TINJU
Saya Bukan Dokter! McCracken Ralat Pernyataan Gegar Otak yang Bisa Mematikan Joshua
13 September 2019 11:42 WIB
berita
McCracken mengatakan kepada BBC bahwa dia sadar petinjunya menghadapi situasi yang mematikan.
LONDON - Rob McCracken, pelatih mantan juara dunia kelas berat Anthony Joshua, menarik pernyataannya yang menyebut Joshua mengalami gegar otak pada ronde ketiga saat dirobohkan Andy Ruiz.

McCracken mengatakan kepada podcast BBC Boxing bahwa ia "tahu Joshua menderita gegar otak" pada ronde ketiga saat dikalahkan Ruiz pada Juni lalu. Pernyataannya yang menuai kritik sebagai pengakuan mengejutkan.




Baca Juga :
- Tyson Fury Ingin Kuasai Olahraga Pertarungan, dari tinju ke WWE ... Sekarang MMA! 
- Mayweather Makan Malam di Restoran, Setiap Koki Kecipratan Rp 4,3 Juta




Joshua mencium kanvas tujuh kali selama pertarungan di Madison Square Garden, AS. Tentu itu menjadi debut pertarungannya di Amerika Serikat yang menyesakan. Termasuk dua kali pada ronde ketiga yang sangat mengejutkan. McCracken mengatakan kepada BBC bahwa dia sadar petinjunya menghadapi situasi yang mematikan.

"Saya tahu dia gegar otak. Saya mencoba untuk membuatnya melalui beberapa putaran lagi, satu ronde pada satu waktu, dan melihat di mana dia berada," kata McCracken, Minggu lalu.


Baca Juga :
- Petinju AS Ini Berjuang Antara Hidup dan Mati, Patrick Day Operasi Otak Darurat setelah Ambruk di Ronde 10
- Debut Tyson Fury di Gulat WWE Kantongi Rp 217 Miliar, tapi Duel Ulang Kontra Wilder Dalam Bahaya


"Joshua bermata sayu sejak dia terkena bogem pertama di ronde ketiga. Dia tidak menanggapi bagaimana seharusnya."

Sebelum dimulainya ronde ketujuh, Joshua tertangkap kamera bertanya kepada timnya, "Mengapa saya merasa seperti ini?". Pertarungan akan berakhir sekitar 90 detik kemudian.

Menanggapi kritik itu, McCracken mengatakan bahwa kesehatan para petinjunya adalah perhatian utama selama pertarungan.

"Saya bukan dokter dan mungkin gegar otak bukan istilah yang tepat untuk digunakan," kata McCracken. "Kesehatan semua petinju yang bekerja dengan saya sangat penting. Saya selalu menggunakan penilaian dan pengalaman saya untuk melakukan apa yang benar bagi mereka."

Menurutnya tidak ada protokol gegar otak formal di mana dokter melangkah untuk menilai petinju. Jadi pelatih harus menggunakan pengalaman dan pengetahuannya tentang petinjunya sebelum membuat keputusan apakah Anda pikir mereka dapat pulih.

"Saya telah mengalami hal ini beberapa kali dalam karier saya di tinju profesional di mana petinju telah pulih dari ronde sulit untuk melanjutkan dan memenangkan pertarungan. Saya juga menarik petinju keluar dari perkelahian karena saya tahu itu bukan kepentingan mereka untuk melanjutkan."

Headity group Charway sangat kritis terhadap komentar awal McCracken. "Pelatih memiliki tugas merawat petinju mereka dan tampaknya jelas bahwa prioritas pelatih Anthony Joshua satu-satunya adalah memenangkan pertarungan itu, tidak melindungi pejuang dari potensi cedera fatal," kecam Headity group Charway.

Joshua dan Ruiz dijadwalkan untuk pertandingan ulang di Arab Saudi pada 7 Desember.*

news
Penulis
Suryansyah