LIGA INGGRIS
Fabinho Sukes Berperan Menjadi “Mercusuar” Liverpool
11 September 2019 13:41 WIB
berita
Gelandang Liverpool Fabinho mengeksekusi penalti dalam sebuah pertandingan./Istimewa
LIVERPOOL – Jika menanyakan kepada Pepijn Lijnders apa sebenarnya peran Fabinho di Liverpool FC musim ini, maka asisten pelatih The Reds tersebut akan menjelaskannya dengan detail yang panjang dan mendalam. Ketika diminta untuk melakukan hal itu pada Februari, Lijnders menyebut pemain asal Brasil itu sebagai "mercusuar" tim.

Tugasnya, mengendalikan “kekacauan terorganisasi” yang diinginkan pelatih Juergen Klopp dan bertindak berdasarkan dorongan sebagai “defending forward”. “Kami punya pencetak gol andal, jadi saya coba melakukan bagian saya, mengover pertahanan dan distribusi bola,” kata Fabinho mengungkap perannya kepada liverpoolfc.com pekan lalu.


Baca Juga :
- Bukan Moh Salah atau Mane, Heskey Justru Menyebut Firmino Membawa Perubahan Liverpool
- Firmino Spesial dan Komplet




Pernyataannya itu, tentu saja, deskripsi diri yang terbilang ringkas mengenai tugas Fabinho di lini tengah Liverpool. Namun, satu hal yang jelas gelandang 25 tahun itu telah memantapkan dirinya sebagai salah satu komponen kunci dari tim juara Liga Champions 2018/19 itu.

“Saya sebenarnya berpikir bahwa dia (Fabinho) adalah yang terbaik di Liga Primer sekarang untuk posisi tersebut (jangkar),” kata mantan bek Liverpool, Jamie Carragher, setelah kemenangan 3-0 pasaukan Juergen Klopp di kandang Burnley, Sabtu (7/9) lalu.


Baca Juga :
- Rekor Mane di Anfield Sempurna
- Menanti Aksi Koulibaly dan Van Dijk


Kuat dalam tekel dan penguasaan bola, Fabinho suka tanggung jawab yang dilimpahkan Klopp sebagai jangkar The Reds –penyeimbang atau volante sebagaimana mereka menyebutnya di Brasil–. “Saya suka posisi ini. Anda harus banyak berpartisipasi dalam permainan dan berperan penting menjaga ritme permainan,” ujar Fabinho.

Lebih lanjut, mantan pemain AS Monaco itu mengatakan, “Di sisi pertahanan, Anda harus sangat waspada untuk membantu tim. Saya selalu mencoba tetap tenang dengan bola di kaki saya, meskipun tidak membiarkan ketenangan itu menjadikan permainan menjadi melambat. Saya tetap akan mencoba mengendalikannya.”

Fabinho melanjutkan, “Gaya bermain kami adalah intensitas, dengan tim mencoba mengeksploitasi kecepatan dan tekanan maksimum. Itulah mengapa kami selalu sangat siap secara fisik untuk memaksakan ritme ini dalam permainan. Saya tidak bisa ketinggalan, Anda harus bisa mengikuti ritme tersebut.”

Ini pola pikir dan pendekatan berdasarkan insting pribadinya sendiri. “(Instruksi) pelatih (Klopp) lebih kolektif dan umum,” kata Fabinho menuturkan. "Instruksi umumnya adalah agar kami bersantai dan bermain sepak bola. Kami tahu kualitas tim ini, jadi dia meminta bermain rileks namun tetap maksimal.”

Diakui, memang butuh beberapa waktu bagi pendukung Liverpool untuk melihat bakat pemain internasional Brasil itu secara penuh setelah kedatangannya dari Monaco pada musim panas 2018. Setelah menandatangani kontrak bersama The Reds, Fabinho harus menunggu 152 hari untuk memainkan laga Liga Primer pertamanya.

Sekarang, setelah menjadi bagian dari kemenangan Liverpool di Liga Champions musim lalu dan menutup kampanye domestik Liga Primer dengan 97 poin, Fabinho bertekad mengembangkan diri dari posisi yang sangat kuat. Bahwa sekarang ini adalah periode yang sangat baik baginya untuk benar-benar melebur dengan sepak bola Liverpool.

"Saya benar-benar bahagia sekarang dan berharap untuk beradaptasi, meningkatkan diri lebih banyak lagi. Saya merasa sangat nyaman setelah menetap selama beberapa waktu di sini, di klub, di kota, dengan rekan setim saya, rekan senegara saya khususnya. Saya senang di sini dan juga benar-benar puas dengan penampilan saya di lapangan."*NURUL IKA HIDAYATI

 

I
Penulis
I Gede Ardy E
news