FORMULA 1
Konsistensi Bottas Bisa Geser Hamilton
12 September 2019 13:48 WIB
berita
Dengan sasis Mercedes W10 EQ Power+ yang identik dengan rekan setimnya, Valtteri Bottas masih berpeluang menggeser Lewis Hamilton di klasemen pembalap F1.
MONZA - Valtteri Bottas memiliki modal untuk menggeser Lewis Hamilton di puncak klasemen pembalap Kejuaraan Dunia Formula 1 (F1) tahun ini. Hamilton difavoritkan untuk mempertahankan gelarnya karena sangat kuat dan mendominasi sejak awal musim.

Dengan sisa tujuh lomba musim ini, pembalap Tim Mercedes AMG Petronas itu sudah mengoleksi 284 poin hasil dari delapan kemenangan dan empat finis podium dari total 14 lomba yang sudah berlangsung. Praktis, Hamilton tinggal butuh finis podium untuk mengunci gelar keenam setelah 2008, 2014, 2015, 2017, dan 2018.




Baca Juga :
- Tak Ada Aktifitas On-Track Hari Ini, Apa yang Dilakukan oleh Pembalap Formula 1?
- Revisi Lengkap Jadwal Formula 1 GP Jepang 2019




Bottas, rekan setim Hamilton, saat ini ada di peringkat kedua klasemen, tertinggal hingga 63 poin dari Hamilton. Pembalap asal Finlandia itu memang baru dua kali memenangi lomba. Namun, performanya terbilang sangat konsisten. Selain menang di Australia dan Azerbaijan, Bottas mampu finis podium di sembilan lomba lain. Bottas pun hanya sekali tidak mampu merebut poin, tepatnya saat tak mampu melajutkan lomba di GP Jerman.

"Tidak ada gunanya menyerah ketika hitungan matematika mengatakan itu (gelar) masih memungkinkan. Jelas bakal menjadi perjuangan berat, terlebih jika Anda bersikap realistis dengan melihat cara kerja Hamilton dan konsistensinya. Tapi tentu saja Anda tidak pernah tahu apa yang bisa terjadi," kata Bottas.


Baca Juga :
- Pacarnya yang Model Ditinggalkan, Pembalap F1 Ini Ingin Fokus untuk Ferrari
- CEO Mercedes Toto Wolff Tegaskan Lewis Hamilton Ingin Tinggalkan F1


Mercedes memang membebaskan kedua pembalapnya saling bersaing di trek untuk memperebutkan kemenangan. Menurut mereka, itu merupakan cara terbaik untuk meningkatkan kinerja mobil. Selain itu, kinerja Bottas juga terlihat semakin meningkat karena ia harus bisa mengalahkan Hamilton.

"Ini F1. Semua telah melihat banyak hal gila yang terjadi jadi tidak ada gunanya menyerah. Saya fokus pada diri sendiri, tampil sebaik mungkin. Sebagai sebuah tim, kami akan terus berkembang. Tapi yang pasti tidak ada alasan untuk menyerah," ujar Bottas.

Di GP Italia, akhir pekan lalu, Bottas yang finis di posisi kedua memiliki strategi bagus. Itu juga membuatnya finis di depan Hamilton untuk kali keempat tahun ini. “Kami berusaha semaksimal mungkin untuk meraih kemenangan di Monza dan telah mencoba semua yang kami rencanakan. Tapi itu tidak cukup,” kata Bottas.

Tetapi, Prinsipal Tim Mercedes Toto Wolff menegaskan belum puas dengan kinerja Bottas di Sirkuit Monza lalu. Namun, ia lebih kecewa dengan performa mobil mereka, W10 EQ Power+. Pasalnya, ketika berada di belakang lawan dalam keadaan kecepatan tertinggi, mobil sulit dikendalikan.

“Jelas terlihat Bottas sangat kesulitan mengendalikan mobil saat berada di belakang mobil lain. Situasi Hamilton sama. Tapi ia berhasil sedikit lebih dekat dengan Charles Leclerc (Ferrari). Inilah yang perlu ditingkatkan oleh Bottas. Sisi positifnya, Bottas memiliki kecepatan lomba yang mengesankan," kata Wolff.*MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho