news
FORMULA 1
Hamilton Ingin Jajal Batasan Aturan Baru F1
11 September 2019 13:25 WIB
berita
Pembalap Tim Mercedes AMG Petronas Lewis Hamilton menilai aturan balap F1 saat ini cenderung longgar karena ringannya sanksi untuk pelanggar.
MONZA - Lewis Hamilton memastikan bakal mengubah gaya balapnya. Juara dunia dari Tim Mercedes AMG Petronas itu menilai, regulasi lomba Formula 1 (F1) saat ini mengenai pelanggaran yang dilakukan oleh pembalap cukup ringan. Karenanya, ia ingin mencari tahu sampai mana batasan dari aturan baru yang dibuat oleh F1. Ini menyusul persaingan ketat dengan Charles Leclerc di Sirkuit Monza, Italia, Minggu (8/9) lalu.

Hamilton melihat longgarnya aturan balap itu terjadi sejak Grand Prix (GP) Austria, 30 Juni lalu. Saat itu, Leclerc gagal meraih kemenangan setelah dipaksa melebar dan keluar trek oleh Max Verstappen, pembalap Tim Aston Martin Red Bull Racing, yang akhirnya memenangi lomba tersebut.




Baca Juga :
- Hamilton Juara Dunia Formula 1, Mantan Rekan Setim Ucapkan Selamat
- Max Verstappen Harus Mulai Belajar dari Kesalahan, Jika Ingin Jadi Juara Dunia




“Saya tidak merasa ada sebuah permasalahan. Jika kami dibolehkan berlomba seperti itu, saya akan berkendara seperti itu. Seharusnya, selama tidak diperbolehkan memaksa mobil lain keluar trek, maka Anda tidak boleh melakukan itu. Selama tidak bersenggolan, maka Anda hanya akan mendapat bendera peringatan,” kata Hamilton.

Persaingan ketat antara Hamilton dan Leclerc di Sirkuit Monza sempat menimbulkan pertanyaan besar. Leclerc dianggap melakukan hal yang tidak sportif karena tak memberikan ruang kepada Hamilton saat ingin menyalipnya. Situasi tersebut membuat ban belakang Hamilton keluar trek dan membuatnya hampir tergelincir.


Baca Juga :
- Hamilton: Verstappen Bak Magnet Tabrakan
- Pasifnya Balapan di GP Meksiko Jadi Bukti Bahwa F1 Butuh Ubah Regulasi


Pengawas lomba hanya memberikan Leclerc bendera hitam/putih, yang berarti kartu kuning. “Satu-satunya yang dibutuhkan adalah tetap menjaga lawan di belakang Anda. Selama Anda melakukannya dengan bersih, maka tidak akan terjadi pelanggaran. Saya hanya ingin tahu bagaimana cara bertarung yang benar,” ujar Hamilton.

Federasi Automobil Internasional (FIA) telah bekerja dengan timnya untuk meninjau ulang berbagai insiden sepanjang musim ini. Hal itu dilakukan agar mereka bisa menentukan regulasi baru tanpa memberikan hukuman terlalu keras. Salah satu contoh dari peninjauan itu adalah digunakannya kembali bendera peringatan hitam/putih.

“Jika pertarungan dengan Leclerc terlihat keren, maka kami akan berlomba dengan cara seperti itu. Anda seharusnya memberikan ruang. Sekarang saya tidak tahu apa yang menjadi unsur permasalahan karena tidak begitu yakin dengan peraturan yang ada,” kata Hamilton.

Pembalap asal Inggris itu berharap para pengawas lomba dapat membuat aturan yang pasti tanpa berubah-ubah di setiap perlombaan. Pasalnya, itu bakal menjadi acuan setiap pembalap untuk melakukan serangan atau pertahanan di trek. Pertarungan antara dirinya dan Leclerc diharapkan dapat menjadi sebuah pembelajaran besar.

Leclerc sendiri mengaku cukup terbuka dengan kembalinya bendera hitam/putih di perlombaan F1. Menurutnya, itu tidak akan merugikan pembalap yang sedang berupaya mempertahankan posisinya. Mengingat pada kejadian sebelumnya, pengawas lomba langsung menjatuhkan penalti yang dapat merugikan mereka yang sudah berusaha keras.

Dengan enam lomba tersisa, Hamilton – juara dunia F1 lima kali (2008, 2014, 2015, 2017, 2018) – masih memimpin klasemen pembalap dengan 284 poin. Ia unggul hingga 63 poin atas peringkat kedua yang juga rekan setimnya, Valtteri Bottas. Verstappen ada di posisi ketiga (185 poin) diikuti Leclerc (182).*MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

 

loading...
T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news