LIGA ITALIA
Barella-Sensi Membuktikan Postur Mini Bukan Kendala
11 September 2019 15:19 WIB
berita
Gelandang Stefano Sensi telah mendapat tempat di tim inti FC Internazionale.-Topskor.id/istimewa-
MILAN – FC Internazionale tampaknya akan terengah-engah dalam 22 hari ke depan. Pada kurun waktu tersebut, mereka harus melakoni tujuh pertandingan. Udinese Calcio, AC Milan, SS Lazio, UC Sampdoria dan Juventus FC menunggu di Seri A, sedangkan Slavia Praha dan Barcelona menantang di Liga Champions.

Untuk melewati siklus itu, kelelahan fisik dan mental menjadi ancaman. Oleh karena itu, pelatih Antonio Conte mesti melakukan rotasi.


Baca Juga :
- Lukaku Dinamit Inter
- Conte Paling Mahal




Selasa (10/9), Conte mendapatkan lagi dua gelandang berperawakan pendek dengan kemampuan maksimal, Nicolo Barella (172 cm) dan Stefano Sensi (168 cm). Di Tampere, Finlandia, keduanya dipasangkan oleh allenatore tim nasional Italia, Roberto Mancini. Sensi di posisi Marco Verratti dan Barella di bagian dalam kanan, yang biasa ditempati eks pemain Cagliari Calcio itu. Secara bergatian, mereka mendominasi di setiap babak. Mereka membuktikan bahwa tidak terkendala postur mini.

Performa mengagumkan itu merupakan sinyal positif yang seharusnya dapat menginspirasi Conte. Dia telah memberikan kepercayaan kepada Sensi untuk memperkuat tim inti, sebaliknya Barella kurang diperhitungkan hingga pekan kedua Seri A. Tentu saja Presiden I Nerazzurri Steven Zhang tidak mau investasi 75 juta euro (sekira Rp1,1 triliun) sia-sia.


Baca Juga :
- Seri A Royal
- Ini Pencapaian Conte Selama 100 Hari


Jumlah ini menjelaskan bahwa mereka bukan sekadar wakil Marcelo Brozovic atau taruhan untuk masa depan. Dalam rencana klub, Barella-Sensi ini selalu bisa menjadi otak tim yang baru, membebaskan gelandang Kroasia tersebut dari beberapa tugas sebagai playmaker. Mereka juga dapat membantu meloloskan para penyerang ke area penalti.

Pasangan Sensi-Barella telah main bersama dua kali: 7 menit lawan US Lecce dan 21 menit di Cagliari. Penerus Radja Nainggolan selalu masuk ke lapangan sebagai pengganti sebab Conte memilih elemen yang mengandalkan fisik, Matias Vecino.

Setelah laga lawan Cagliari, pelatih menjelaskan, “Sensi langsung mengerti apa yang saya inginkan dari dia. Nicolo butuh sedikit waktu untuk memahami permainan kami. Kami sedang membicarakan pemain yang siap dan dia bisa main di bagian dalam, tapi tidak seperti Brozovic dan Sensi.” Jadi Barella tidak akan mengisi posisi play tapi menjadi pemain yang dapat main vertikal dan masuk ke antara barisan lawan.

Mantan centrocampista US Sassuolo itu telah memperlihatkan kualitas kakinya dan dapat mengukur gawang dengan tendangan bebas. Barella juga hebat dalam permainan bola mati seperti yang terlihat di Sardinia. Skill ini hampir tidak pernah terlihat di Inter dalam dua tahun terakhir. Mungkin hanya Brozovic yang mampu melakukan tendangan bebas dengan baik tapi tidak ada pemain yang spesialis dalam hal ini. Duo baru Inter ini mungkin bisa mengubah situasi ini.

Sensi dan Barella tidak hanya memiliki kualitas dan usia muda. Cukup melihat mereka main dekat dengan Romelu Lukaku untuk menyadari bahwa 'tinggi badan' bukan sebuah keharusan untuk posisi ini, setidak-tidaknya dalam sepak bola modern. Cerita tim nasional Spanyol dan Barcelona yang dipimpin oleh Xavi Hernandez dan Andres Iniesta, dengan hanya Sergio Busquets yang tinggi di tengah. Para gelandang mungil itu malah jadi inspirator juara tim.

Pep Guardiola juga menerapkan strategi ini di Manchester City bersama David Silva dan Fernandinho. Sekarang Paris Saing Germain dan Bayern Muenchen menerapkan formula serupa di depan pertahanan (Idrissa Gueye-Marco Verratti dan Joshua Kimmich-Thiago Alcantara).*** Dari berbagai sumber

 

X
Penulis
Xaveria Yunita
news