LIGA 1
Tak Mau Rugi, Persebaya Tetap Bawa Pemain Timnas yang Kelelahan ke Kalimantan
12 September 2019 11:23 WIB
berita
Pemain Persebaya melakukan rapat singkat sebelum bertolak ke Palangka Raya - Istimewa/Media Persebaya
PALANGKA RAYA – Persebaya sebenarnya memiliki stok pemain yang cukup untuk pertandingan melawan Kalteng Putra, Jum'at (13/9) nanti. Namun, asisten pelatih Wolfgang Pikal rupanya tetap membutuhkan tenaga pemain timnas Indonesia. Tiga pemain itu adalah Hansamu Yama, Ruben Sanadi, dan Irfan Jaya.

Padahal, bersama timnas, Hansamu tampil penuh dua kali, Ruben tampil sekali sebagai starter dan pengganti, sedang Irfan Jaya hanya sekali tampil sebagai pengganti. Dua pertandingan tersebut, yakni saat melawan Malaysia pada Kamis (5/9) lalu dan melawan Thailand pada Selasa (10/9).


Baca Juga :
- Komentar Bejo Usai Persebaya Imbang Lawan Kalteng Putra
- Pelatih Timnas Kuwait dan Uzbekistan Dipecat, Akankah Simon McMenemy Menyusul?




Meski Hansamu dan Ruben baru saja tampil penuh, keduanya tetap masuk daftar pemain yang dibawa ke Palangka Raya. Pemain lain seperti gelandang asing Damian Lizio, malah dicoret alias tidak dibawa. Ini menandakan bahwa Pikal tak ingin mengambil risiko dengan bereksplorasi.

“Kita membawa 18 pemain, termasuk pemain timnas senior. Pemain yang berangkat dari Surabaya semua siap untuk tampil. Sedangkan untuk yang dari timnas kemungkinan ada sedikit kendala kebugaran, kami akan lihat kondisi mereka nanti di Palangka Raya,” ujar Wolfgang Pikal.


Baca Juga :
- Tidak Meyakinkan, Hector Cuper Dipecat dari Jabatan Pelatih Timnas Uzbekistan
- Kalah 0-3 dari Australia, Pelatih Timnas Kuwait Dipecat


Adapun skuat Bajol Ijo, julukan Persebaya, bertolak ke Kalimantan pada Rabu (11/9) siang. Dari Surabaya, hanya 14 pemain yang berangkat. Sisanya, tiga pemain timnas dan Otavio Dutra, berangkar dari Jakarta 4. Dengan komposisi yang ada, Pikal optimistis bisa mencuri minimal satu poin.

Sementara itu, pada Kamis ini, terhitung sudah genap sepekan Pikal memimpin latihan Persebaya, bersama asisten pelatih Bejo Sugiantoro. Duet asisten pelatih ini nantinya akan membantu Alfred Riedl, pelatih baru Persebata, untuk melambungkan tim pada putaran kedua Liga 1 2019.

Dalam sepekan latihan tersebut, terlihat jelas Pikal sangat menerapkan disiplin dengan tegas. Namun tetap terasa ada nuansa riangnya. Misalnya, saat ada pemain yang telat datang ke latihan, sudah disiapkan sanksi berat. Pemain yang telat bisa ”memilih” hukumannya sendiri dengan memutar wheel of fortune alias roda nasib.

“Jika ada yang terlambat datang, harus memutar wheel of fortune, dari sana ditentukan bentuk hukuman bagi yang terlambat,” ungkap Pikal. Soal wheel of fortune itu, Pikal mengaku terinspirasi dari tim sepak bola Jerman. Bentuknya berupa lingkaran dengan delapan bidang di dalamnya.

Saat diputar, jarum yang ada di sisi lingkaran akan menunjuk salah satu bidang. Di dalam bidang itu ada jenis hukuman, mulai dari menyantuni Panti Asuhan Bonek, menjadi asisten pelatih tim kelompok umur Persebaya, membantu memasak, hingga menjaga Persebaya Store. Ada tulisan “your lucky day.”

“Saya senang, sampai saat ini wheel of fortune belum bertugas,” ucap Pikal. Roda nasib itu pun disambut baik pemain. “Saya tidak berniat melanggar dan tidak mau dihukum. Tapi kalau melanggar, saya akan pilih menjaga Persebaya Store. Kan di sana bisa ketemu Bonita," kata Osvaldo Haay.* Muhammad Bahrul Marzuki

Pemain Persebaya ke Palangka Raya

Kiper: Miswar Saputra, Imam Arif Fadilah

Belakang: Ruben Karel Sanadi, Otavio Dutra, Abu Rizal Maulana, Hansamu Yama, Rachmat Irianto, M. Syaifuddin, Andri Muliadi

Tengah: Rendi Irwan, Misbakus Solikin, Fandi Eko, Oktafianus Fernando, Irfan Jaya, M. Hidayat, Alwi Slamat

Depan: David da Silva, Osvaldo Haay

news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news