TOP FEATURE FOOTBALL
Laca Pertama Kenal Arsenal ketika Henry Mencetak Gol
09 September 2019 15:16 WIB
berita
Penyerang Arsenal Alexandre Lacazette berharap bisa meniru jejak kesuksesan Thierry Henry di Emirates./AFP
KETIKA Alexandre Lacazette – yang biasanya dipanggil Laca – pertama kali memikirkan Arsenal FC, saat itu Thierry “Titi” Henry sedang bermain dan mencetak gol. Wajar jika sebagai anak-anak, dalam benak striker berkebangsaan Prancis itu langsung terpikir, "Saya juga ingin melakukan itu". Mimpinya terwujud belasan tahun kemudian.

“Saya selalu menjadi fan loyal Titi. Saya mengikuti karirnya dengan cermat. Dia panutan besar bagi saya. Untuk mencapai apa yang dia lakukan di klub ini jelas akan fantastis. Saya ingin menulis ‘bab’ saya sendiri di Emirates. Saya ingin membuat pendukung Arsenal bahagia seperti Titi dulu melakukannya,” ujar Laca kepada Arsenal Player.


Baca Juga :
- Firmino Spesial dan Komplet
- Spurs Ingin Ketajaman Kane di Timnas Inggris Berlanjut di Liga Primer




Tiga saudara lelaki dan orangtua Laca sudah berada di sisinya sejak dia mulai bermain sepak bola. Masing-masing punya peran berbeda. “Seseorang mengurus (kegiatan) sepak bola saya, satu lagi mengurus uang, satu lagi kehidupan pribadi saya,” ungkapnya.

Baru-baru ini Laca menemukan beberapa foto waktu dia kecil. Dan di setiap foto selalu ada bola di tangannya. Posisi favoritnya, penyerang tengah atau striker. Tetapi dia juga suka bermain di depan gawang, walau sang ibu kurang suka karena berpikir kiper posisi yang berbahaya. Berkat dorongan ibunya, Laca mulai serius jadi striker.


Baca Juga :
- Ceballos Lebih Nyaman Bermain untuk Arsenal daripada Madrid
- Publik Emirates Rindukan Oezil


Usia 10 tahun, Laca dapat kontrak dari Olympique Lyon, walau sudah menginginkannya  tiga tahun sebelumnya. Namun, ayahnya mengatakan itu terlalu dini. “Ayah saya ingin saya tetap sekolah, bersenang-senang. Karena, jika saya telah gabung ke akademi Lyon, semua akan lebih serius,” Laca menjelaskan alasan si ayah.

Hingga suatu hari Laca harus mengambil keputusan sulit, menerima tawaran bermain untuk Arsenal. Beberapa tahun sebelumnya, dia telah bicara dengan klub London Utara, tetapi itu bukan momen tepat. “Ketika mereka kontak lagi, saya sangat senang. Diskusi antara kedua klub berjalan cepat.”

Laca pernah mengunjungi Emirates sebelumnya dengan Lyon. Kala itu, pada 2009, sehari usai dia mencetak gol kemenangan di final Kejuaraan Eropa U-19 Eropa di Prancis. Berangkat pukul 6 pagi, Laca, Yannis Tafer, Timothee Kolodziejczak, Clement Grenier dan Enzo Reale naik kereta ke London untuk ikut tur keliling Emirates.

Sebenarnya justru Francis Coquelin yang mengatakan hal-hal baik tentang Arsenal pada Laca, bahwa The Gunners adalah klub hebat. Bahwa Laca tidak akan pernah menyesal mengenakan jersey Tim Meriam London. Dan itu terbukti. Klub, pemain, staf, fan, dan pelatih Unai Emery menyambut dengan tangan terbuka.

Laca bahkan menyukai bekerja dengan kolega strikernya, Pierre-Emerick Aubameyang, biasa dipanggila Auba, “Saya selalu ditanya tentang 'persaingan' dengan Auba, tetapi sama sekali tidak seperti itu. Kami tahu jika kami bersama, kami bisa lebih kuat dan kami hanya memiliki target yang sama, yaitu memenangkan sesuatu untuk klub.”

Sebelum Auba datang, Laca mengaku tak mengenal striker asal Gabon itu. Hanya dengar kasak-kusuk dia orang baik. “Kami bicara dan menyadari kami saling menyukai. Itu hubungan baik kami berdua sejak awal. Saya senang dia ada di sini karena Auba striker hebat dan juga orang yang baik. Kami hanya berbicara dan tertawa bersama juga.”

Emery juga memiliki efek besar dalam adaptasi Laca. “Dia ingin 100 persen setiap hari. Dia ingin kita menang, bahkan saat latihan. Dia menginginkan kualitas juga. Saya pikir musim ini akan lebih baik karena kini saya tahu Liga Primer, saya tahu rekan setim, kami saling mengenal. Dengan kerja keras kami bersama, semua akan jadi lebih baik.”*NURUL IKA HIDAYATI

 

 

I
Penulis
I Gede Ardy E
news