news
LIGA INGGRIS
Performa Leno Bikin Cemas Arsenal
09 September 2019 14:48 WIB
berita
Kiper Arsenal Bernd Leno berusaha menghalau bola tendangan pemain lawan dalam sebuah pertandingan./Istimewa
LONDON – Bernd Leno belum menikmati awal terbaiknya musim ini. Sudah enam gol bersarang di gawangnya hingga laga keempat Liga Primer 2019/20. Meski masih terlalu awal untuk merasa panik, Arsenal FC mulai khawatir dengan performa kiper utama mereka tersebut.

Sejak awal 2017/18, Arsenal menjadi klub Liga Primer dengan catatan paling banyak melakukan eror yang berujung gol bagi tim lawan, yakni 29 kali. Faktanya, hanya dua tim lain, Southampton (24) dan Bournemouth (23), yang juga memiliki lebih dari 16 kesalahan yang sama selama periode tersebut.




Baca Juga :
- Jadwal Liverpool hingga Akhir Tahun Masih Relatif Mudah
- Pengalaman Baru, Praveen/Melati ke 16 Besar setelah Berkenalan dengan Angin




Untuk Arsenal, pelakunya ada tiga pemain. Masalahnya, walau gelandang Granit Xhaka dan bek Shkodran Mustafi, sama-sama kerap melakukan blunder, jika bergabung, hanya delapan insiden. Sedangkan, Leno, walau telah memainkan sepak bola kurang dari satu musim, mencatatkan enam kesalahan berujung gol untuk tim lawan.

Selama bertahun-tahun, Arsenal memang selalu dipusingkan dengan masalah penjaga gawang. Sejak kepergian Jens Lehmann, The Gunners tidak bisa menemukan sosok yang dapat diandalkan, konsisten, yang mampu menghentikan tembakan, di depan gawang mereka.


Baca Juga :
- Barca Harus Segera Tentukan Pengganti Busquets, Ambil dari Internal Saja, Materinya Ada
- Spesialis Gelar Lowong, Petinju Meksiko Ini Incar Sabuk Juara Dunia Keempat


Harapan itu muncul saat Petr Cech tiba dari Chelsea FC pada 2015. Walau melakukan dua kesalahan dalam laga pembukaannya, kalah 0-2 dari West Ham United FC, penampilan kiper asal Republik Ceko tersebut membaik, tetapi tidak pernah mencapai level tertingginya seperti saat bermain di Stamford Bridge.

Kala Unai Emery tiba di Emirates pada Mei 2018, dia ingin menerapkan sepak bola yang lebih modern, gaya bermain dari belakang. Maka itu, Leno didatangkan dengan 20 juta paun. Kiper asal Jerman ini debut dengan menggantikan Cech yang cedera, dan sejak itu menyingkirkan seniornya tersebut dari starting line-up hingga akhir musim lalu.

Namun musim ini, Leno belum bermain di level yang sama tinggi dengan yang dia akhiri di kampanye tahun lalu. Dia tampak gemetar saat melawan Burnley FC, walau akhirnya tetap memenangkan laga itu untuk Arsenal. Tapi sepanjang laga Leno sangat kewalahan ketika menghadapi serangan bola-bola atas dan operan-operan cepat The Clarets.

Tendangannya pun jauh dari meyakinkan saat tandang ke Anfield. Kiper yang lahir pada 4 Maret 1992 itu tak mampu mendistribusikan bola ke rekannya di depan saat ada tekanan di depan gawangnya. Saat Derbi London Utara, dia membuat Christian Eriksen mencetak gol pembuka Tottenham setelah tak tepat menepis tembakan Erik Lamela.

Setidaknya, Leno lebih meyakinkan dibanding Emiliano Martinez yang dipinjamkan ke Reading musim lalu. Walau acap kali berbuat ceroboh, dia masih membuat beberapa penyelamatan penting musim ini. Salah satunya, saat melawan Spurs, reaksi cepat Leno menggagalkan tendangan melengkung Son Heung Min ke sudut kiri atas gawangnya.*NURUL IKA HIDAYATI

 

 

 

loading...
I
Penulis
I Gede Ardy E
news
news