LIGA 2
Pemain Pinjaman dari Persib Mulai Unjuk Gigi, tapi Belum Bisa Angkat Performa Bandung United
09 September 2019 14:26 WIB
berita
Selebrasi pemain Persibat usai membobol gawang Bandung United Sabtu (7/9) lalu/Foto: Media Persibat Batang
BANDUNG – Mantan pemain Persib Bandung yang dipinjamkan ke Bandung United mulai menunjukkan kapasitas. Kuartet M Wildan Ramdani, Agung Mulyadi, Puja Abdillah, dan Muchlis Hadi Ning Syaifulloh sudah memberi warna lain pada tim satelit Persib Bandung itu dalam kompetisi Liga 2 2019 Wilayah Barat.

Mereka pun sudah memproduksi gol dan memperlihatkan kualitas teknik yang baik. Puja dan Muchlis mencetak gol saat Bandung United menggulung PSGC Ciamis. Agung mendonasikan satu gol saat Bandung United ditaklukkan Persibat Batang 1-2 di Stadion M Sarengat, Batang, Sabtu (7/9). Tinggal Wildan yang belum menjebol gawang lawan.


Baca Juga :
- Buta Kekuatan PSMS Medan, Wildan Ramdani Bakal Tampil Enjoy
- Bandung United Tidak Melihat Nama Besar PSMS Medan




"Apa pun adanya, spirit saya tidak akan padam. Saya akan berusaha memberikan yang terbaik dan angkat prestasi tim. Kewajiban pemain untuk terus bekerja keras mengubah wajah prestasi timnya," ujar Wildan, menyemangati diri, Minggu (8/9).

Sedangkan asisten pelatih Bandung United Yusuf Bachtiar mengakui kontribusi mantan Persib sangat kental. “Mereka memberi perubahan dan mencairkan permainan tim selain menambah daya gedor. Buktinya Puja, Agung, dan Muchlis sudah cetak gol. Pengalaman mereka membangkitkan rasa percaya diri pemain lainnya," kata Yusuf.


Baca Juga :
- Lini Serang Jadi Sorotan Pelatih Persib Robert Rene Alberts
- Golnya Selamatkan Persib, Begini Komentar Nick Kuipers


Hanya memang, diakui legenda Persib itu, kontribusi mereka belum maksimal. Belum nyetel dengan langgam permainan yang dikembangkan Bandung United. Bola-bola yang diinginkan para mantan Maung Bandung belum terpasok sempurna. Itu sebabnya mereka takluk di Batang.

"Teknik kuartet Persib sebenarnya bagus. Harusnya dimaksimalkan dengan bola-bola pendek yang matang. Jangan dikasih bola udara untuk duel. Jangan dipaksa adu kencang dengan bek lawan. Pasti kedodoran mereka karena tipikalnya bola-bola pendek," ujar mantan otak serangan Maung Bandung itu kepada TopSkor.

Untuk mencapai hal itu memang butuh waktu. Apalagi persiapan tim sangat mepet. Pun mayoritas pemain masih hijau untuk tampil dalam kompetisi yang ketat dan panas atmosfernya. Komunikasi, kolektivitas, dan pemahaman belum sesuai ekspektasi.

"Pemain berpengalaman panjang saja butuh waktu adaptasi untuk mendapat chemistry. Apalagi Bandung United yang dibentuk bersama kompetisi berjalan. Tapi kami akan terus memadupadankan mereka untuk membesut prestasi. Sayang jika servis mereka gagal dimaksimalkan," ucap pria kelahiran Bandung, 14 Juni 1962 itu.

Yusuf  juga meminta pemain tidak selalu menyalahkan wasit. "Betul wasit sering rugikan tim. Tapi, pemain juga mestinya jangan buat pelanggaran yang tidak perlu hingga akhirnya merugikan tim. Sudah banyak kejadian gawang kami bobol dari bola-bola mati. Jadi harus hati-hati dan tidak mengundang wasit kasih hukuman," ucapnya.

Celah kosong di belakang menurut Yusuf juga harus tertutup. Selain terus membenahi penyelesaian akhir lewat permainan efektif. "Dua sisi ini yang jadi masalah krusial. Di belakang mudah bobol karena out position, di depan kurang tajam. Ini PR yang harus diselesaikan agar kami cepat keluar dari zona degradasi," Yusuf menegaskan.*Dani Wihara

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news