LIGA 2
Empat Pemain Baru Bandung United Limpahan Persib Masih Proses Adaptasi
05 September 2019 14:53 WIB
berita
Striker muda Bandung United Muchlis Hadi Ning Syaifulloh dalam sebuah sesi latihan/Foto: Istimewa
BANDUNG – Bandung United belum juga menunjukkan gebrakan besar pada putaran kedua Liga 2 2019 Wilayah Barat musim ini. Tim satelit Persib Bandung itu masih kesulitan menghamparkan prestasi. Skuat asuhan Liestiadi ini terdampar di papan bawah klasemen sementara. Ancaman degradasi pun masih membayangi langkahnya.

"Sejak awal kami tidak ingin terdampar di papan bawah. Target kami bertengger di papan tengah. Bukan semata bertahan pada kompetisi kasta kedua ini, sesuai aturan tim satelit yang tidak akan bisa promosi," kata Liestiadi, Rabu (4/9).




Baca Juga :
- Pembelaan Wolfgang Pikal Usai Persebaya Kalah dari Persib
- Analisis Robert Alberts untuk Kemenangan Persib Atas Persebaya




Tapi nasib berkata lain. Bandung United gagal terbang tinggi. Amunisi mereka tidak mencukupi di medan perang. Kalah bersinar dari para seterunya. Bahkan, banyak nama pemain Bandung United asing di telinga bobotoh. Kiprah mereka tidak menggema.

"Persiapan mepet. Mencari pemain siap pakai tidak mudah. Semua pemain berpengalaman sudah punya klub. Kesempatan hanya ada pada putaran kedua dengan bergabungnya empat pemain Persib," kata mantan pelatih Persipura Jayapura itu kepada TopSkor.


Baca Juga :
- Tentukan Nasib PSIM dan Persis, Begini Komentar Manajer PSBS
- Update Klasemen Liga 1 2019, Jumat 18 Oktober Malam


Tapi, untung tidak dapat diraih Bandung United. Empat pemain yang didapat dari Maung Bandung tidak dalam kondisi siap tempur. Wildan Ramdani, Agung Mulyadi, Puja Abdillah, dan Muchlis Hadi Ning Syaifulloh terlalu lama berada di tribune penonton saat masih membela Persib. Duduk di bangku cadangan pun bisa dihitung dengan jari.

Bahkan, Wildan yang diharapkan jadi tombak tajam, bergabung dengan Bandung United dalam keadaan cedera hamstring. Puja dan Muchlis pun tidak dalam kondisi bugar, sehingga mereka belum bermain penuh.

"Makanya kebugaran mereka jadi PR (pekerjaan rumah) buat kami. Belum lagi soal adaptasi pada pola permainan. Jadi mesti pelan-pelan. Tidak bisa langsung digeber untuk membantu mendarahi permainan tim," kata Liestiadi.

Itu sebabnya sejak kuartet Maung Bandung bergabung, prestasi Bandung United belum terdongkrak. Diperkuat mantan pemain asuhan Robert Rene Alberts itu, Bandung United baru memetik satu kemenangan dari tiga laga yang dimainkan. Kemenangan dipetik dari PSGC Ciamis lewat gol Puja dan Muchlis.

"Jujur saya membutuhkan servis mereka. Hadirnya Puja dan kawan-kawan dari Persib membuat daya gedor kami jadi tajam. Tapi demi karier pemain dan prestasi tim ke depan, saya hanya memainkan pemain yang siap tampil dan bugar. Kompetisi ini masih panjang," ucap pria yang juga pernah melatih PSMS Medan itu.

Kompetisi, buat Liestiadi, bukan cuma menang dan kalah. Tapi sebuah orkestra sepak bola yang indah. Pemainnya selain dituntut prestasi, tim juga tampil dengan kemampuan teknik terbaik agar bertahan di kompetisi Liga 2. Juga, mendapatkan yang dicarinya dalam pentas sepak bola nasional.

"Betul posisi kami di klasemen sementara cukup pelik. Tapi saya tetap optimistis kami bisa bertahan di Liga 2 musim depan. Sebab dari taktik permainan, kami tidak kalah dari lawan. Kami selalu bisa imbangi rival yang punya ambisi lolos ke 8 besar," Liestiadi menuturkan.

"Justru kita meredup lebih banyak karena campur tangan wasit yang memimpin pertandingan. Itu masalah krusial kami pada kompetisi Liga 2 musim ini. Kalau wasit fair, kami bisa bersaing dengan tim lain," kata pelatih yang punya target lima hingga tujuh anak asuhnya promosi ke Liga 1 2019 itu.*Dani Wihara

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id