UMUM
Timnas Indonesia Kalah Terus, Suporter Tuntut Tanggung Jawab PSSI
11 September 2019 08:03 WIB
berita
Foto - Mehdi dan pelatih Timnas Indonesia
JAKARTA - Dua kekalahan Timnas Indonesia di awal Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia membuat siapa saja patah hati. Terutama suporter yang sudah mati-matian memberi dukungan buat Sang Garuda.

Setelah kalah dari Malaysia, terbaru Indonesia ditelan Thailand. Dalam pertandingan kedua kualifikasi di Grup G, Selasa 10 September 2019 malam, Indonesia kalah telak 0-3 dari Thailand.

Teriakan boo... untuk kiper Andritanya Ardhiyasa dan yel-yel Simon Out yang merujuk pelatih Simon McMenemy, terdengar riuh saat Indonesia terus tertinggal dari Thailand. Situasi yang wajar, mengingat penonton datang dengan membayar tiket yang tidak murah.

Sekadar diketahui tiket termurah yang ditetapkan PSSI adalah Rp 125 ribu untuk Kategori 3. Lalu Kategori 2 Rp 175 ribu, Kategori 1 Rp 350 ribu, VIP Timur Rp 750 ribu, dan VIP Barat Rp 1 juta.

Mehdi, pemerhati sepak bola nasional sekaligus penonton laga Indonesia melawan Thailand, merasakan kekecewaan mendalam. Ia seolah mewakili perasaan dari suporter Timnas Indonesia.

"Saya melihat permainan paling buruk yang pernah saya lihat. Kasihan saya melihat Evan Dimas dan kawan-kawan seperti tidak ada nyawa," kata Mehdi.

"Mereka seperti bermain kehilangan kepercayaan diri. Hanya bertumpu kepada 1 striker dan tidak bermain dengan teknik yang bagus."

"Tidak ada rencana A, B, dan C. Terlalu lama ada pergantian pemain. Thailand bermain sangat rapi. Beda kelas dengan Indonesia. Apa yang salah?"

"Kami sebagai penonton sudah membayar yang tidak murah. Tapi tidak ada tanggung jawab PSSI terhadap timnas."

"Tolong jangan korbankan anak bangsa. Biar bagaimanapun keringat mereka adalah nadi kita."

"Penonton ikhlas membayar berapapun asalkan timnas memberikan yang terbaik. Kalah tidak masalah, tapi terhormat. Apalagi GBK adalah harga mati buat kehormatan bangsa," tuturnya.*Ari DP

news
Penulis
Ari DP
Penggemar semua cabang olahraga. Asli Yogyakarta, KTP Sleman, tinggal di Jakarta.
news