LIGA ITALIA
Italia Mencari Konsistensi
07 September 2019 13:04 WIB
berita
Leonardo Bonucci mesti menemukan keselarasan dengan partnenya di jantung pertahanan Italia.-Topskor.id/istimewa-
TAMPERE – Untuk kali pertama dalam sejarah, tim nasional Italia menyapu lima kemenangan beruntun di kualifikasi Piala Eropa. Prestasi impresif yang kian mendekatkan tim asuhan Roberto Mancini menuju putaran final 2020 nanti. Berikutnya, ada duel melawan Finlandia di Tampere, Minggu (8/9) malam): runner-up Grup J yang jadi ancaman terbesar perjalanan mereka.

Kemajuan terbesar Gli Azzurri sejak ditangani Mancini adalah konsistensi. Bukan cuma dari segi hasil, tapi permainan. Andrea Belotti dan kawan-kawan mampu memadukan sepak bola menyerang dengan organisasi yang solid. Lima pertandingan, 15 poin, 16 gol, dan cuma kebobolan 2. Inilah statistik yang meyakinkan para tifosi bahwa Italia mulai menemukan kembali kualitas sebagai tim besar.




Baca Juga :
- Trigoria Bersolek buat Piala Eropa 2020
- Sirigu Enggan Geser Donnarumma




Meski demikian, tetap masih banyak hal yang perlu disempurnakan. Penyelesaian di depan gawang, misalnya, harus lebih efektif. Belotti muncul sebagai pahlawan Italia saat menaklukkan Armenia 3-1 lewat dobel gol. Tapi jumlah tersebut sebenarnya bisa tambah banyak jika penyerang Torino FC itu lebih tenang dan fokus. Mancini juga menilai permainan sektor sayap melalui Federico Bernardeschi dan Federico Chiesa kurang maksimal.

“Saya tak bilang ini performa terburuk. Namun, kami sangat menderita pada awal laga,” ujar Mancini. “Armenia punya keunggulan kondisi fisik setelah memulai kompetisi lebih awal. Sedangkan kami masih belum panas. Kartu merah yang mereka terima juga membuat situasi kian sulit, karena kami harus menembus pertahanan ketat 10 pemain.”


Baca Juga :
- Pesta Liar! Semua Orang Harus Bercinta Semalaman, Merayakan Lolosnya Ukraina ke Euro 2020
- Italia Sempurna! Mancini Tertawa Kemungkinan Kejar Rekor Pozzo


Sang pelatih juga menyoroti pasangan Leonardo Bonucci dan Alessio Romagnoli di lini belakang, kombinasi anyar yang dicoba menyusul cederanya Giorgio Chiellini. Komunikasi antara keduanya belum terbangun sempurna sehingga lawan leluasa mengancam lewat serangan. Gol pembuka Armenia jadi bukti.”Ada keserasian yang perlu diperbaiki. Pada sepuluh menit pertama, pertahanan kami sangat rentan. Tapi seiring waktu semua membaik,” kata Mancini.

Secara keseluruhan, performa Italia lumayan bagus. Mancini bisa saja menurunkan komposisi yang sama saat bertandang ke Finlandia nanti. Kecuali Marco Verratti yang bakal absen akibat akumulasi kartu kuning. Tempat gelandang Paris Saint-Germain itu akan diberikan kepada Stefano Sensi, yang sejauh ini sangat impresif di level klub bersama FC Internazionale. Lorenzo Pellegrini, pencetak gol ke gawang Armenia, juga layak diperhitungkan.

Yang terpenting, menghadapi Finlandia, Italia tak bisa main ceroboh seperti babak pertama di Armenia. Lawan mereka kali ini lebih sinis, takkan memberi ampun kesalahan sekecil apapun. Bukan tanpa alasan bila tim asuhan Markku Kanerva itu berada di peringkat kedua Grup J, hanya terpaut 3 poin dari Italia. Mereka bukan hanya jeli memanfaatkan peluang, tapi juga sulit ditembus. Lihat rekor empat laga terakhir: empat kemenangan tanpa sekalipun kebobolan.

Di lini depan, Finlandia sangat mengandalkan Teemu Pukki yang sedang berada di puncak performa. Bersama Norwich City FC di level klub, striker 29 tahun itu sudah menggelontorkan lima gol dalam empat laga, berada di papan atas tabel top scorer Liga Primer. Sedangkan di kancah internasional, dia melesakkan empat gol dalam tiga pertandingan terakhir, termasuk penalti kemenangan ke gawang Yunani, tengah pekan kemarin.*** Dari berbagai sumber

 

FINLANDIA (4-4-2)
1 Hradecky; 22 Raitala, 4 Toivio, 2 Arajuuri, 18 Uronen; 8 Lod, 14 Sparv, 6 Kamara, 13 Soiri; 20 Tuominen, 10 Pukki;
Cadangan: 12 Joronen, 3 Granlund, 5 Vaisanen, 23 Jaakkola, 11 Schuller, 7 Karjalainen, 9 Jensen;
Pelatih: Markku Kanerva

ITALIA (4-3-3)
21 Donnarumma; 16 Florenzi, 19 Bonucci, 13 Romagnoli, 4 Emerson; 18 Barella, 8 Jorginho, 12 Sensi; 14 Chiesa, 9 Belotti, 10 Bernardeschi;
Cadangan: 1 Sirigu, 3 Acerbi, 23 Mancini, 2 Tonali, 7 Pellegrini, 22 El Shaarawy, 17 Immobile;
Pelatih: Roberto Mancini

X
Penulis
Xaveria Yunita