BASKET
Kapten Basket Donald Santoso Sukses Membagi Ilmu dengan Atlet Disabilitas Kota Bandung
12 September 2019 10:06 WIB
berita
Para atlet disabilitas antusias mendapatkan saat mendapat pelatihan pada Whellchair Training Camp di Bandung/Foto:Arief NK
BANDUNG - Pelatihan sekaligus sosialisasi bertajuk Whellchair Basketball Training Camp yang digelar   di GOR Pajajaran, Kota Bandung sejak Senin (9/9), berakhir Rabu (13/9). 

Olahraga baske yang dikhususkan bagi para penyandang disabilitas itu,  dihadiri,  Donald Santoso,  mantan pebasket  klub Amerika yang tampil  di kompetisi  NBA. 


Baca Juga :
- Milan Tidak Niat! Mau Perpanjang Donnarumma tapi Ini yang Diberikan di Kontrak Baru
- Tanpa 5 Pemain Utama, Ini Prediksi Formasi MU saat lawan Leicester, Andalkan Pelapis




Selain Donald, program  pelatihan tersebut menghadirkan   tiga pelatih khusus asal Amerika yang datang dengan sebuah yayasan basket penyandang  disabilitas  bernama,  Whellchair Athelets World Wide dan Jakarta SWIFT Whellchair Basketball. 

Kota Bandung sendiri merupakan kota pertama yang mendapat kesempatan dikunjungi oleh Donald dan kawan -  kawan.  Selanjutnya,  program ini akan berlanjut ke dua kota berikutnya yakni,  D. I Yogyakarta dan Bali. 


Baca Juga :
- Mau Jalani Laga Penting, Valencia Malah Pecat Pelatihnya, Barca Senang!
- Bosan Dengar Kabar Cedera, Fan Barca Inginkan Bek Tengah Ini Dijual Saja


Pelatihan pun diikuti para atlet disabilitas dari berbagai daerah di Jawa Barat yang dikirim oleh National Paralympic (NPC) seperti,  Kota Bandung,  Indramayu,  Kabupaten Bandung,  Cimahi serta Garut. 

Sosialisasi serta pelatihan  olahraga  basket bagi penyandang disabilitas bersama atlet basket  Donald Santos terasa manfaatnya. 

Satu diantaranya  adalah,  para atlet disabilitas itu mulai mengenal  dan memahami teknik bermain basket walau ada keterbatasan. 

"Kedatangan kami ke Bandung tiada lain untuk memberikan pelatihan,  selama ini di Indonesia khususnya di Jawa Barat olahraga basket kursi roda masih belum dipahami cara dan teknik bermainnya,  paling tidak kita datang untuk memberikan basicnya dulu sebelum mereka menyukai, " jelas Donald. 

Donald pun bersyukur para atlet disabilitas di Jawa Barat tidak mengalami kesulitan saat diberikan pelatihan. 

Kursi roda yang dipergunakan kata Donald, pun  dibuat khusus dan tidak sembarangan kursi roda untuk olahraga tersebut bisa dipakai. 

"Karena itu,  kursi roda yang dibawa sebanyak 30 buah dari Amerika akan dipinjamkan kepada NPCI Kota Bandung,  paling tidak setelah pelatihan ini berakhir,  mereka tetap melakukan latihan dengan metode yang telah kita berikan, " Donald menambahkan. 

Donald berharap,  ke depan olahraga basket kursi roda bagi atlet disabilitas bisa berkembang dan menjadi salah satu olahraga andalan yang dapat dipertandingan sebagai olahraga resmi di Pekan Paralimpik Nasional. 

"Di Asian Games lalu Whellchair sudah dipertandingkan,  kenapa tidak secara nasional pun bisa  dipertandingkan,  karena itu melalui pelatihan sedikitnya akan lahir atlet basket kursi roda ini, " ucap Donald. 

Disisi lain,  Ketua NPCI Kota Bandung,  Adik Fachrozy,  mengungkapkan,  berharap,  program yang diberikan Whellchair Athletes Word Wide dan Jakarta SWIFT Whellchair Basketball. 

"Kami NPCI Kota Bandung bersyukur mendapat kepercayaan kunjungan sebuah yayasan dari Amerika,  tentunya saja ini sangat bermanfaat buat perkembangan olahraga  basket bagi disabilitas ke depannya, dengan adanya program  ini akan memotivasi calon atlet untuk menjadi atlet basket kursi roda,  yang sangat membanggakan adalah para atlet kita yang sangat antusias terhadap program ini, ", ujar Adik. 

Sementara itu, panitia pelaksana pelatihan,  Jumono mengatakan  program tersebut terlaksana berkat  kerja sama NPCI Kota Bandung dengan SWIFT Jakarta. 

"Selama tiga hari gelaran pelatihan berjalan sesuai yang kita harapkan,  tentu saja dengan adanya pelatihan ini kita bisa membina atlet untuk ke depannya karena saya yakin,  Whellchair ini akan berkembang di Indonesia,  kami berterima kasih atas kepercayaan dari Yayasan Whellchair Athletes World Wideretno,  SWIFT dan NPCI,  semoga dari hasil ini kita tahu teknik latihan basket kursi roda, ", ujar Jumono. 

 

 

 

 

 


A
Penulis
Arief N K
news