news
LIGA 1
Mau Siapa pun Pelatihnya, Kondisi Timnas Indonesia Tidak akan Berubah
13 September 2019 11:25 WIB
berita
Pelatih PSIS Bambang Nurdiansyah - TopSkor/Jessica Margaretha
SEMARANG – Sempat sangat diragukan, Bambang Nurdiansyah membuat kejutan bersama PSIS. Dalam dua laga tandang terbaru, Mahesa jenar berhasil mencuri empat poin. Kejutannya, poin itu diraih atas dua tim jago kandang, yakni imbang 1-1 dengan Arema FC dan menang 1-0 atas PSM.

“Ada tiga komponen penting yakni menyerang, bertahan, dan transisi,” kata Banur, sapaannya. Bagaimana pelatih yang baru mendapat lisensi kepelatihan Pro AFC ini melihat kans PSIS pada putaran kedua Liga 1 2019? Berikut petikan wawancara eksklsuif TopSkor




Baca Juga :
- Undian Grup Piala Asia U-19 2020, Indonesia Masuk Pot 2
- Berlangsung di Uzbekistan, Ini Jadwal Piala Asia U-19 2020




Bagaimana kans PSIS pada putaran kedua?

Sebagai pelatih baru, saya harus berpikir cepat. Setelah menjalani laga tunda lawan PSM, kami harus melawan Persija. Sayangnya, kami mengalami krisis pemain karena ada yang akumulasi kartu kuning, cedera, dan juga ada pemain yang belum bisa bergabung. Ini menjadi tantangan untuk saya.


Baca Juga :
- Update Negara yang Lolos ke Piala Asia U-19 2020, Laos Masuk, Kamboja Berpeluang
- Update Klasemen Kualifikasi Piala Asia U-19 2020, Senin Dini Hari WIB


Heru Setiawan kian berkembang...

Dia adalah pemain saya di Persita beberapa tahun lalu. Pemain ini sangat baik dan kuat dalam menyerang dan bertahan. Saya tahu benar karakter dia. Makanya saya tahu persis potensinya dan memasangnya sebagai starter. Sebelumnya dia jarang dimainkan. 

Apa yang Anda tanamkan pada pemain?

Kami hanya benahi prinsip-prinsip bermain bola yang benar. Ada tiga komponen penting yakni menyerang, bertahan, dan transisi. Transisi sendiri ada dari menyerang ke bertahan dan sebaliknya.

Apa kunci sukses di Makassar?

Selain disiplin dan fokus, konsentrasi juga jadi poin penting. Saya tanamkan ke anak-anak disiplin di posisi masing-masing. Di sepak bola ada namanya structure, function dan juga relations. Ini saja yang kami tanamkan. 

Bagaimana debut Jonathan Eduardo?

Menurut saya, dia adalah pemain yang mirip dengan sosok Gustavo Hernan Ortiz, yang juga sempat membela PSIS beberapa waktu lalu. Dia bisa tiba-tiba muncul dari second line, bisa juga mengirim assist tajam. Dia baru latihan sekali bersama saya. Dia memerlihatkan kontribusinya meski kondisinya belum 100 persen.

PSIS tidak terlalu agresif di bursa transfer…

Agresif atau tidak itu tergantung kebutuhan tim. Kalau pemain lokal memang banyak yang sudah deal dengan tim lain. Jika pemain asing harus berpacu dengan waktu. Sejauh ini kami ada penambahan dua pemain.

Bagaimana potensi pemain muda PSIS?

Saya pikir anak-anak muda di PSIS ini perlu jam terbang lebih. Ada beberapa pemain, misalnya saja Eka Febri yang dari PSIS U-20. Perlahan kami akan ke tengahkan untuk musim berikutnya. Namun kami juga jangan paksakan mereka, karena malah justru bisa merusak kariernya. Kami harus hari-hati untuk ini.

Selamat atas lisensi Pro AFC. Apa yang diulas dalam tesis?

Saya menulis tentang bagaimana membina atau menyiapkan pemain muda untuk bisa bersaing di level internasional. Kalau kita bicara pembinaan untuk bisa bicara di level internasional, tidak bisa dilupakan faktor pelatih. Saat saya di daerah-daerah, ditemukan banyak yang kurang wawasannya. Pelatih adalah kunci nomor satu. Bakat saja tidak cukup. Harus ada yang memoles.

Timnas (senior) kalah dua kali dalam Pra Piala Dunia 2022…

Masalah di timnas ini adalah masalah yang sudah lama dan klasik. Dalam jalannya kompetisi, liga kita sangat melelahkan. Ada tim yang bermain dalam sepekan bisa tiga kali. Dulu coach Benny Dollo juga sudah sempat mengutarakan hal ini. Jadi, siapapun pelatihnya, kondisi pemain yang dipanggil tidak akan maksimal. Apa yang dikatakan coach Simon McMenemy adalah sangat beralasan. Harus ada jalan keluarnya. Kita harus serius. Kalau perlu kompetisi dihentikan dulu.* Sri Nugroho

news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news
news