BULUTANGKIS
Audisi di Purwokerto Sengit dan Berbeda
10 September 2019 13:15 WIB
berita
Seorang anak putri peserta berteriak meluapkan ekspresi setelah menyingkirkan lawannya di tahap kedua Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 di GOR Satria, Purwokerto, Senin (9/9) kemarin.
PURWOKERTO - Ada yang berbeda Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 di Purwokerto yang Selasa (10/9) ini menjadi hari terakhir. Bukan hanya karena 48 peserta dipastikan bakal menyajikan persaingan sengit. Duel hari ini mungkin juga jadi yang terakhir dari gelaran Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis menyusul tudingan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bahwa PB Djarum telah mengeksploitasi anak-anak lewat ajang ini.    

Bila melihat seperti apa jalannya sistem gugur pada hari kedua, seleksi hari terakhir ini dipastikan bakal ketat. Selama tiga hari, para peserta yang awalnya mencapai 904 orang memang harus melalui berbagai ujian untuk bisa sampai di hari ini.




Baca Juga :
- Purwokerto Loloskan 26 Anak ke Final Audisi di Kudus
- Audisi Djarum Jangan Berhenti




Seleksi pertama adalah screening, yang kemudian menyisakan 206 orang untuk tahap dua, Senin (9/9). Bertempat di GOR Satria, anak-anak ini saling adu kemampuan, menjadi yang terbaik hingga terus maju ditentukan di hari takhir.

“Jika dibanding sebelumnya, bakat yang ada (soal kualitas) terdapat peningkatan seiring membaiknya fasilitas yang ada di Purwokerto. Pertandingan berlangsung sengit tadi dan itu bakal berlangsung hingga besok (Selasa). Kualitas tentu memengaruhi hal itu,” kata Fung Permadi, Manajer Tim PB Djarum yang juga merupakan bagian dari tim pencari bakat.


Baca Juga :
- Ketua KOI Ingin Satukan Persepsi PB Djarum dan KPAI
- Setelah Hendra, Kini Ahsan Juga Diguyur Bonus


Hari terakhir ini melanjutkan pola turnamen (sistem gugur) yang sudah dimulai di tahap kedua. Nantinya para peserta yang lolos fase ini menjadi wakil dari seleksi Purwokerto untuk mengikuti audisi final di Kudus pada 20-22 November di GOR Djarum. Hingga kemudian mendapat peluang masuk dalam karantina dan menjadi bagian dari PB Djarum.

Bagi peserta yang tak berhasil melaju hingga beres tahap akhir Purwokerto tetap masih memiliki kesempatan. Ada tiket emas yang akan diberikan tim pencari bakat bagi anak-anak yang dianggap mampu, atau memiliki kualitas dan menjanjikan. Pengumuman peraih golden ticket itu juga bakal dilangsungkan hari ini, setelah beres tahap turnamen.

Terkait polemik pihak Djarum dengan KPAI yang belakangan muncul, jelas mengganggu berjalannya Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 di Purwokerto ini. Seperti diberitakan sebelumnya, KPAI menuduh Djarum melakukan eksploitasi anak sehingga pihak PB Djarum berencana meniadakan audisi pada 2020 nanti.

“Tentu mengganggu, sebab dengan itu (polemik yang terus berkembang) paling tidak membuat fokus kami (tim pencari bakat) menjadi terbelah. Saat memantau, takut ada hal-hal yang tak diinginkan terjadi di luar sana. Sefokus apa pun tim penilai, pasti tetap terganggu karena itu. Dampak tersebut tak bisa dipungkiri,” kata Fung.

Meskipun begitu, efek polemik Djarum-KPAI tidak berlaku untuk para penampilan peserta. Pasalnya anak-anak masih terus antusias mengejar mimpinya. “Antuasiasme dari para peserta masih luar biasa. Kesungguhan mereka dalam menjalani audisi ini bahkan menggembirakan saya,” kata Ahmad Budianto, Sekjen PBSI yang hadir langsung di GOR Satria.*TAUFANI RAHMANDA

 

Peserta Tahap Akhir (Hari Ketiga) Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis di Purwokerto, Selasa (10/9):
Kategori         Jumlah
U11 Putra       16 Orang
U11 Putri        8
U13 Putra       16
U13 Putri        8
TOTAL            48

 

Peserta Tahap Dua (Awal Turnamen) Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis di Purwokerto, Senin (9/9):
Kategori         Jumlah
U11 Putra       64 Orang
U11 Putri        52
U13 Putra       64
U13 Putri        26
TOTAL            206

T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho