UMUM
Sebab Serangan Timnas U-16 Indonesia Lebih Berat ke Kiri
17 September 2019 00:07 WIB
berita
Foto - M. Pratama Supriyadillah
JAKARTA - Pelatih Timnas U-16 Indonesia, Bima Sakti, mengakui skuatnya belum bermain sempurna. Hal ini tampak dalam laga pertama Kualifikasi Piala Asia U-16 2020 Grup G.

Bermain di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Senin 16 September 2019, kemarin malam, Indonesia memang menang 4-0 atas Filipina. Namun masih banyak evaluasi yang harus dilakukan.




Baca Juga :
- Jadwal Pertandingan Sepak Bola SEA Games 2019, Timnas U-22 Indonesia Grup B
- Piala AFF Futsal 2019, Vietnam Vs Indonesia Berakhir Imbang




Selain penyelesaian akhir yang dirasa kurang mantap, Bima Sakti mengakui permainan timnya masih berat di sisi kiri. Di sana bek sayap Alex Kamuru terus menjadi tumpuan dari sisi sayap.

Sedangkan bek sayap kanan Alfin Farhan Lestaluhu masih kurang dalam penetrasi. Walaupun dalam pertandingan melawan Filipina kemarin, Alfin menyumbang 1 gol.


Baca Juga :
- Komentar Pelatih Timnas Futsal Indonesia Usai Menang Atas Malaysia
- Timnas Futsal Indonesia Libas Malaysia 3-2


"Serangan lebih berat di kiri karena mungkin Alex Kamuru lebih mobile. Jadi serangan lebih sering lewat kiri," kata Bima Sakti, usai pertandingan.

"Saya berharap di pertandingan berikutnya Alfin bisa lebih aktif. Karena kami mengandalkan serangan dari sayap," Bima Sakti, menambahkan.

Lebih lanjut Bima Sakti mengatakan kalau pola permainan skuatnya adalah dari samping. Untuk lapangan tengah hanya untuk transit.

"Dari tengah bola harus cepat dikeluarkan ke sisi kiri dan kanan. Karena kami mengandalkan kecepatan sayap, ujar Bima Sakti.

Indonesia masih punya 3 laga sisa di kualifikasi Grup. Masing-masing menghadapi Kepulauan Mariana Utara pada Rabu 18 September 2019.

Lalu dua laga berikutnya menghadapi Brunei Darussalam pada Jumat 20 September 2019. Terakhir melawan Cina pada Minggu 22 September 2019.*Ari DP

news
Penulis
Ari DP
Penggemar semua cabang olahraga. Asli Yogyakarta, KTP Sleman, tinggal di Jakarta.