LIGA ITALIA
Conte dan Sarri Terlibat Perang Urat Syaraf
17 September 2019 12:40 WIB
berita
Pelatih Juventus Maurizio Sarri (kiri) dan juru taktik FC Internazionale Antonio Conte terlibat perang urat syaraf.-Topskor.id/istimewa-
TURIN – Duel Juventus FC versus FC Internazionale masih lama, namun perang urat saraf telah dimulai dari sekarang. Adalah pelatih I Nerazzurri Antonio Conte yang melontarkan serangan lebih dulu. Ketika Maurizio Sarri mengeluhkan jadwal main sebagai penyebab Juve tersandung di markas ACF Fiorentina, akhir pekan kemarin, Conte menilai itu sebagai alasan belaka. 

Juve kehilangan tampuk pimpinan Seri A untuk kali pertama dalam 560 hari setelah bermain 0-0 versus I Viola, membiarkan Inter sendirian di puncak dengan poin sempurna dari tiga laga. Sarri menyebut ketidakmampuan tim asuhannya memetik hasil sempurna karena cuaca panas Firenze, sangat memberatkan dibanding tim-tim yang bermain malam hari. Inilah yang memicu sindiran Conte.




Baca Juga :
- Ronaldo Rekomendasi Juventus Beli Pemain Barcelona Ini
- Update Klasemen Liga Italia Serie A Pekan 8, Minggu Dini Hari WIB




“Saya tak mau komentar banyak, nanti bisa merembet ke mana-mana. Yang jelas, seseorang (Sarri) perlu tetap tenang. Dia berada di pihak terkuat sekarang,” kata Conte. Ucapan ini merujuk kepada sikap Sarri yang dulu juga kerap protes ketika masih menangani SSC Napoli. Dia menilai Juve sering diuntungkan jadwal, membuat Napoli kewalahan. Sekarang, setelah dipercaya memegang kendali di Turin, terdengar ironis bila Sarri masih mengeluh.

Sebenarnya, saling sindir antara Conte dan Sarri sudah dimulai sejak lama. Terutama ketika mereka saling menggantikan posisi di tim yang sama. Tiga belas tahun lalu, keduanya berpapasan di SS Arezzo: Sarri menggantikan Conte yang dipecat, namun tak lama dia juga didepak karena tak memberikan perubahan. Yang menarik, klub Seri B itu malah memangil kembali Conte sebagai pelatih. “Saya tidak menyalahkan siapapun, tapi penurunan prestasi bisa dilihat semua orang,” ujar Conte saat itu.


Baca Juga :
- Era Pioli pun Dimulai
- Misi Kembali ke Jalur Scudetto


Musim lalu, situasi serupa terulang di Chelsea FC. Sarri dipercaya untuk mengisi peran yang ditinggal Conte di kursi kepelatihan. “Saya tak percaya apa yang saya lihat. Di sini saya tidak menemukan organisasi taktik yang bagus,” kritik Sarri tentang skuat peninggalan Conte. “Sebelumnya Chelsea main dengan formasi berbeda, mengandalkan serangan balik. Tapi saya seorang pemimpi yang ingin tim menguasai pertandingan.”

Conte memenangkan Liga Primer dan Piala FA buat The Blues, sedangkan Sarri mempersembahkan Liga Europa. Sekarang, keduanya kembali ke Italia, menangani dua rival bebuyutan. Sudah pasti polemik akan tercipta, karena masing-masing punya ambisi jadi yang terbaik di Seri A. Sindiran pedas Conte akan membakar aroma persaingan jelang Derby d’Italia pada 6 Oktober.

Masih ada sekitar 20 hari bagi Juve dan Inter mempersiapkan tim terbaik sebelum bertarung di Stadio Giuseppe Meazza nanti. Sarri ingin melupakan hasil buruk di Firenze dan memaksimalkan semua bintangnya untuk memberi pelajaran buat Inter, sedangkan Conte takkan gentar karena telah menemukan formula ideal di skuat I Nerazzurri. Perang urat saraf akan jadi pembuka duel panas di lapangan.* Dari berbagai sumber

 

X
Penulis
Xaveria Yunita