UMUM
PSIM Siap Membawa Nama Sri Sultan, Bali United Ingin Bantu Timnas U-23
05 September 2019 14:29 WIB
berita
YOGYAKARTA - Tuan rumah PSIM Yogyakarta tak mau main-main di ajang Trofeo Hamengkubuwono X (HBX) 2019 yang akan digelar di Stadion Mandala Krida, Minggu (8/9) ini. Meski hanya berstatus sebagai laga eksibisi dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-90 PSIM, namun Laskar Mataram (julukan PSIM) tetap mempersiapkan diri dengan serius. Pelatih PSIM Aji Santoso mengaku tak ingin mengecewakan warga Kota Gudeg.

Sebenarnya, dua lawan yang diundang pada trofeo ini harus diakui adalah tim dengan level yang ada di atas PSIM. Bali United adalah juara paruh musim Liga 1 2019 yang saat ini sudah menunjukkan kedigdayaannya di arena kasta tertinggi. Sedangkan timnas Indonesia U-23 adalah bermaterikan pemain muda potensial dengan banyak yang memiliki jam terbang tinggi di klub asalnya baik yang dari Liga 1 atau juga Liga 2.




Baca Juga :
- Hasil Pertandingan Liga 1 2019, Selasa Malam
- Polisi Sebut Penonton PSIM Vs Persis Sengaja Mau Rusuh




PSIM sendiri meski berasal dari Liga 2, namun memiliki banyak pemain rekrutan baru dari Liga 1. Pada transfer window memasuki putaran kedua, manajemen PSIM mendatangkan setidaknya 10 pemain baru setelah melepas 11 pemain dari putaran pertama.

Hendra Wijaya dan Saldi (PSM), Nugroho Fatchurohman (Persija), Ahmad Mahrus Bahtiar (Barito Putera), Sutanto Tan (Bali United), Witan Sulaeman (penggawa timnas U-23), Junius Bate (PSS), Aldaier Makatindu (PSIS) serta kiper Aji Bayu dan M Fisabillah (Perseru Badak Lampung FC) adalah barisan penggawa anyar PSIM yang dipimpin pelatih Aji Santoso.


Baca Juga :
- Jadwal Siaran Langsung Liga 1 2019, Selasa 22 Oktober
- Duel Barito vs PSIS, Tekad Perpanjang Tren Positif


Jelang trofeo nanti, PSIM berada dalam tekanan besar suporter fanatiknya. Memang saat ini PSIM masih ada di puncak klasemen Wilayah Timur. Namun tim dengan warna kebesaran biru ini baru saja menelan dua kekalahan beruntun. Kalah 1-2 dari Mitra Kukar saat tampil di kandang sendiri dan takluk 0-2 dari Persik di Kediri membuat suporter masih mempertanyakan performa Cristian Gonzales dan kawan-kawan yang ditargetkan mampu promosi ke Liga 1 2020 mendatang.

“Statusnya memang hanya turnamen segitiga. Namun ini membawa nama Sri Sultan Hamengkubuwono X dan juga PSIM yang memperingati hari jadinya ke-90 tahun. Ini yang membuat kami tentu tak ingin mengecewakan suporter dan warga Yogyakarta,” kata pelatih PSIM, Aji Santoso, kemarin.    

Sedangkan CEO PSIM, Bambang Susanto mengatakan jika trofeo ini adalah momentum yang bagus untuk PSIM memetik pelajaran dan evaluasi menghadapi dua tim berbeda dengan kualitas yang tak perlu lagi diragukan.

“Pak Pieter Tanuri (owner Bali United) adalah sahabat saya. Mereka akan datang bukan dengan pemain yang jarang dimainkan, Bali United akan datang dengan kekuatan terbaiknya. Ini sangat bagus untuk PSIM,” ucap Bambang Susanto.

Disadari bos PSIM ini, skuat asuhan Aji Santoso ini masih memerlukan adaptasi lebih karena waktu yang ada di kompetisi masih sangat singkat. “Lini belakang kami akan banyak diuji dengan kualitas lini depan timnas U-23 dan Bali United yang bagus. Lini belakang dalam dua laga terakhir di Liga 2 memang banyak meninggalkan catatan pembenahan,” Bambang menambahkan.

Sedangkan pelatih Bali United, Stefano “Teco” Cugurra mengaku antusias dengan Trofeo Sri Sultan Hamengkubuwono X 2019 ini. “Kami coba jaga performa tim karena saat ini jeda kompetisi Liga 1. Pertandingan nanti juga kami coba bantu timnas Indonesia U-23 yang sedang melakukan persiapan ke SEA Games 2019,” ucap Teco.

Bali United sendiri di Yogyakarta nanti dipastikan bakal hadir tanpa empat pemain pilarnya yang kini tengah bersama timnas senior. Mereka adalah Stefano Lilipaly, Irfan Bachdim, Ricky Fajrin, serta Andhika Wijaya. Namun demikian, Serdadu Tridatu masih memiliki banyak pemain berlabel bintang lainnya macam Paulo Sergio, Fadil Sausu, Melvin Platje, hingga Ilija Spasojevic yang siap tampil.***SRI NUGROHO

 

R
Penulis
Rizki Haerullah