news
UMUM
Manajer Timnas Senior Ungkap Kondisi Simon McMenemy
18 September 2019 13:28 WIB
berita
JAKARTA - Dua kekalahan yang begitu menyakitkan diderita timnas Indonesia senior dalam Pra-Piala Dunia (PPD) 2022 yang sekaligus menjadi ajang Pra-Piala Asia (PPA) 2023. Tim Merah-Putih dua kali dihajar negara tetangga, 2-3 dari Malaysia dan takluk 0-3 dari Thailand.

Lebih menyakitkannya lagi dua kekalahan itu dialami timnas di kandang sendiri, di stadion kebanggaan Republik Indonesia, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan. Wajar jika publik kecewa dengan performa timnas di bawah asuhan pelatih Simon McMenemy.




Baca Juga :
- Persipura Akan Laporkan PSSI ke CAS
- PSS Aman, Persela Ibarat Sedang Maraton




Desakan kepada Simon untuk mundur dari jabatannya pun mengalir deras.  Bukan hanya dari publik, tetapi juga tuntutan untuk memecat Simon juga datang dari beberapa anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Beberapa Exco seperti Yunus Nusi dan Refrizal menilai Simon telah memperbaiki penampilan timnas dengan materi pemain yang ada saat ini. Menurut mereka, timnas butuh perubahan cepat mengingat akan menjalani laga tandang melawan Uni Emirat Arab (EFA) pada laga ketiga PPD, 10 Oktober mendatang.

Namun, pandangan berbeda diungkapkan manajer timnas Indonesia AKBP Sumardji yang mengenal betul situasi dalam “dapur tim”. Pria yang juga manajer Bhayangkara FC itu menepis semua penilaian negatif kepada Simon.


Baca Juga :
- Segera Umumkan Kabinet Baru, Ini Alasan Ratu Tisha Belum Pasti Jadi Sekjen PSSI 2019-2023
- Profil Pemain Terbaik Pekan Ketiga Liga TopSkor U-12, Si Gesit dari Tunas Gunung Putri


Sebagai orang yang dekat dengan Simon, Sumardji menilai pelatih asal Skotlandia ini sudah cukup baik dalam menjalankan perannya sebagai pelatih timnas senior.

“Kalau bicara perubahan tentu dari dua hasil laga kemarin belum memuaskan. Kedepan yang harus diubah dan dimatangkan kembali adalah performa anak-anak harus benar-benar bisa terjaga hingga 90 menit. Bagaimana meningkatkan mental secara pribadi mereka untuk tim dan juga tidak kalah penting kondisi fisik yang harus dijaga dengan prima,” ucap Sumardji.

Sumardji mengaku sampai saat ini masih sangat percaya dengan kualitas Simon. Kekalahan pada dua laga awal kemarin memang mutlak karena kondisi pemain yang kelelahan karena jadwal padat Liga 1.

“Saya rasa Simon salah satu pelatih yang tidak gampang down apalagi menyerah. Dari awal hingga pertandingan terakhir kemarin Simon selalu saya tanyakan dengan kondisi pemain ini, banyak di antaranya pemain yang naik turun secara stamina. Tetapi dia selalu menjawab dengan optimistis dan sangat yakin. Menurutnya yang menjadi masalah utamanya adalah hanya istirahat pemain sangat kurang,” ujar Sumardji.

Sebagai manajer, Sumardji sendiri juga mengaku harus bisa meningkatkan mental para pemainnya dan membuat solusi yang baik bagi tim. Sumardji tidak bersependapat kalau dua kali kekalahan ini menjadi penilaian final kalau Simon harus diganti.

“Coba saja kita beri kesempatan sampai mana dia mampu. Saya juga melihat tidak ada pelatih yang bisa memegang tim dengan waktu yang tidak cukup baik, lalu bisa instan dengan permainan yang baik dan membawa kemenangan. Semua itu butuh proses,” ucap Sumardji.

Ia memberikan saran kepada PSSI bahwa jangan ambil keputusan yang terlalu cepat dan jangan termakan dengan media sosial. Menurutnya, timnas sedang berjuang seharusnya didukung untuk bangkit dari kondisi ini.

“Menurut saya berikan Simon waktu untuk memperbaiki timnya. Saya sendiri jika ditanyakan pelatih mana yang cocok untuk menggantikan posisi Simon saat ini belum terpikirkan sama sekali, karena memang fokus saya sampai saat ini masih ada di Simon,” ucap Sumardji.*NIZAR GALANG GANDHIMAR

 

loading...
R
Penulis
Rizki Haerullah
news
news