LIGA 1
Alasan Persebaya Rekrut Diogo Campos dari Kalteng Putra
17 September 2019 18:39 WIB
berita
Foto - Dok. Persebaya
SURABAYA - Diogo Campos Gomes menjadi rekrutan baru asing ketiga Persebaya di bursa transfer kedua Shopee Liga 1 2019. Pemain Kalteng Putra itu resmi berlabuh di Persebaya tadi malam. Menjelang deadline penutupan pendaftaran pemain.

Diogo menyusul dua legiun asing baru yang lebih dulu bergabung Persebaya. Aryn Williams asal Australia, dan David da Silva asal Brazil. Da Silva, sebagaimana kita ketahui adalah top scorer Bajol Ijo musim lalu. Musim ini, meski baru dua kali bermain, dia sudah mencetak satu gol dan satu assist.




Baca Juga :
- PSS Menang Tipis Atas Kalteng Putra
- Hadapi Persebaya, Bukan Sekadar Misi Balas Dendam bagi Persib




”Ya, Diogo menjadi pemain terakhir yang kami rekrut di bursa transfer kedua musim ini,” kata Manajer Persebaya Candra Wahyudi. ”Kami yakin dia bisa membantu Persebaya meraih hasil yang lebih baik di putaran kedua,” lanjutnya.

Sepanjang membela Kalteng Putra, Campos mencetak empat gol dan enam assist. Dia bisa menjadi pengumpan yang bagus untuk Trisula Persebaya. Termasuk Da silva.


Baca Juga :
- Pikal: Melawan Persib Bukan Ajang Coba-coba Pemain Muda
- APPI dan BOPI Desak Manajemen Kalteng Putra Merespons Aksi Mogok Pemain


Candra, sosok yang turut mengantarkan Persebaya juara Liga 2 2017 itu mengungkapkan, Persebaya terus berkomunikasi dengan duet asisten pelatih Wolfgang Pikal-Bejo Sugiantoro. Dalam perburuan pemain. Pun demikian halnya dengan head coach Alfred Riedl yang masih di Austria dan akan segera tiba di Surabaya.

”Kami benar-benar harus menunggu hingga sangat last minute (tadi malam pukul 23.00) untuk urusan penambahan pemain karena situasi naturalisasi (Otavio) Dutra dan begitu banyaknya pemain kami yang di timnas,” jelasnya.

Untuk pelepasan pemain asing, Persebaya mengakhiri kontrak dengan Amido Balde, Damian Lizio, dan Manu Jalilov.*

Sumber: Persebaya

news
Penulis
Ari DP
Penggemar semua cabang olahraga. Asli Yogyakarta, KTP Sleman, tinggal di Jakarta.