LIGA ITALIA
Derbi Kiper Polandia
13 September 2019 12:27 WIB
berita
Kiper Juventus Wojciech Szczesny akan menemui Fiorentina.-Topskor.id/AFP-
FIRENZE – Juventus FC akan meladeni tantangan ACF Fiorentina, Sabtu (14/9), di Stadion Artemio Franchi. Aroma derbi Polandia tercium dari bawah mistar. Ya, kebetulan kiper utama kedua tim adalah kompatriot dan mantan rekan di tim nasional.

Di kubu Juve ada, ‘Tek’, panggilan dari Wojciech Szczesny. Dalam persiapan dengan timnas Polandia, sempat terlontar candaan, “Alisson, kiper terbaik dunia, adalah wakil saya di AS Roma dan Gianluigi Buffon, kiper terbaik dalam sejarah sepak bola, sekarang menjadi wakil saya di Juve. Apa ini berarti sekarang saya kiper paling hebat di dunia?”.




Baca Juga :
- Jadwal Pertandingan Liga Italia Serie A Pekan 8, Sabtu-Senin 19-21 Oktober 2019
- Milan Tak Kunjung Sehat




Perbandingan menarik. Sebaliknya Bartlomiej Dragowksi, yang dicoret dari dua laga Kualifikasi Piala Eropa 2020 terakhir itu, hanya mengutarakan harapan, “Pada akhirnya ada kemungkinan membuktikan semua kualitas saya di Fiorentina.” Berbeda dengan Tek yang langsung jadi aktor utama di Italia, Dragowski hanya sebagai bayangan.

Kiper 22 tahun itu menjadi wakil Ciprian Tatarusanu, wakil Marco Sportiello dan setahun yang lalu disingkirkan untuk memberikan tempat kepada Alban Lafont, yang lebih muda dua tahun. Kesabarannya dan kegigihannya unjuk bakat dalam latihan berbuah manis. Pelatih Vincenzo Montella pun memberi tempat di tim inti.


Baca Juga :
- Barrow Siap Mengorbit Kembali
- Sanchez Kembali ke Lapangan pada 2020


Perjuangan Dragowski diperhatikan mantan kiper I Viola asal Prancis Sebastian Frey. Dia pun memberi saran, “Bersama tim Fiorentina, Dragowski setiap hari berada di bawah tekanan tapi dia harus menciptakan tameng untuk melindungi dirinya dari kritik.”

Pekan ini, kinerja kiper yang pernah mencapai rekor 17 tepisan dalam duel Empoli FC-Atalanta BC itu rentan terhadap kecaman. Pasalnya, Dragowski akan bertemu penyerang sekaliber Cristiano Ronaldo, yang on fire di kualifikasi Euro 2020. Sementara Fiorentina belum menemukan keseimbangan yang tepat di bagian belakang. Kebobolan enam gol dalam dua pertandingan pertama sepertinya terlalu banyak.

Bukan berarti Tek tidak akan mengalami kesulitan. Mantan penjaga gawang Arsenal FC itu mesti mengawasi pergerakan Franck Ribery (untuk pertama kalinya main sebagai starter), dengan Federico Chiesa dan mungkin Pedro yang akan memulai permainan dari bangku cadangan.

Dalam perkenalannya, striker asal Brasil itu mengungkapkan tekadnya untuk menaklukkan gawang I Bianconeri. “Sungguh menyenangkan bisa berhadapan dengan Cristiano Ronaldo, tapi fokus saya kepada Fiorentina. Saya berusaha main bagus untuk menang. Semoga saya dimainkan lawan Juve dan mungkin menyarangkan gol,” tuturnya.

Kedua kiper tersebut memiliki kesamaan. Pertama, piawai menepis tendangan penalti. Ini informasi penting bagi Ronaldo dan Erick Pulgar.

Kedua, lemah di hadapan SSC Napoli asuhan Carlo Ancelotti. Drago kebobolan 4 gol, sedangkan Tek 3 gol. Kendati demikian, hattrick Napoli tidak mengubah posisi dan penilaian terhadap kiper nomor 1 Juve.

Sebenarnya pemain 29 tahun itu tak keberatan memberikan kesempatan kepada Buffon untuk mematahkan rekor Paolo Maldini dan rekor penampilan di Seri A. Supaya bisa melakukannya, eks kapten tim nasional Italia itu perlu memainkan minimal delapan pertandingan. Tek bersedia melakukannya meski hierarki di dalam tim cukup jelas.*** Dari berbagai sumber

X
Penulis
Xaveria Yunita