ONE CHAMPIONSHIP
Atlet MMA Indonesia Peringati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia
12 September 2019 15:15 WIB
berita
Anthony “The Archangel” Engelen berbagi pandangan
JAKARTA - 10 September diperingati sebagai Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia, dimana kita semua diajak semakin mawas akan fenomena ini. Asosiasi Internasional Pencegahan Bunuh Diri (International Association for Suicide Prevention) mencatat setiap 40 detik, ada 1 orang yang meninggal dunia karena bunuh diri.

Riset organisasi itu juga mencatat bahwa setiap 40 detik, ada 25 orang lainnya yang melakukan upaya mengakhiri hidupnya. Peringatan 10 September bertujuan untuk mengajak semua warga dunia untuk saling berinteraksi; agar bisa membantu siapapun yang mengalami kesulitan dan bertendensi bunuh diri. 




Baca Juga :
- Rudy Agustian Siap Berikan yang Terbaik Demi Fans
- Angelo Bimoadji Berlatih di Berbagai Tempat Demi Laga di Jakarta




Dua atlet ONE Championship Indonesia – Anthony “The Archangel” Engelen dari divisi featherweight dan Rudy “The Golden Boy” Agustian dari divisi flyweight – berbagi pandangan tentang membangkitkan hal-hal positif dalam diri sendiri dalam kaitannya dengan Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia. 

Anthony menyuarakan kepeduliannya terhadap tekanan mental yang dihadapi para atlet. "Setiap orang pasti pernah mengalami fase sulit dalam hidupnya; seperti kehilangan motivasi, kegagalan, dan sebagainya,” ungkapnya.


Baca Juga :
- Hadapi Adrian Mattheis, Stefer Rahardian Pertaruhkan Segalanya 
- Egi Rozten Nantikan Laga ONE: Dawn Of Valor di Jakarta


“Menurut saya, aktualisasi diri seseorang bisa didefinisikan dari bagaimana ia menghadapi kesulitan-kesulitan itu; bagaimana ia melaluinya dan kembali ke jalur yang benar," ujar atlet yang bernaung bersama Bali MMA ini. 

“Saya pernah kehilangan seorang teman dekat, yang tidak sering tampak sedih dalam pembawaannya. Kita tidak pernah tahu kondisi kondisi mental seseorang, karena itu selalu sempatkan pedulikan kawan-kawan kita,” ujarnya. 

Rudy pun sempat mengalami dan mengenal teman yang melalui periode depresi. “Depresi pernah, tapi tidak sampai parah. Ada juga teman yang mengalami depresi berat, sampai ingin bunuh diri; akibat cinta dan hutang. Sebagai teman, kita yang harus mensupport dan memberikan masukan-masukan positif. Selalu sempatkan ajak dia main dan hang out,” ujar atlet sasana Golden Boy Muay Thai ini. 

Lalu bagaimana cara mereka membangkitkan kembali energi positif dalam diri sendiri?

Anthony mengaku cukup beruntung karena bisa mengatasi isu-isu emosional dengan cepat dan mudah; sehingga atlet yang menghadapi “Rock Man” Chen Lei dalam ONE: LEGENDARY QUEST di Shanghai, Cina, Juni lalu itu jauh dari kondisi-kondisi mental mengkhawatirkan. 

"Bagi orang-orang yang tidak pulih dengan lebih cepat, baik karena sulit memulai pemulihan atau karena yang mereka lalui sangatlah berat; yang terpenting adalah ada orang-orang terdekat," lanjut atlet yang menggeluti kickboxing dan BJJ ini. 

Sementara Rudy selalu mencoba membangkitkan sugesti positif dalam dirinya. “Saya selalu berpikir, walau gagal di satu hal, masih ada hal lain yang menyenangkan yang belum saya coba dan nikmati,” ujar atlet berdisiplin asal muay thai ini. 

“Kita bisa pergi ke berbagai tempat-tempat bagus di dunia, bisa touringdengan sepeda atau motor, bisa ikut fight dan coba olahraga-olahraga lain yang beradrenalin tinggi, atau bertemu orang-orang yang menarik dan seru, serta banyak hal lainnya,” kata atlet yang menghadapi Chan Rothana di ONE: FOR HONOR Mei lalu di Jakarta.

news
Penulis
Suryansyah