INFOGRAFIS
Tarik Ulur Kalender Balap MotoGP
17 September 2019 11:05 WIB
berita
MISANO – CEO Dorna Sports Carmelo Ezpeleta menyebut MotoGP bisa menggelar 22 lomba semusim per 2022. Adapun untuk tahun depan, kelas tertinggi dalam Kejuaraan Dunia Balap Motor itu mengagendakan 20 putaran. Sirkuit Kymi Ring di Finlandia jadi pendatang baru sekaligus menggenapi kalender MotoGP yang kini berjumlah 19.

Indonesia dipastikan sebagai salah satu tuan rumah MotoGP 2021. Tapi, jumlah lomba pada tahun tersebut tetap 20 putaran karena kabarnya ada tuan rumah yang mundur. Meski begitu, tak menutup kemungkinan ada penambahan putaran di tahun berikutnya menjadi 22.




Baca Juga :
- MotoGP Gelar Balapan di Brasil Pada Musim 2022, Lintasan Sedang Dalam Proses Pembangunan
- Bergeser, Persaingan MotoGP 2019 Mengarah ke Runner-Up




“Satu-satunya cara untuk menerima negara baru yang ingin bergabung adalah dengan mengurangi lomba di satu negara yang memiliki banyak balapan. Portugal mengungkapkan keinginan dan di sisi lain, beberapa lomba di Spanyol mungkin tak berlanjut,” kata Ezpeleta via Crash.net.

Cara lain adalah rotasi, di mana satu sirkuit hanya bisa menggelar tiga lomba dalam lima tahun. “Sekarang, kami punya kontrak dengan Indonesia yang sudah dikonfirmasi sebelumnya. Ada juga negara yang tertarik tapi tak akan kami umumkan sebelum ada kesepakatan,” ujarnya.


Baca Juga :
- MotoGP Italia 2019 Bukan Zona Nyaman Marc Marquez
- Dovizioso Beruntung Bisa Turun di GP San Marino


Bertambahnya jumlah lomba menimbulkan pro dan kontra dari pembalap. Salah satu yang dikeluhkan adalah jeda istrirahat yang makin sedikit karena jadwal yang semakin padat. Maverick Vinales dari Monster Energy Yamaha MotoGP usulkan solusi jika memang harus melakoni 22 lomba.

“Tak masalah jumlah lomba bertambah tapi kami harus memiliki lebih banyak waktu untuk beristirahat. Akan sulit jika harus selalu berlomba dan tubuh kekurangan istirahat. Saya suka lebih banyak lomba karena itu hal yang bagus. Tapi, mengurangi jadwal tes rasanya tepat,” kata Vinales.

Pasalnya, dalam satu kali tes, pembalap bisa melakukan lebih dari 50 lap dan itu membutuhkan banyak energi. “Sepertinya semua orang memiliki pandangan sama. Jika akhirnya harus mengubah balapan, kami juga perlu memikirkan perubahan-perubahan lain,” ia menambahkan.

Tapi, pembalap Red Bull KTM Racing Pol Espargaro tak sependapat dengan Vinales soal pengurangan jadwal tes. Menurutnya, tes penting bagi KTM agar memiliki level yang sama dengan Honda, Yamaha dan Ducati. Ini karena mereka masih berstatus sebagai pendatang baru di MotoGP.

“Semakin banyak lomba, berarti makin sering di luar rumah. Tak ada yang menginginkan itu. Jika saya, tentu ingin lebih banyak waktu di rumah. Tapi, jika yang bertanya bos, jawabannya perlu banyak tes. KTM belum di posisi ideal, itu sebabnya kami membutuhkan banyak tes,” katanya.

Fabio Quartararo menyambut baik bertambahnya jumlah lomba MotoGP karena itu akan meningkatkan kualitas berkendaranya. Pembalap Petronas Yamaha Tech3 itu juga tak masalah dengan jadwal tes saat ini kalau akhirnya jumlah putaran 2022 bertambah menjadi 22 lomba.

“Jujur, itu tidak masalah. Saya senang berkendara karena itu yang paling suka dalam hidup. Saya senang mengendarai motor, baik itu saat tes, latihan bebas, kualifikasi dan pemanasan. Saya seperti anak kecil yang menyukai sesuatu. Jadi, mereka bisa menambahnya,” kata Quartararo.*MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati