TOP FEATURE OLIMPYC
Audisi Djarum Jangan Berhenti
10 September 2019 11:20 WIB
berita
Fung Permadi, Manajer Tim PB Djarum (kiri, kacamata), mencoba menenangkan para pelatih dan orangtua peserta Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis Purwokerto yang kecewa ajang ini akan ditiadakan tahun depan.
GELARAN Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 di Purwokerto tidak seperti penyelenggaraan di kota-kota sebelumnya. Setelah rutin digelar sejak 2006, Purwokerto menjadi kali terakhir gelaran ajang ini. Kemungkinan besar, Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2020 akan ditiadakan meskipun sifatnya masih tentatif.

Semua berawal dari tuduhan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terhadap Djarum. Hal itupun memunculkan reaksi dari para orangtua atau pelatih anak-anak peserta seleksi.


Baca Juga :
- Kemenpora dan PB FORKI Diminta Tidak Berpihak Soal Sengketa Lemkari
- Polemik Berakhir! KPAI Cabut Surat, Audisi Bulutangkis Jalan Terus




“Audisi Djarum jangan berhenti. Kami sangat kecewa jika itu (jeda) sampai terjadi sebab kami tidak merasa adanya eksploitasi anak di sini,” kata Parjimin, salah satu orangtua peserta. Aris Amaludin, salah satu dari kelompok penentang (15 pria dewasa), menambahkan: “Yang ada itu membunuh bakat anak yang jadi tidak tersalurkan. Terutama bagi yang tidak mampu.”

Audiensi pun dilakukan dengan Fung Permadi selaku Manajer Tim PB Djarum yang coba menenangkan. “Kami akan mencari langkah terbaik, dan tidak akan berhenti untuk mencari bakat-bakat yang ada apapun kesulitannya. Pencarian talenta muda telah menjadi komitmen. Jika nantinya audisi dijeda, di seleksi di Kudus masih akan tetap berlangsung,” tutur Fung.


Baca Juga :
- Purwokerto Loloskan 26 Anak ke Final Audisi di Kudus
- Audisi di Purwokerto Sengit dan Berbeda


Barisan orangtua serta pelatih anak-anak itupun mengaku bahwa mereka siap pasang badan untuk berbicara dengan pihak KPAI. “Jika bisa, pihak yang tidak senang dan apalagi bilang ada eksploitasi anak datang langsung agar dapat mendengar sendiri bahwa yang ada di lapangan, orang tua dan anak malah lebih suka ada audisi,” kata Aris lagi.

Mantan pebulu tangkis ternama, Lilyana Natsir, juga berkomentar. “Saya turut menyayangkan (jika berhenti). Sedih,” ucap mantan pemain yang akrab disapa Butet itu.

Di lain kesempatan, berbagai dukungan memang terus berdatangan agar Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis tetap berlangsung atau jangan berhenti. Baik dari pihak terkenal ataupun khalayak luas.

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir misalnya, siap memediasi antara pihak Djarum dengan KPAI. “Keduanya lembaga yang dibutuhkan bangsa. Karena itu saya ingin mereka saling duduk bersama sehingga mendapatkan solusi terbaik untuk semua pihak. Dan memang itu jalan yang benar soal masalah ini,” katanya.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi juga tidak ketinggalan menyuarakan dukungannya. Dari awal via Instagram pribadi hingga Kemenpora yang menyurati langsung KPAI. Sedang di Twitter, ada serangan dari netizen seperti dengan tagar #DjarumJanganPamit hingga #BubarkanKPAI yang keduanya sempat jadi trending topic.*TAUFANI RAHMANDA

T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news