LIGA INGGRIS
Sissoko Ungkap Rahasia Mampu Bangkit bersama Spurs
09 September 2019 13:30 WIB
berita
Gelandang Tottenham asal Prancis Moussa Sissoko cepat melupakan masa suram saat gagal turun di Piala Dunia 2018.
LONDON - Moussa Sissoko mengungkapkan rahasinya mampu bangkit setelah terpuruk pada 2017/18. Tottenham Hotspur tidak memberikan menit bermain banyak untuk gelandang asal Prancis itu. Akibatnya, Sissoko tidak masuk timnas Prancis di Piala Dunia 2018. Sissoko tambah kecewa karena Prancis kemudian menjadi juara Piala Dunia di Rusia tersebut.

Padahal, dua tahun sebelumnya, Sissoko tampil impresif di Piala Eropa 2016 dengan membawa Prancis ke final. Meski begitu, pemain 30 tahun ini enggan larut dalam kekecewaan. Sebaliknya, Sissoko menjadikan situasi itu sebagai bagian dari perjalanan  kariernya.


Baca Juga :
- Messi Kembali Berlatih, tapi Belum Tentu Main Lawan Dortmund
- Bukan Moh Salah atau Mane, Heskey Justru Menyebut Firmino Membawa Perubahan Liverpool




“Tentu saja, tidak tampil di Piala Dunia 2018 sangat mengecewakan. Namun, itu bukan akhir dalam karier saya,” kata Sissoko. “Ketika itu, pilihan pelatih sangat menyakiti saya. Hanya, itu memang bagian dari hukum di sepak bola. Satu-satunya upaya saya dengan bekerja keras.”

Pernyataan pemain yang masuk dalam skuat terbaik Liga Champions musim lalu itu beralasan. Sissoko langsung bangkit. Bahkan, jadi bagian penting Hotspur saat mencapai final Liga Champions 2018/19. Spurs memang hanya menjadi runner-up akibat kalah dari Liverpool FC. Namun, penampilan Sissoko tergolong stabil.


Baca Juga :
- Firmino Spesial dan Komplet
- Rekor Mane di Anfield Sempurna


“Saya tidak ingin terus gagal. Saya selalu berusaha untuk menang. Saya tidak pernah merasa sekuat hari ini,” ujar Sissoko. “Sering dikatakan, bentuk terbaik sebagai pemain ketika berusia 28 hingga 30 tahun. Saya tidak percaya sebelumnya. Namun, saya kini memiliki periode terbaik.”

Pemilik nomor punggung 17 ini didatangkan dari Newcastle United pada 31 Agustus 2016. Nilainya mencapai 30 juta paun atau sekitar Rp514 miliar berdasarkan kurs saat ini. Sejak musim lalu, pelatih Mauricio Pochettino seperti memberi garansi sektor tengah untuknya. Sissoko pun membalas kepercayaan tersebut dengan penampilan yang maksimal.
Itu mengapa, tidak ada yang menyalahkan ketika dia handball pada final Liga Champions 2018/19. Akibatnya, Hotspur dihukum penalti yang tidak disia-siakan penyerang Liverpool, Mohamed Salah untuk mencetak gol cepat. Pochettino justru memotivasi Sissoko untuk segera bangkit mengingat handball biasa terjadi dalam pertandingan.

“Musim lalu saya bermain hingga 95 persen sebagai gelandang tengah. Di posisi inilah saya merasa bisa mengekspresikan diri jadi yang terbaik. Saya berusaha menyesuaikan diri dengan peman lain dalam skuat. Memang, awalnya butuh waktu. Namun, saya bekerja keras untuk melakukan yang terbaik,” tutur Sissoko.*CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER


 

T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news