FORMULA 1
Jelang GP Belgia, Ternyata Pierre Gasly Memohon Leclerc untuk Menangkan Balapan
02 September 2019 19:23 WIB
berita
Foto: Istimewa
STAVELOT – Pembalap Toro Rosso, Pierre Gasly, ternyata mengaku sempat memohon kepada pembalap Ferrari, Charles Leclerc, untuk memenangkan balapan jelang GP Belgia dimulai. Kemenangan tersebut, ia akui, sebagai penghormatan terakhirnya kepada mendiang pembalap Formula 2, Anthoine Hubert.

Pada balapan feature race Formula 2 yang berlangsung sehari sebelum balapan Formula 1 GP Belgia, pembalap BWT Arden, Anthoine Hubert, menghembuskan napas terakhirnya.




Baca Juga :
- Momen Charles Leclerc Tabrak Max Verstappen di Lap Pertama GP Jepang
- Tabrak Verstappen, Leclerc: Itu Kesalahan Saya




Dirinya mengalami insiden hebat, saat mobilnya yang sudah hancur kemudian mendapat hantaman lagi dari pembalap Sauber Junior Team by Charouz, Juan Manuel Correa.

Mengetahui hal tersebut, Gasly yang merupakan sahabat Hubert, meminta Charles Leclerc, yang saat itu meraih pole position, memenangkan balapan. Hal tersebut disampaikan oleh Gasly jelang balapan F1 GP Belgia dimulai.


Baca Juga :
- Vettel: Balapan Jadi Lebih Sulit, Mercedes Lebih Cepat
- Leclerc: Vettel Sangat Cepat, Terkejut Karena Start dari Barisan Terdepan


“Saya berbicara ke Charles sebelum balapan. Saya bilang ‘tolong menangkan balapan ini untuk Anthoine’, karena kami memulai karir balapan di taahun yang sama, Charles, Anthoine dan saya,” ucap Gasly.

“Kami sudah menjadi teman sekelas di sekolah, memiliki guru yang sama di sekolah, menjadi teman satu kamar saat di akademi, dan memulai balapan dari karting di usia 7 tahun. Kami tumbuh besar bersama-sama,” tambahnya.

“Saya pikir, balapan kemarin adalah balapan yang sangat emosional bagi saya, karena anda tentu tidak akan siap menghadapi momen seperti itu, yakni kehilangan sahabat, di usia 22 atau 23 tahun,” Gasly mengakhiri.

Pada akhirnya, balapan pun dimenangkan oleh Leclerc. Selebrasi Leclerc usai balapan, menunjuk tangannya ke langit, mendedikasikan kemenangan perdananya di F1 untuk mendiiang Anthoine Hubert. ***

M
Penulis
Muhammad Pratama Supriyadillah