LIGA INGGRIS
Bek Tottenham Merasa Tak Butuh Membuktikan Kualitasnya
11 September 2019 14:56 WIB
berita
Bek Danny Rose mengaku dirinya masih mungkin hengkang dari Tottenham meski telah kembali mendapatkan kepercayaan pelatih Mauricio Pochettino musim ini./AFP
LONDON – Danny Rose menegaskan bahwa dirinya tidak perlu membuktikan apa pun musim ini. Sebelumnya, masa depan bek kiri 29 tahun tersebut dipertanyakan setelah Tottenham Hotspur FC berniat menjualnya musim panas lalu. Kabar itu semakin santer setelah Rose tidak masuk dalam komposisi skuat yang diboyong untuk menjalani tur pramusim. Namun fakta yang terjadi adalah sebaliknya.

Rose selalu tampil sebagai starter dalam empat pertandingan awal Tottenham di Liga Primer 2019/20. Bahkan, penampilan solidnya di level klub membuat sang pemain kembali mendapatkan panggilan membela timnas Inggris untuk dua laga kualifikasi Piala Eropa 2020 bulan ini. Rose tidak menampik kemungkinan bakal hengkang dari Spurs, tetapi sekarang, ia ingin fokus melanjutkan performanya.




Baca Juga :
- Vorm Balik Kandang ke Tottenham
- Hugo Lloris Cedera, Tottenham Tandatangani Kiper Pengganti, tapi Masih Wajah Lama




“Saya senang setelah kabar akan dijual sepanjang musim panas lalu, tetapi justru terus bermain sebagai starter dalam empat laga awal bersama Tottenham dan Inggris,” kata Rose. “Semua berita (tentang masa depan) saya yang dipublikasikan tiga bulan terakhir tidak sepenuhnya benar. Saya mungkin akan membahasnya, namun tidak dalam waktu dekat ini.”

Rose ingin konsentrasi penuh menjagan performa. Eks pemain Leeds United FC itu pun merasa tak perlu membuktikan kualitas dan kapasitasnya. Publik akan bisa menilai dari penampilannya. “Saya sudah melakukan itu sebelumnya. Dan saya punya pelatih yang tahu dan percaya pada kemampuan saya. Saya pikir itu sudah cukup. Hal terpenting adalah bagaimana membalas kepercayaan tersebut,” ujar Rose lagi.


Baca Juga :
- Performa Kane Belum Memenuhi Standar Musim Ini
- Alli Niat Jaga Asupan Makanan dan Kurangi Aktivitas demi Pulihkan Performa


Pelatih Tottenham Mauricio Pochettino memang tidak akan menghalangi manajemen klub jika berniat menjual Rose musim panas lalu. Keinginan Spurs melepas pemain kelahiran Doncaster, Inggris, 2 Juli 1990 tersebut dipicu oleh komentar dan kritik vokalnya terhadap kebijakan gaji dan investasi pemain klub pada awal 2018 lalu. Hal tersebut turut membuat hubungannya dengan Pochettino memburuk.

Alhasil, Rose hanya bermain 10 kali di Liga Primer 2017/18. Pochettino lebih memilih memplot Ben Davies sebagai pilihan utama di posisi bek kiri. Situasi membaik musim lalu, ia bermain 26 kali di ajang liga. Tetapi, itu tak membuat klub kehilangan keinginan melepasnya. Sejumlah tim elite Eropa seperti Juventus FC, Paris Saint Germain FC (PSG), hingga Atletico Madrid tertarik merekrutnya.

Bahkan, Watford FC mencoba memboyong Rose pada hari terakhir sebelum jendela transfer Inggris ditutup pada 8 Agustus lalu. Namun tidak ada negosiasi yang terealisasi. Alhasil, Rose tetap bertahan di Stadion Tottenham Hotspur. Ia masih memiliki kontrak hingga Juni 2021 mendatang. Dan kemungkinan pihak klub akan melepasnya musim panas tahun depan sebelum mereka harus kehilangannya secara cuma-cuma.

Meski selalu dipercaya starter oleh Pochettino dalam empat laga liga musim ini, posisi Rose tidak sepenuhnya aman. Salah satu alasan karena sang pelatih tidak punya opsi lebih baik. Davies belum kembali ke bentuk terbaiknya. Sementara rekrutan anyar, Ryan Sessegnon belum pulih dari cedera hamstring. Jika pemain 19 tahun itu telah pulih, kemungkinan besar Rose akan kehilangan statusnya sebagai starter.*  

I
Penulis
I Gede Ardy E