LIGA INGGRIS
Solskjaer Yakin MU Bisa Lebih Baik Usai Kalahkan Leicester
16 September 2019 15:25 WIB
berita
Penyerang Marcus Rashford (kedua dari kanan) menjadi penentu kemenangan MU atas Leicester di Old Trafford, Sabtu (14/9)./AFP
MANCHESTER – Manchester United FC (MU) telah kembali ke jalur kemenangan setelah pada tiga laga sebelumnya tidak pernah meraih tiga poin. Ya, sejak mencukur Chelsea FC 4-0 pada laga pembuka Liga Primer, 2019/20, Setan Merah imbang dengan Wolverhampton Wanderers FC dan Southampton FC (1-1) serta kalah melawan Crystal Palace FC (1-2).

Namun kemenangan tipis 1-0 atas Leicester City FC di Stadion Old Trafford, Sabtu (14/9). menghentikan rapor mengecewakan tersebut. Kendati demikian, pelatih MU Ole Gunnar Solskjaer tidak puas dengan performa David De Gea dan kawan-kawan. Menurutnya, Setan Merah bisa jauh lebih baik. Pada partai tersebut, mereka memang menang berkat penalti Marcus Rashford.




Baca Juga :
- Hadapi Liverpool, MU dalam Tekanan, tapi Statistik Solskjaer Lebih Baik Ketimbang Klopp
- Rapor Rashford Lebih Baik dari Trio Liverpool




“Jujur saja, kami tidak bermain dengan baik. Setelah unggul, kami kehilangan kontrol permainan,” ujar Solskjaer. “Tim masih perlu meningkatkan diri ketika mampu memenangi laga yang mungkin tidak layak dimenangkan karena seharusnya performa kami bisa jauh lebih baik.”

Setidaknya, pelatih asal Norwegia itu lega karena MU bisa mencatatkan clean sheet (tidak kebobolan). Ini torehan kedua setelah kemenangan atas The Blues pada pekan pembuka. “Ini kali pertama, setelah mengalahkan Chelsea, kami mampu bertahan dengan baik sebagai tim,” kata Solskjaer lagi.


Baca Juga :
- Brendan Rodgers Tepis Rumor yang Mengatakan James Maddison Pemain Arogan
- James Maddison Dianggap Bolos dari Tugas Negara dan Dikritik, Rodgers: Dia Sakit


Juru taktik 46 tahun tersebut juga memuji penampilan gelandang Scott McTominay yang tampil solid di lini tengah menghadapi trio gelandang Leicester: James Maddison, Youri Tielemans, dan Demarai Gray. “Ya, performa Scott (McTominay) sangat fantastis. Dia mampu mendominasi sektor tengah dan percaya diri menghadapi gelandang-gelandang kreatif lawan,” ucap Solskjaer.

Sementara itu, Rashford mengaku lega bisa membayar kesalahannya melawan The Foxes, julukan Leicester. Penyerang muda asal Inggris tersebut kali ini mampu menjalankan tugasnya dengan sempurna sebagai eksekutor penalti MU. Rashford gagal melakukannya saat Setan Merah takluk 1-2 dari Palace. Namun, menghadapi kiper Leicester, Kasper Schmeichel, ia sangat tenang.

“Saya belajar dari kegagalan (penalti) sebelumnya. Hal terpenting adalah menjaga fokus dan melakukannya dengan percaya diri,” ujar Rashford. “Saya hanya mencoba tenang menghadapi Schmeichel, karena dia punya refleks dan lompatan yang bagus.”

Di sisi lain, pelatih The Foxes Brendan Rodgers kecewa timnya gagal memetik poin di Old Trafford. Sebelumnya, Jamie Vardy dan kawan-kawan diyakini bakal bisa memaksimalkan keuntungan mengingat MU tidak diperkuat tiga pemain kuncinya: gelandang Paul Pogba dan Jesse Lingard, serta bek kiri Luke Shaw akibat cedera. Rodgers sendiri merasa Leicester hanya kurang beruntung di Manchester.

“Saya pikir kami layak mendapatkan hasil yang lebih baik. Kami bermain cukup baik dan memiliki banyak peluang untuk mencetak gol,” ujar Rodgers. “Namun ritme dan konektivitas permainan tidak terlalu baik. Dan lini pertahanan MU pantas mendapatkan kredit.”

Dalam Angka

9 – Hasil negatif melawan MU akhir pekan lalu membuat Leicester telah menelan sembilan kekalahan dalam 10 lawatan terakhir Liga Primer ke Old Trafford. Satu lainnya berakhir imbang.

16 – MU telah mendapatkan 16 hadiah penalti di Liga Primer terhitung sejak musim lalu. Dari jumlah tersebut, 11 berhasil dikonversikan menjadi gol   

I
Penulis
I Gede Ardy E