TOP OPINI FOOTBALL
Tidak Ada yang Tidak Bersalah dalam Sepak Bola Indonesia
07 September 2019 16:47 WIB
berita
Foto - Ari DP
RAMAI diperdebatkan pergantian pemain oleh coach Simon McMenemy yang malah semakin melemahkan lapangan tengah. Atau pemilihan kiper dan lain-lain.

Menurut saya kita belum sampai di level itu. Menyalahkan pihak-pihak tertentu secara spesifik adalah hak negara yang sepakbolanya sudah maju. 


Baca Juga :
- Hasil Semifinal Bulu Tangkis China Open 2019, Sabtu 21 September
- Posisi Kritis, Begini Rencana Timnas U-16 Malaysia untuk Hadapi Jepang




Kalau kita masih di level “semua bersalah”.

Maksud saya begini.


Baca Juga :
- Cuplikan Pertandingan Kekalahan Timnas U-16 Malaysia dari Laos
- Prediksi Pelatih Timnas U-16 Cina Soal Lawan Indonesia


Pemain menyalahkan klub karena kerap kurang profesional. Tapi pemain sendiri rata-rata masih tidak memperhatikan konsumsi dan porsi istirahat sesuai kebutuhan atlet. Ibarat Ferrari yang diisi bensin oplosan. Ora iso ngono.

Klub menyalahkan pemain, tapi klub masih sering tidak memberikan hak pemain dan tidak mendidik pemainnya sendiri. 

Mengeluhkan kemampuan taktis dan kedisiplinan pemain, tapi klub masih jauh dari total membina akademi. Pemandu bakat profesional enggak ada. Setelah liga, banyak yang dibubarkan. Ora iso ngono.

Penonton minta klub punya tim bagus, menang, juara. Tapi masih sering anarkis dan terlalu ikut campur internal klub. Ora iso ngono.

Pelatih mengeluh soal ini dan itu, tapi banyak yang tidak mau belajar. 

Padahal peningkatan pemahaman soal taktik, psikologi pemain, kepemimpinan, atau sport science, sangat perlu dilakukan pelatih kita. Sudah ada YouTube, sudah ada Google, ilmu sudah semakin gampang dicari. Ora iso ngono.

You get the point. Kalau dilanjutkan pihak pemerintah, federasi, juga wartawan, semua masih memiliki banyak ruang untuk berkembang. No one is innocent.

Sebelum itu dilakukan kita masih “kalah bersama”. Kekalahan dari malaysia adalah kekalahan kita bersama, tanggung jawab kita bersama. 

Bukan tanggung jawab kiper yang tampil kurang myakinkan, bukan tanggung jawab bek kanan yang salah posisi di gol ketiga, bukan tanggung jawab pelatih yang kurang beruntung dalam melakukan pergantian pemain. 

No, my friend, ini tanggung jawab kita bersama. Salam 

Timo Scheunemann

(Pemerhati dan pelatih sepak bola)

news
Penulis
Ari DP
Penggemar semua cabang olahraga. Asli Yogyakarta, KTP Sleman, tinggal di Jakarta.
news