TENIS
Konta Minta Hentikan Bahasa Negatif
03 September 2019 10:32 WIB
berita
Johanna Konta menciptakan sebuah rekor baru.
NEW YORK - Johanna Konta bersiap-siap untuk meraih kemenangan di US Open. Tetapi petenis putri Inggris, telah dilarang berbicara tentang pertandingan dari kampnya.

Konta telah meminta timnya menghentikan "bahasa negatif" saat ia mencapai final Gram Slam pertamanya di New York. Dia akan menghadapi unggulan ke-5 Elina Svitolina hari ini di perempat final.




Baca Juga :
- Anna Kalinskaya dengan Dingin Menekuk Rekan Senegaranya
- Althaf Ingin Kembali ke Timnas




Johanna Konta menciptakan sebuah rekor baru. Konta untuk pertama kalinya merasakan bermain di perempat final setelah menyingkirkan unggulan ketiga, Karolina Pliskova dengan skor 6-7 (1-7), 6-3, dan 7-5.

“Saya pernah lolos ke babak keempat sebanyak dua kali sebelumnya, jadi lolos ke perempat final merupakan prestasi yang besar untuk saya,” kata Konta, sebagaimana diberitakan BBC Sport.


Baca Juga :
- Tekad Baja Petenis Pulau Madura
- Begini Jadinya Kalau Petenis Nomor 1 Dunia Novak Djokovic Bergelut di Arena Sumo


Pelatih Prancis Dimitri Zavialoff menjelaskan: "Alih-alih 'bertarung' kita katakan 'bermain'. Kami mendengar istilah perang dalam olahraga dan saya tidak berpikir itu perang. Itu masih permainan."

 

"Kami melakukan semua hal itu dan perlahan perlu berjuang untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan. Ini hanya pertandingan tenis. Itu bukan akhir hidup, bukan perang. Saya pikir itu membantu. "

Berbicara setelah kemenangan putaran keempatnya atas petenis Ceko Karolina Pliskova, Konta mengatakan: Dia mendorong pengembangan diri saya."

"Saya benar-benar berterima kasih kepadanya untuk menciptakan lingkungan bagi seluruh tim," kata petenis berusia 28 tahun itu.

Tahun ini saja, Konta telah mencapai semifinal di Paris dan delapan besar di Wimbledon. Dia adalah wanita Inggris pertama sejak Jo Durie pada tahun 1983 yang sampai sejauh ini di Flushing Meadows.

Adalah kekuatan mentalnya yang sering dipertanyakan. Tapi Zavialoff mengatakan dia telah membuat orang Inggris No.1 percaya.

"Dia adalah pemain yang jauh lebih baik daripada yang dia pikirkan. Saya hanya mengundangnya untuk menguji banyak hal dalam latihan dan kemudian dalam pertandingan," jelasnya.*
 

news
Penulis
Suryansyah