news
LIGA ITALIA
Peta Persaingan Scudetto
05 September 2019 15:24 WIB
MILAN – Jendela transfer telah ditutup. Sekarang bisa didapatkan gambaran jelas tentang peta persaingan menuju podium Scudetto setidaknya sampai Januari nanti.

Juventus FC sebagai jawara Seri A selama delapan tahun beruntun, tetap jadi favorit. Apalagi mereka juga melakukan penguatan dan mempertontonkan penampilan hebat saat menjamu rivalnya SSC Napoli, akhir pekan lalu. Kebobolan tiga gol, menjadi 3-3, merupakan indikasi kalau pelatih Maurizio Sarri belum menemukan obat untuk penyakit kehilangan konsentrasi setelah unggul dan formasi tiga penyerang masih mengecewakan.




Baca Juga :
- Conte Mencari Gelandang Level Menengah
- Ini Bukan Periode Terburuk Ronaldo




Dari segi teknik Napoli semakin kuat. Di Turin, para pemain baru mencetak tiga gol. Kini pasukan Carlo Ancelotti bisa mengurangi gap lebar musim lalu. Pada 23 April, ketika I Bianconeri memenangkan gelar juara, Napoli menempati peringkat kedua dengan selisih 20 poin. Sementara di pekan yang sama, di Liga Primer, perbedaan 20 poin terbentang antara Manchester City FC dengan peringkat kelima, Arsenal FC.

Tantangannya adalah memanfaatkan momen dan mencegah Juve memimpin jauh sejak awal. Misi serupa juga diusung Antonio Conte. FC Internazionale berusaha memudahkan pekerjaan pelatih, hanya saja belum mampu memberikan barisan tengah berkualitas seperti yang dimiliki kedua pesaing beratnya.


Baca Juga :
- Takut Diserang Fan Sendiri, Pemain Napoli Sewa Bodyguard Lindungi Keluarga
- Milan Masih Fluktuatif


Tapi setidaknya Inter punya Stefano Sensi, mezzala hebat dengan kekuatan fisik dan kemampuan cetak gol. Selain itu, para penyerang yang diimpor dari Manchester United, Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez. Ini adalah awal bagus untuk menjadi skuat kompetitif.

Dari antara tim-tim yang bersaing untuk berada di zona Eropa, ada satu yang menonjol. Serangan SS Lazio mengagumkan dengan adanya Sergej Milinkovic-Savic, Luis Alberto, Joaquin Correa dan Ciro Immobile. Manuel Lazzarri membantu dari sektor sayap.

Torino bisa menjadi Atalanta BC yang baru. Setelah tereliminasi dari Liga Europa, mereka malah tampak bersemangat, memiliki permainan solid meski masih perlu kualitas dalam membangun dan menyelesaikan aksi. Tecnico Walter Mazzarri dapat menerapkan modul 3-4-3 (Iago Falque-Andrea Belotti-Simone Verdi), bermain tidak hanya dengan gelandang yang biasa (3-5-2).

Sementara Atalanta sendiri berusaha mencari keberuntungan di Liga Champions. Pelatih Gian Piero Gasperini mendeteksi kelemahan berbahaya: awal lamban, hilang konsentrasi, kurang  reaktif dalam permainan bola mati. Perlu segera dicari solusinya. Kualitas Luis Muriel jelas tidak cukup untuk mengarungi musim yang melelahkan. Perlu dorongan dari elemen berpengalaman di level internasional sekaligus pemberi inspirasi dan motivasi.

Sebaliknya, ada keraguan yang mengiringi setiap perubahan AC Milan dan AS Roma. Di akhir mercato, I Giallorossi memastikan adanya dua pemain sayap berkualitas seperti Suso dan Ante Rebic, pendamping Krzysztof Piatek. Perbedaan pandangan antara klub dan pelatih Marco Giampaolo terlihat sepanjang musim panas ini terkait pilihan taktik.

Semua orang tahu permainan segitiga yang terdiri dari pemain tengah dan trequartista adalah jiwa dari permainan Giampaolo. Di area ini Giampaolo hanya mendapat sedikit elemen dari mercato karena penghematan. Tentu saja, pelatih hebat bisa menerapkan prinsip permainan dengan skema apa saja tapi butuh waktu dan kesabaran untuk adaptasi.

Di sisi lain, Roma telah mendatangkan Henrikh Mkhitaryan, pemain yang bisa menentukan pertandingan sendirian. Allenatore anyar Paulo Fonseca mampu memberi keseimbangan dan perlindungan, ditambah gol dan permainan menghibur.

Langkah Genoa CFC di musim baru, dengan Lasse Schone dan Christian Kouame, pantas diapresiasi. Sebaliknya, ACF Fiorentina dan Cagliari Calcio menorehkan awal negatif. Namun, Gli Isolani memiliki barisan lapangan tengah paling tangguh ditambah Giovanni ‘Cholito’ Simeone.

Sebaliknya, Parma Calcio dan Udinese Calcio tidak bisa merasa aman, sama dengan UC Sampdoria yang mungkin mendapat kesulitan di musim baru. Di samping awal traumatis (0 poin, kebobolan 7 gol), juga ada proses penjualan klub oleh patron Massimo Ferrero, yang memengaruhi langkah klub di bursa. SPAL belum mendapat poin tapi bisa berjuang dan memiliki pelatih yang dapat memimpin tim dalam situasi sulit. Persaingan di level bawah akan diwarnai oleh aksi para bomber baru: Mario Balotelli (Brescia Calcio), Khouma Babacar (Lecce) dan Mariusz Stepinski (Verona).*** Dari berbagai sumber

loading...
X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news