LIGA INGGRIS
Liverpool Kental Pengaruh Samba
07 September 2019 13:24 WIB
berita
Roberto Firmino mampu bermain sama baiknya di hampir semua posisi lini depan Liverpool. Kini, ia menjadi second striker andalan pelatih Juergen Klopp.
LIVERPOOL - Brasil dikenal sebagai penghasil pesepak bola berbakat dalam sepak bola. Nyaris di berbagai klub besar dunia, khususnya klub Eropa diperkuat pemain asal negara Amerika Selatan tersebut. Termasuk, Liverpool yang memiliki tiga wakil. Itu meliputi Alisson Becker pada posisi kiper, Fabio Fábio Henrique Tavares alias Fabinho (gelandang), dan Roberto Firmino (striker).

Sebelumnya, sudah ada empat pemain asal Brasil yang memperkuat Liverpool. Salah satunya Philippe Coutinho yang berseragam The Reds pada 2013 hingga 2017. Hanya, kebersamaan berakhir 6 Januari 2018 setelah menerima pinangan Barcelona. Ketika itu, Coutinho memecahkan rekor penjualan terbesar dalam sejarah Liverpool yang mencapai 145 juta paun (sekitar Rp2,1 triliun dengan kurs saat ini).


Baca Juga :
- Messi Kembali Berlatih, tapi Belum Tentu Main Lawan Dortmund
- The Saints Tidak Terkalahkan di Empat Laga Terakhir Semua Ajang




Tanpa Coutinho, tren pemain asal Brasil di Liverpool berlanjut karena ada Firmino yang gabung sejak 2015 silam. Bahkan, enam bulan berikutnya, bertambah dua pemain. Ya, Fabinho didatangkan dari AS Monaco pada 28 Mei 2018 diikuti Alisson dari AS Roma (19 Juli). Kolaborasi mereka yang memiliki posisi berbeda langsung tokcer.

Firmino, Fabinho, dan Alisson berperan penting saat Liverpool menjuarai Liga Champions 2019/20. Bahkan, sama-sama jadi starter pada final versus Tottenham Hotspur. Sementara, di Liga Primer, meski hanya jadi runner-up, kontribusi mereka sangat signifikan. Itu mengapa, pelatih Liverpool, Juergen Klopp selalu mengandalkannya.


Baca Juga :
- Man. City Butuh Laporte
- Tottenham Tembus Empat Besar


Transformasi Firmino
Firmino tiba pada musim panas 2015 ketika Liverpool masih ditangani Brendan Rodgers. Firmino awalnya diplot sebagai gelandang bertahan. Yang menarik, meski aslinya sebagai striker, tapi Firmino dikenal sebagai pemain serba bisa.

Termasuk, saat Rodgers menurunkannya jadi gelandang sayap. Hingga, sejak Klopp masuk pada 8 Oktobe 2015, Firmino mulai menemukan jati diri sebagai penyerang tengah. Kehadiran Mohamed Salah pada 2017 membuatnya jadi trisula di lini depan Liverpool bersama Sadio Mane.

Memang, jumlah gol Firmino tertinggal dibanding keduanya. Namun, itu karena Klopp memposisikannya sebagai false nine. Pelatih berpaspor Jerman itu mengakui visi Firmino yang membuatnya bebas berkreasi daripada sekedar mencetak gol. “Dia melakukan bisa segalanya. Itulah kelebihan dari Firmino,” kata Klopp, memuji.

Fabinho, Gelandang Elite Eropa
Sempat dicap gagal saat dipinjam Real Madrid pada 2013 silam dari Rio Ave. Kini, Fabinho jadi salah satu gelandang bertahan terbaik di benua biru. Dia menemukan jati dirinya ketika bersama AS Monaco pada 2013 hingga 2018. Puncaknya, ketika memperkuat Liverpool dengan Fabinho jadi tokoh kunci bagi strategi Klopp.

Alisson Kandidat Ballon d’Or

Mengukir rekor sebagai kiper termahal di dunia saat Liverpool merekrutnya dari Roma pada musim panas 2018. Nilainya, mencapai 66 juta paun yang dibayar lunas dengan penampilan impresif di lapangan. Keberhasilan Liverpool menjuarai Liga Champions musim lalu tidak lepas dari cekatan kedua tangannya. Termasuk, clean sheet saat menjamu Barcelona di Anfield pada leg kedua semifinal yang berujung kemenangan 4-0. Alisson pun masuk nominasi calon peraih Ballon d’Or 2019.***CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news