news
BULUTANGKIS
Fajar/Rian Diandalkan Sabet Gelar Indonesia Masters
12 September 2019 16:27 WIB
berita
Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto (ketiga dan kedua dari kanan) berpose bersama para pengurus PP PBSI dan penyelenggara Indonesia Masters.
JAKARTA - Ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto diharapkan mampu merebut gelar di BWF World Tour Super 100 Yuzu Indonesia Masters 2019. Turnamen seri BWF World Tour tersebut akan digelar di GOR Ken Arok, Malang, Jawa Timur (Jatim), 1-6 Oktober. Sebanyak 302 pebulu tangkis dari 15 negara bakal bersaing.

Sebagai tuan rumah, Indonesia mengirim 139 pebulu tangkis.




Baca Juga :
- Alasan Terjadi Pergantian Pemain di Skuat Timnas Bulutangkis Indonesia untuk SEA Games 2019
- PB Exist Jakarta Kawinkan Piala Liem Swie King dan Susy Susanti di Superliga Junior 2019




Berkaca dari edisi sebelumnya, ketika digelar di Sahabudin Sports Hall, Pangkal Pinang, Bangka Belitung, tuan rumah meraih dua gelar. Masing-masing melalui tunggal putra Ihsan Maulana Mustofa dan ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari.

Susy Susanti selaku Kabid Binpres PP PBSI berharap skuat Merah Putih dapat mengulang kesuksesan tersebut. “Kali ini, peluang terbesar Indonesia untuk meraih gelar ada pada sektor ganda putra dengan Fajar/Rian sebagai unggulan pertama dan Berry Anggriawan/Haridanto kedua. Selain itu, Indonesia juga memiliki peluang pada sektor lainnya. Kami berharap, semua sektor bisa memberikan yang terbaik,” kata Susy di Jakarta, Rabu (11/9) kemarin.


Baca Juga :
- Fajar/Rian Belum Puas Diri Usai Juara Korea Open 2019
- Bertemu Pasangan Jepang di Final Korea Open 2019, Fajar/Rian: Mereka Ulet


Di tempat yang sama, Fajar/Rian mengaku siap memberikan yang terbaik. Ganda peringkat ketujuh dunia itu akan memanfaatkan turnamen ini untuk menambah poin menuju Olimpiade XXXII/2020 Tokyo. Saat ini mereka berada di posisi 14 dalam peringkat Race to Tokyo dengan raihan 29.240 poin.

“Turnamen ini masuk perhitungan poin untuk Olimpiade dan kami tertinggal jauh dari senior. Jadi, kami ingin mengejar poin agar tidak berbeda jauh,” ucap Fajar. "Kami sudah kalah start dari Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan karena mereka ikut dan menjuarai Selandia Baru Terbuka. Mereka juga juara di All England, Indonesia Terbuka, dan Kejuaraan Dunia,” ujar Rian.

Sebelum berlaga di Yuzu Indonesia Masters, Fajar/Rian, terlebih dahulu akan mengikuti dua turnamen Super 1.000 Cina Terbuka (17-22 September) dan Super 500 Korea Terbuka (24-29 September). “Kami akan fokus pada turnamen yang akan kami hadapi. Kami juga optimistis bisa meraih hasil baik di Indonesia Masters,” kata Fajar.

Ketua Panitia Indonesia Masters Achmad Budiharto mengatakan ajang ini tergolong penting karena merupakan satu dari rangkaian turnamen menuju Olimpiade XXXII/2020 Tokyo, Jepang. Karena itu tidak heran bila sejumlah pebulu tangkis papan atas dunia pun dipastikan turun.

“Kami berharap turnamen bisa berlangsung sukses karena turnamen ini, salah satu untuk mengumpulkan poin jelang Olimpiade Tokyo. Tentunya, turnamen ini juga akan menjadi kompetisi bagi pebulu tangkis muda dari berbagai negara,” ujar Achmad di Glass House, Pacific Place, Jakarta, Rabu (11/9).

Yuzu Indonesia Masters merupakan satu dari tiga turnamen elite di Tanah Air. Sebelumnya, Indonesia juga telah menggelar Super 500 Daihatsu Indonesia Masters (22-27 Januari) dan Super 1.000 Blibli Indonesia Terbuka (16-21 Juli).

Head of Marketing Yuzu Ricky Tjitrahardja berharap ajang ini dapat meningkatkan kemampuan pebulu tangkis muda, sebelum nantinya berlaga di level yang lebih tinggi. Selain itu, Ricky juga mengatakan ajang ini menjadi salah satu komitmen pihaknya untuk mendukung kemajuan olahraga di Indonesia.

“Kami menyemangati para atlet muda untuk pantang menyerah dalam memperjuangkan nama bangsa di dunia bulu tangkis sampai kancah internasional. Kami sangat berharap dapat terus berkontribusi untuk memajukan  olahraga di Tanah Air,” tutur Ricky.*MUHAMMAD RAMDAN

T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news