONS
Duet Otamendi-Stones Bisa Kubur Ambisi Man. City
18 September 2019 14:14 WIB
berita
Dua bek tengah Man. City, Nicolas Otamendi (kiri) dan John Stones dianggap tidak cocok tampil bersama./AFP
MANCHESTER - Duet bek tengah Nicolas Otamendi dan John Stones bisa mengakibatkan Manchester City kehilangan kesempatan bersaing memperebutkan gelar Liga Primer. Hal tersebut diungkapkan mantan bek Manchester United (MU), Gary Neville.

Adalah kekalahan memalukan 2-3 dari tim promosi, Norwich City FC, pada laga pekan kelima, Sabtu (14/9) lalu. Kekalahan tersebut memang tidak membuat peringkat Man. City, juara bertahan Liga Primer, turun. Namun, The Citizens yang tetap berada di posisi kedua kini tertinggal lima poin dari Liverpool FC di puncak.




Baca Juga :
- Update Klasemen Liga Primer Inggris Pekan 9, Minggu Dini Hari WIB
- Soal Jadwal Pertandingan Desember, Guardiola Tuding Liverpool Lebih Diuntungkan




Setelah Aymeric Laporte cedera, pelatih Man. City Josep “Pep” Guardiola sempat mempertimbangkan gelandang bertahan Fernandinho menjadi bek tengah. Tetapi, pelatih asal Spanyol itu akhirnya memilih memasangkan Otamendi dengan Stones.

Kombinasi Otamendi-Stones sebagai bek tengah kemungkinan akan kembali diuji saat Man. City bertandang ke markas Shakhtar Donetsk, Stadion OSK Metalist, Kharkiv, untuk menjalani laga pertama Grup C Liga Champions, Rabu (18/9) malam. Bila tidak banyak berubah, bukan mustahil   


Baca Juga :
- Barrow Siap Mengorbit Kembali
- Aguero Kecelakaan, Mobilnya Ringsek, Untung Sang Pemain Tidak Terluka


“Guardiola memisahkan duet ini sekitar 18 bulan lalu, saat Laporte datang,” ucap Neville, 44 tahun, yang kini menjadi komentator. “Otamendi selalu terpaku di posisinya sebagai bek tengah sehingga serangan lawan sangat cepat masuk. Ia bukan tipe bek tengah idaman Guardiola. Ia juga sering ceroboh.”

Kekalahan Man. City di kandang Liverpool FC, 3-4, pada laga Liga Primer 2017/18, Januari 2018, menjadi pertandingan terakhir Guardiola menduetkan Stones dan Otamendi. Setelah pertandingan tersebut, di Liga Primer, Guardiola enggan memasangkan keduanya sampai dikalahkan Norwich, akhir pekan lalu.

“Cederanya Laporte dan mundurnya (Vincent) Kompany ternyata menjadi masalah serius bagi Man. City. Di Liga Primer, Stones dan Otamendi sudah dimainkan bersama 25 kali,” kata Neville. “Tapi, statistik menunjukkan, duet mereka yang terburuk dibanding pasangan bek tengah City lainnya di Liga Primer selama era Guardiola.”

Apa yang dialami Man. City saat ini bisa dibilang serupa dengan MU saat menduetkan Phil Jones dan Chris Smalling sebagai bek tengah. Keduanya tidak mampu mendukung target Setan Merah.

Otamendi dan Stones terlihat lebih bagus dibanding Jones-Smalling karena strategi menyerang yang diterapkan Guardiola untuk Man. City. Kelemahan Otamendi-Stones akan terkuak bila mereka bermain di tim yang tidak mampu menahan serangan lawan lewat penguasaan bola sempurna (seperti Man. City).

Stones sebenarnya tipe bek tengah dengan kontrol bola bagus, seperti kesukaan Guardiola. Tapi, saat Laporte cedera, kelemahan Stones terungkap. Akurasi operannya per laga hanya 68,5 persen. Bandingkan dengan Laporte yang rata-rata 78,7 persen per laga. Stones mungkin memiliki teknik bagus sebagai bek. Namun, ia kerap kehilangan konsentrasi saat bermain lebih ke dalam.*TRI CAHYO NUGROHO

 

I
Penulis
I Gede Ardy E