TENIS
Petenis Ganda Indonesia Ini Tetap Senang Walaupun Dikalahkan Selandia Baru
15 September 2019 18:21 WIB
berita
Anthony Susanto (depan) dan David Agung Susanto saat menghadapi Michael Venus/Marcus Daniell (Foto: Topskor / Husni Yamin)
JAKARTA - Pasangan ganda Indonesia, David Agung Susanto/Anthony Susanto, harus mengakui keunggulan pasangan Selandia Baru, Michael Venus/Marcus Daniell. Kekalahan tersebut didapatkan kala keduanya bermain di ajang Piala Davis 2019.

Bermain di hari kedua, Minggu (15/9), Indonesia menurunkan David/Anthony di sektor ganda. Padahal, seharusnya yang diturunkan adalah Ari Fahresi/Anthony Susanto. Karena situasi sedang tertinggal 0-2, jadilah skuat Piala Davis merah putih menurunkan kombinasi terkuatnya di sektor ganda.




Baca Juga :
- Ini Target Tenis Indonesia di SEA Games 2019
- Jelang SEA Games, Tim Tenis Indonesia Akan Ikuti Turnamen di Jepang dan Cina




Berharap bisa memperkecil ketertinggalan, justru David/Anthony dikalahkan dengan mudah oleh Michael Venus/Marcus Daniell. Maklum Venus/Daniell merupakan petenis spesialis ganda Selandia Baru yang memang sudah berpengalaman tampil di ajang Grand Slam.

Usai pertandingan, Anthony Susanto menyatakan bahwa walaupun kalah, mereka tetap merasa senang. Apalagi, keduanya sempat mencuri 2 gim dari Venus/Daniell di set kedua.


Baca Juga :
- Hasil Lengkap Piala Davis Indonesia vs Selandia Baru
- Petenis Termuda Indonesia Kejutkan Selandia Baru di Pertandingan Terakhir


"Senang karena bisa lawan mereka dan main di ajang sekelas Piala Davis. Walaupun kalah, yang penting berusaha semaksimal mungkin," ucap Anthony saat sesi konferensi pers.

"Namun kualitas mereka memang terbukti setelah main. Tapi di set kedua kita bisa kasih perlawanan. Dan mereka memang jauh di atas kita, bisa kasih perlawanan saja sudah senang," tambahnya.

Terkhusus untuk Michael Venus, dirinya merupakan petenis spesialis ganda yang menempati rangking 9 dunia. Dirinya juga beberapa waktu lalu menjadi finalis US Open 2019 di sektor ganda campuran. ***

M
Penulis
Muhammad Pratama Supriyadillah