INFOGRAFIS
Bisa, Garuda!
10 September 2019 10:37 WIB
berita
JAKARTA – Hasil imbang Thailand lawan Vietnam bisa menjadi tanda bahwa peluang timnas Indonesia meraih kemenangan sangat terbuka. Selasa (10/9) ini, Tim Garuda akan kembali tampil dalam kualifikasi Piala Dunia zona Asia menjamu Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Pertandingan ini menjadi krusial setelah kekalahan yang dialami pasukan Simon McMenemy dari Malaysia, 2-3, Kamis (5/9) lalu.

Karena kekalahan tersebut, Hansamu Yama dan kawan-kawan kini menempati posisi juru kunci klasemen sementara penyisihan Grup G. Meski demikian, peluang untuk meraih juara grup atau runner-up tentu masih sangat terbuka mengingat ini baru awal, baru akan memasuki laga kedua dari fase kualifikasi ini. Karena itulah, duel menghadapi Tim Gajah Perang—julukan Thailand—harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Alberto Goncalves alias Beto, akan kembali diharapkan perannya seperti saat menorehkan dua gol dalam laga lawan Malaysia. Penyerang Madura United ini memang mampu menjadi predator setiap kali diturunkan dalam laga timnas. Ya, dalam dalam tiga laga terakhir timnas senior termasuk lawan Malaysia, selalu diwarnai dengan torehan gol penyerang 38 tahun tersebut.

Produktivitas Beto dimulai pada Juni lalu ketika Indonesia takluk 1-4 dari Yordania, dalam laga uji coba di Amman. Beto menorehkan gol dari penalti. Selanjutnya, aksi Beto kembali terlihat dalam laga lawan Vanuatu saat Indonesia pesta gol (6-0). Pada pertandingan tersebut, Beto menorehkan empat gol. Dan, terakhir, dua golnya ke gawang Malaysia.

Dengan produktivitas tersebut, wajar jika Beto menjadi harapan Tim Garuda. Dia dinilai sebagai salah satu penyerang naturalisasi terbaik yang pernah dimiliki timnas Indonesia. Meski sudah 38 tahun namun usia tidak membuat pemain ini kehilangan tenaga dan nalurinya dalam menorehkan gol. Ketika menghadapi Malaysia, bintang kelahiran Brasil ini terlihat tidak menyerah, termasuk berani berduel deengan para pemain Malaysia yang usianya lebih muda.

Meski demikian, sosok dan kemampuan tersebut tentu membuatnya mudah dikentarai pemain belakang lawan. Dengan demikian, dibutuhkan gelandang yang dapat membantu Beto dalam menorehkan gol. Evan Dimas, Stefano Lilipali, dua gelandang yang memiliki kreativitas. Lalu, tekanan dari sayap dengan umpan-umpan silang, juga dibutuhkan karena faktanya Thailand memiliki pertahanan yang cukup solid.

Ya, kekalahan Thailand dari Vietnam memperlihatkan bahwa lawan mereka pun mengawali fase ini dengan hasil yang tidak maksimal. Faktanya, imbang lawan Vietnam bukanlah satu-satunya hasil minim yang diraih mereka. Sebelumnya, Thailand mengalami tiga kekalahan beruntun meski hasil tersebut terjadi bukan dalam ajang kompetitif di tingkat internasional atau Asia.

Meski demikian, empat laga tanpa kemenangan cukup memperlihatkan bahwa mereka memiliki masalah. Namun, tentu saja, ada efek lain dari situasi tersebut yaitu Thailand akan semakin berambisi untuk meraih poin penuh dalam laga ini. Di sisi lain, pelatih Thailand, Akira Nishino, masih mencoba untuk membentuk skuatnya. Hasil imbang lawan Vietnam merupakan debut dari pria asal Jepang sebagai pelatih Tim Gajah Perang.

“Thailand tetap berbahaya karena mereka memiliki pemain yang sama. Di tim ini masih Chanatip Songkrasin atau Supachok Sarachat,” kata McMenemy, terkait kondisi lawan yang akan dihadapi Tim Garuda. Belakangan, memang muncul isu bahwa Nishino dalam tekanan terkait kegagalannya meraih kemenangan dalam debutnya tersebut.

Dari dua nama pemain yang disebutkan McMenemy, sosok Supachok Sarachat juga menjadi perhatian karena perannya sebagai penyerang dalam laga tersebut. Karakternya sebagai gelandang serang memang memungkinkan bagi Sarachat untuk bermain lebih ke depan sebagai false 9. Faktor ini pula yang harus diwaspadai pertahanan timnas Indonesia dalam pertandingan nanti.

Namun, eksperimen tersebut justru tidak berhasil. Sebaliknya, Nishino banyak mendapatkan kritik khususnya dari pers Thailand. Selain mempertanyakan pilihan pemain, strategi permainan Nishino yang menggunakan penyerang palsu juga menjadi perhatian. Dengan situasi tersebut, tampaknya, Nishino akan mencoba lebih baik lagi saat menghadapi Indonesia. Jadi, inilah yang harus diperhatikan, kemungkinan kejutan yang akan diberikan oleh pria 64 tahun tersebut.***

T
Penulis
TSM
news