MOTOGP
Vinales Sebut Yamaha Belum Setara Ducati dan Honda
04 September 2019 13:00 WIB
berita
Maverick Vinales (Istimewa)
MISANO – Pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP Maverick Vinales masih belum puas dengan performa YZR-M1 2020. Hal ini dikatakannya usai menguji coba proyek tahun depan tersebut bersama Valentino Rossi dalam sebuah tes resmi di Sirkuit Misano, San Marino, 29-30 Agustus lalu.

Dalam tes itu, Vinales dan Rossi juga disibukkan dengan serangkaian uji coba perangkat baru seperti lengan ayun karbon. Belum lagi, elektronik anyar untuk meningkatkan kinerja YZR-M1 di sisa lomba MotoGP 2019. Keduanya juga harus mengevaluasi mesin YZR-M1 untuk musim depan.




Baca Juga :
- Zarco Gantikan Nakagami, Indikasi Honda Bakal Depak Lorenzo Menguat
- Quartararo Disebut-sebut Mengendarai Motor Yamaha Layaknya Lorenzo




“Motor baru kami belum memiliki kinerja yang sama seperti Honda dan Ducati. Vale pun pada dasarnya memiliki pemikiran sama soal ini. Saya tidak menguji banyak perangkat untuk motor, tahun depan, karena lebih fokus untuk perlombaan berikutnya,” kata Vinales seperti dilansir Gpone.com.

Pria asal Spanyol itu berusaha keras memperbaiki posisi di klasemen, menyusul penampilan buruknya pada beberapa lomba awal. Pada putaran ke-13 MotoGP 2019 di Sirkuit Misano, 15 Sptember, Vinales ingin mengejar kemenangan. Ia pun memanfaatkan tes untuk menjajal jenis ban.


Baca Juga :
- Dovi: Marquez Itu Selain Cepat, Juga Cerdik
- Perkembangan Marquez dalam 2 Musim Terakhir Itu Menyakitkan


“Cuaca di Misano selalu panas dan motor tidak memiliki grip yang baik. Jadi, kami akan fokus pada hal ini. Kami mengalami beberapa peningkatan dalam kondisi panas tapi saya berharap lebih. Saya menjalani uji coba dengan ban keras karena dengan ban lunak kinerja kami cukup baik,” katanya.

Sekadar informasi, Yamaha bermasalah dengan akselerasi hingga ban berputar terlalu banyak. Hal tersebut berdampak pada start Vinales dan ini membuatnya kehilangan beberapa posisi di awal lomba. Pada tes di Sirkuit Misano, ia juga melakukan simulasi balap untuk mencari setelan terbaik.

“Start memang kelemahan saya dan kami coba mengatasi itu saat tes. Saya melakukan simulasi balapan dan catatan waktu tak buruk. Saya yakin bisa start lebih baik karena di (Sirkuit) Silverstone, saya selalu keluar dari jalur. Itu sebabnya kami tak bisa lebih baik dari posisi ketiga,” kata Vinales.

Takahiro Sumi selaku pimpinan proyek masa depan Yamaha, bertekad memberi Rossi dan Vinales motor terbaik. Ia pun menegaskan, saat ini, tim masih terus bekerja keras mencari solusi dari masalah YZR-M1. Ia juga mengklaim bahwa saat ini Yamaha tidak berada di tempat yang diinginkan.

“Setelah kinerja buruk, tahun lalu, kami harus mengubah segalanya. Bukan hanya motor tapi juga cara berpikir. Kami terus melakukan inovasi tapi saat ini memang harus fokus sifat dasar YZR-M1. Tapi, jika menemukan sesuatu yang dapat membantu, kami akan memakainya,” ujar Sumi.

Sebelumnya, Rossi mendapat sesuatu yang dimintanya 2,5 tahun lalu. Tapi, Sumi menegaskan jika itu bukan solusi. “Ketika elektronik dan ban, berubah, kami mengalami beberapa masalah. Anda tak bisa menyelesaikan 20 masalah sekaligus. Kami akan fokus hal terpenting,” katanya.

Soal meningkatnya performa Vinales, Sumi menyebut itu karena pria 24 tahun tersebut makin memahami YZR-M1 2019. “Jika dibandingkan dengan awal tahun ini, ia terlihat lebih baik. Ia belajar dengan baik soal kopling dan memahami mesin. Kami akan menyetel sistem elektroniknya,” ujar Sumi.*MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati