INFOGRAFIS
Faktor Buruknya Performa Persib di Putaran Pertama
04 September 2019 15:20 WIB
berita
Selebrasi Persib dalam sebuah laga/Foto: Ady Sesotya
BANDUNG – Saat akan mengawali putaran pertama Liga 1 2019, sebenarnya secara materi pemain Persib Bandung cukup memadai. Dari segi individu tidak ada masalah. Hampir 90 persen pemain yang membawa Maung Bandung ke posisi keempat musim 2018 dipertahankan.

Hanya, persoalannya, kenapa prestasi Persib saat ini jauh lebih merosot dibanding musim lalu? Terkait hal itu, pengamat menilai dalam skuat Persib sebenarnya bukan saja kemampuan teknis yang dikedepankan. Hati pun dibutuhkan untuk menopang kinerja dan semangat bermain bagi semua yang jadi bagian Persib.


Baca Juga :
- Lini Serang Jadi Sorotan Pelatih Persib Robert Rene Alberts
- Golnya Selamatkan Persib, Begini Komentar Nick Kuipers




Karena itu, pengamat sepak bola Bandung yang juga legenda Persib, Encas Tonif,  memandang kinerja tim selama putaran pertama masih kurang dalam hal kebersamaan. "Kalau melihat kualitas bermain dan permainan individu tidak usah diragukan, tinggal visi dan misi bermainnya yang belum terlihat," ucap Encas, Selasa (3/9).

Ditambahkannya, faktor lainnya yang mengganggu langkah Persib selama putaran pertama yakni masalah nonteknis. Yaitu, pergantian pelatih yang terlalu cepat sehingga proses adaptasi antara pemain dan pelatih baru pun akhirnya sedikit terlambat.


Baca Juga :
- Bus Persib Dilempar Batu, 2 Pemain Terluka
- Persib hadapi Tira Persikabo dengan Sprit Baru


"Tapi, tinggal butuh waktu untuk dapat menyatu. Asalkan ya itu tadi, visi dan misi bermain harus cepat terbangun dalam diri semua pemain. Tidak ada saran lain bagi pemain, bermainlah untuk tim," kata Encas. Kehadiran tiga pemain asing baru Nick Kuipers, Kevin Van Kippersluis, dan Omid Nazari, juga sedikit membuka harapan.

Menurut Encas, kehadiran mereka akan menjadi modal tambahan motivasi bagi pemain lainnya. "Setelah kehadiran pemain baru, secara psikis pemain lain akan lebih termotivasi terutama bagi pemain lokal, apalagi pemain muda," Encas menambahkan. Ketiganya dinilai Encas juga bisa menambah daya dobrak.

Meskipun, bila dilihat secara penampilan memang belum optimal karena masih dalam rangkaian penampilan perdana. "Namanya tampil perdana hal biasa kalau belum maksimal. Satu-dua atau tiga pertandingan ke depan biasanya mulai lebih padu,” ujar Encas.

“Saya katakan lagi tinggal menunggu waktu karena mereka semua pemain profesional. Jadi  untuk masalah adaptasi saya yakin akan lebih cepat," pria yang pada masa jayanya berposisi bek sayap itu menambahkan.

Sedangkan legenda Persib era 1990-an, Nana Supriatna menambahkan, deretan pemain asing Persib pada putaran pertama ternyata tidak sesuai harapan pelatih. Terutama penyerang Artur Gevorkyan, gelandang Rene Mihelic, dan bek Bojan Malisic yang sudah dicoret. Hanya satu ekspatriat lawas Persib yang selamat dari pencoretan, yakni striker Ezechiel N’Douasel.

"Faktanya, ketiga pemain asing yang sudah dicoret itu tidak mampu mendongkrak prestasi tim. Selama putaran pertama tidak ada pengatur tempo dalam tim karena semuanya satu karakter. Juga, tidak ada yang bisa mengatur saat harus cepat atau melambatkan permainan," Nana memaparkan.

Selain itu diakui Nana sektor belakang jadi sektor paling lemah. Terutama centre back kurang dalam berkoordinasi dengan pemain lainnya. “Sehingga ujung-ujungnya tidak memberi rasa aman kepada penjaga gawang. Ditambah sektor gelandang yang tidak bisa menghambat bola sebelum ke lini pertahanan,” ujar mantan bek Persib itu.*Arief Nugraha K

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news