news
LIGA ITALIA
Fonseca Menguji Formula 3,5
09 September 2019 14:56 WIB
berita
Gianluca Mancini menjadi berfungsinya ide formula 3,5 AS Roma.-Topskor.id/istimewa-
ROMA – Paulo Fonseca ingin AS Roma berganti kulit. Pelatih tersebut membuka laboratorium di Trigoria. Dia menguji formula 3,5 dalam skema 4-2-3-1 untuk mengatasi masalah di sayap. Leonardo Spinazzola, Davide Zappacosta, Cengiz Under dan Diego Perotti tak dapat tampil karena cedera.

Bek Gianluca Mancini bertolak dari sayap kanan merupakan kunci dari model tersebut. Tugas yang sama diembannya dalam tim nasional Italia asuhan Roberto Mancini. Ide ini terbantu dengan hadirnya Chris Smalling di jantung pertahanan.




Baca Juga :
- Update Hasil dan Klasemen Liga Europa, Jumat Dini Hari WIB
- Moenchengladbach Rintangan Terberat Roma




Jadi Mancini bisa digeser ke kanan untuk menciptakan kembali salah satu sistem taktik yang mana fleksibilitas pemain bisa menjadi kunci. Berhubung mantan difensore Atalanta BC itu merupakan pemain tengah yang cukup gesit, maka tim akan lebih sedikit mengambil risiko dalam duel satu lawan satu, terutama ketika Aleksandar Kolarov main di sayap lapangan untuk membantu lini serangan. Tentu saja, dalam fase pressing, dia memberikan lebih sedikit jaminan dibandingkan para pemain cedera.

Sebenarnya itu bukan ide baru di Seri A. Paulo Sousa saat menukangi ACF Fiorentina pernah menerapkan taktik yang mendorong bek sayap untuk bergerak maju. Pada 2016, Luciano Spalletti mengikuti dengan mencoba memasang Antonio Rudiger di kanan lalu kiri (Bruno Peres di sisi berbeda). Jauh sebelum itu, di Roma, Fabio Capello sudah menggunakan formasi empat bek. Jonathan Zebina yang bergerak layaknya metronome di sayap kanan.


Baca Juga :
- Amra-Dzeko Pisah Ranjang
- Update Hasil dan Klasemen Liga Italia Serie A, Senin Dini Hari WIB


Sementara itu, untuk formula serangan, Fonseca memikirkan cara menurunkan Nicolo Zaniolo (atau Under), Henrikh Mkhitaryan, Nikola Kalinic (atau Perotti) dan Edin Dzeko bersama. Bisa saja memasangkan dua pemain terbaik dalam situasi tertentu. Winger pinjaman Atletico Madrid berguna bagi tim untuk mencari gol. Di sayap kanan, Zaniolo dapat membantu Alessandro Florenzi sehingga tidak begitu kewalahan dalam melindungi tim.

Fonseca terkadang bisa meninggalkan formasi 4-2-3-1 untuk 4-3-1-2, memperkuat barisan lapangan tengah tanpa kehilangan permainan berbahaya di depan, terutama jika memainkan Dzeko dan Kalinic berpasangan. Mkhitaryan sebagai penyerang lubang, mungkin bersama Zaniolo di belakang dua penyerang. Pastinya tim Roma dibentuk untuk menyerang karena ambisi klub Roma semakin meningkat.

Mkhitaryan harus melalui proses penyesuaian diri di Roma setelah bertahun-tahun merumput di mancanegara. Winger pinjaman Arsenal FC itu mendapat dukungan dari Francesco Totti. “Dia dapat meningkatkan kualitas, kuantitas. Selama dua tahun, dia bermain dan tidak bermain tapi saya harap di Roma, dia merasa seperti di rumah. Mkhitaryan memiliki teknik dan motivasi yang ingin dipamerkan,” kata ikon I Giallorossi itu.

Pendapat senada diutarakan Dzeko. Penyerang ini tidak merasa tersaingi dan terancam dengan adanya pesepak bola asal Armenia itu. “Saya gembira dengan kedatangannya di Roma. Tentunya ada perubahan sangat besar pindah dari Liga Primer ke Seri A. Di Inggris, sepak bola lebih cepat, di Italia lebih mengutamakan taktik. Mkhitaryan tak akan punya masalah dengan adaptasi. Kami akan membantunya,” ujarnya.* Dari berbagai sumber

loading...
X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news